Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 11

Kemarin (11/12) hujan deras mengguyur kota Jakarta dan sekitarnya. Saya ajak anak-anak mensyukuri hujan, dan berdoa agar hujan yang turun bermanfaat. Saya ceritakan pula seorang anak kambing yang mengeluhkan hujan turun, karena menghalanginya bermain. Namun, ibunya mengingatkan, hujan adalah karunia Allah. Jika pun ada bencana yang terjadi, itu bisa jadi pengingat bagi manusia, ujian untuk meningkatkan ketaqwaan. Tugas sebagai manusia, berupaya apa yang bisa dilakukan seperti mengelola sampah dengan baik, dan berdoa. 

Kalau cerita sebagai tanggapan, hmmm, entah ini bisa masuk dongeng atau bukan sih, tapi seperti biasa anak-anak bermain peran jadi ayah dan ibu, kemudian ibu mengurus bayi. Daripada mengalir begitu saja, saya coba pancing dengan kasus-kasus seperti adik bayi yang menangis terus. Maksud saya, agar mereka belajar berempati sekaligus tahu, kapan waktunya minta bantuan orang lain/orang dewasa, bagaimana saling menolong dalam mengurus keluarga. Agak ‘dewasa’ ya sepertinya temanya, tapi nggak juga kok sebetulnya, saya usahakan sampaikan dengan bahasa sesederhana mungkin untuk usia mereka (6 dan 3 tahun). 

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Advertisements

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 10

Kemarin (10/12) saya bercerita tentang balon ungu yang sombong. Ia merasa paling indah dipandang, ukurannya juga besar, bahannya mengilap. Karena ia terus-menerus membual tentang keunggulannya, teman-temannya pun tidak suka, tetapi mereka masih bersabar. Suatu hari, datang balon baru yang bukan hanya cantik, tetapi bisa terbang karena diisi oleh gas. Karena tidak suka tersaingi, balon ungu menyebarkan perkataan tidak benar tentang balon gas. Katanya, balon gas datang untuk mengambil anak-anak balon dan membawanya pergi, karena mudah saja baginya untuk terbang menghilang dalam melaksanakan misinya. Meski banyak yang tidak suka pada balon ungu, tetapi balon lain lama-lama resah juga dengan kisah itu. Apalagi balon gas cenderung pendiam dan belum bisa banyak bergaul. Akibatnya, balon gas semakin terasing di lingkungannya yang baru ini. Namun, karena ia memang suka pada anak kecil, anak-anak balon tetap nyaman bermain dengannya. 

Suatu hari balon gas menolong anak balon yang kelewat semangat melompat hingga nyangkut di pohon. Dengan hati-hati ia berhasil mengambil si anak, tetapi akhirnya balon gas sendiri tertusuk ranting hingga tubuhnya menyusut. Balon-balon lain yang melihat segera memberikan bantuan. Lubang dapat ditambal, tetapi karena di daerah itu hanya ada pompa biasa, jadi balon gas tidak bisa terbang lagi. Dengan tambalan dan kondisi yang sekarang, balon gas tetap percaya diri, dan makin banyak warga balon yang suka padanya. Akhirnya balon ungu sadar, yang penting bukanlah keindahan fisik, tetapi apa manfaat yang bisa diberikan untuk yang lain, sesuai kemampuan.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 9

Kemarin (9/12) saya membuat dongengnya lebih interaktif untuk anak-anak. Jadi saya menceritakan bagian awal, lalu anak-anak saya ajak menentukan kelanjutan ceritanya. Di rumah masih banyak balon dari acara yang kami datangi minggu lalu, jadinya itulah yang kami pakai untuk properti. Ceritanya, ada anak yang punya balon banyak. Ketika ada anak lain yang minta, dia masih mau berbagi. Namun, ketika balonnya tinggal satu dan ada anak lain yang lebih kecil merengek pada orangtuanya minta balon ketika melihat balonnya, padahal di sekitar tidak ada yang berjualan, tetapi tidak minta secara langsung padanya, apa sikapnya? Bagaimana pula jika ada anak yang lebih besar yang meminta balon dengan nada memaksa? Adakah perbedaan perasaan ketika menghadapi situasi yang berlainan ini? 

Untuk dongeng tanggapan, saya bercerita tentang usus yang kepayahan harus menggiling apa ketika anak tidak mau makan. Akibatnya, bisa sakit perut dan lemas juga karena badan kekurangan energi. Anak-anak dengan semangat menasihati boneka harimau yang tidak mau makan, semuanya ulangan dari nasihat saya/ayah/eyang mereka, bukti bahwa mereka sungguh-sungguh menyimak dan merekam, walaupun belum tentu langsung mau menurut :D.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 8

Kemarin (8/12) saya bercerita tentang lebah, kebetulan ada dua kipas berbentuk lebah di rumah yang saya jadikan semacam wayang untuk alat bantu cerita. 

Labi lebah bosan karena sehari-hari ia cuma bisa bermain di sore hari, karena kalau pagi hingga menjelang sore dia harus bekerja mencari dan menyimpan madu. Tidak seperti adiknya yang bisa main seharian, karena memang belum waktunya diberi tugas mencari madu. Maka Labi berpikir, bagaimana kalau dia seharian saja mencari madu, sampai mendekati malam, supaya besoknya dia bisa main seharian. Menurut perhitungannya, madu yang didapatkan setara antara mencari dua hari dengan jadwal yang biasa dibandingkan dengan seharian penuh. Ide itu dilaksanakan oleh Labi, dengan semangat ia lanjut mencari madu walaupun teman-temannya sudah istirahat. Teman-temannya juga sudah mengingatkan, tapi ia bersikeras. Akibatnya Labi jatuh sakit keesokan harinya. Inilah perlunya mengatur waktu sesuai dengan porsinya.

Karena tanggal itu Fahira berulang tahun, maka saya sekalian menitipkan pesan tentang ‘anak besar’ dengan tanggung jawab yang juga bertambah atau seharusnya membaik, seperti mengikuti jadwal sehari-hari dan membereskan mainan sendiri.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 7

Terinspirasi dari dua buku cerita tentang tantangan mengajak anak tidur, kemarin (7/12) saya mendongeng dengan jari-jari tangan tentang keluarga gajah. Semula saya hendak memerankan tokoh ibu gajah dengan tangan kiri dan anak gajah dengan tangan kanan, tapi Fahira menyela, minta saya jadi ayah dan bundanya saja, sedangkan ia memerankan anak gajah dengan jari-jarinya. Kami gabung kedua cerita dari kedua buku ditambah improvisasi sana-sini, di mana anak gajah selalu punya alasan untuk tidak tidur awal. Pelajaran juga sebenarnya bahwa anak suka rutinitas. Kalau sampai ada yang terlupa dilakukan hingga anak jadi harus meminta-minta aktivitas ini itu (kalau di buku ada minum susu, minta selimut, didongengi), artinya orangtua juga yang perlu membenahi manajemen waktu. 

Kalau waktu mendongengnya sih Fahira jelas bersenang-senang dengan menyebutkan alasan-alasan untuk tidak tidur cepat. Hasilnya, anak gajah keesokan harinya bangun kesiangan, dan ternyata sendirian di rumah. Ia menemukan pesan bahwa ayah dan bundanya pergi dulu karena ada keperluan penting, makanan sudah disiapkan. Tadinya hendak mengajak anak gajah tetapi karena sulit dibangunkan jadi ditinggal dulu. Anak gajah pun menyesal. 

Saya menjelaskan kalau anak-anak manusia mungkin tidak akan ditinggalkan semudah anak hewan (bukan tega ya, tapi memang polanya beda kan, dan toh seringnya induk hewan tetap kembali lagi). Namun, hampir selalu ada konsekuensi atas tindakan yang diambil, termasuk jika tidak taat pada jadwal aktivitas sehari-hari yang sudah disepakati.

Sedangkan Fathia bercerita tentang latihan drum band di sekolah. Jadi saya mendongeng soal alat-alat drum band yang ceritanya saling menyombongkan diri akan bunyinya yang bagus. Maka mereka bersaing membunyikan diri sekeras-kerasnya, yang membuat lagu justru menjadi tidak karu-karuan. Di sinilah perlunya saling melengkapi dan bekerja sama. 

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 6

Kemarin (6/12) saya memakai tokoh pensil warna untuk dongeng ke anak-anak. Pensil merah, biru, dan kuning bermain bersama, meskipun tetap sendiri-sendiri. Pensil merah menggambar bunga mawar, pensil kuning menggambar jeruk, pensil biru menggambar tas. Lalu pensil merah ingin menggambar wortel, walaupun warnanya kurang pas. Pensil merah tetap jalan terus menggambar wortel dan mewarnainya, sampai dirinya bertabrakan dengan pensil kuning di atas kertas. Pensil kuning sedang terlalu asyik menggambar pisang rupanya. Pensil kuning sibuk minta maaf, tetapi pensil merah malah memperhatikan sesuatu: gambarnya yang tercoret pensil kuning justru jadi memunculkan warna yang tepat untuk wortel yang ia gambar! Maka pensil merah mengajak pensil kuning mewarnai bersama-sama. Pensil biru juga jadi tertarik mencoba-coba, dan dengan gembira mereka menemukan bahwa kerja sama mencampurkan warna bisa menghasilkan warna baru yang menarik.

#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination

Tantangan Level 10 Kelas Bunda Sayang IIP (Grab Your Imagination) – Hari 5

Setelah tokoh-tokoh hewan, tumbuhan, dan benda langit, kemarin (5/12) saya tertarik meggunakan tokoh kendaraan untuk mendongeng. Pemicunya adalah permainan yang sedang anak-anak lakukan. Maka saya bercerita tentang mobil-mobil yang bersahabat. Sebagai catatan, walaupun anak-anak pernah beberapa kali menonton berbagai serial kartun yang memiliki tokoh para kendaraan, tetapi paparannya tidak cukup banyak untuk membuat mereka hafal akan tokoh maupun jalan ceritanya. Jadi saya tidak terlalu terbeban dengan pola penokohan yang sudah ada.

Berhubung saya sedang terburu-buru, jadinya sesi mendongeng pun teramat singkat. Intinya sih ada mobil oranye yang berteman dengan mobil putih dan beberapa mobil lainnya. Pagi hari mereka biasanya berkumpul di taman yang menyediakan tiruan jalan raya. Saat mengobrol, mereka awalnya bicara tentang tugas sehari-hari, tetapi akhirnya mengarah ke pamer. Merasa lebih canggih fiturnya, lebih banyak membantu orang yang hendak bepergian, dan lebih sering diajak foto oleh anak-anak.  

Jadi kalau di cerita dua hari yang lalu ada kisah tentang perasaan minder dan iri akan keberhasilan orang lain, sampai merasa diri tidak punya manfaat. Kali ini sebaliknya, kelewat percaya diri juga bisa menjerumuskan.
#Tantangan10Hari

#Level10

#KuliahBunsayIIP

#GrabYourImagination