Alif dan Raisa

Beberapa waktu yang lalu ketika akan membeli map di Gramedia Pasar Baru mata saya tertumbuk pada setumpuk buku di meja pajang Buku Baru. Judul-judulnya familiar, tetapi penampilannya sama sekali berbeda. Wah, ternyata tetralogi fashion Syahmedi Dean dikemas ulang dengan sampul baru! Judulnya yang semula panjang-panjang (walaupun tertulis juga singkatannya) juga mendapatkan subjudul baru, atau justru judul lama itu yang dijadikan subjudul ya? Lontong Sayur dalam Lembaran Fashion menjadi Ednastoria, Jakarta Paris via French Kiss jadi J’Adore, Pengantin Gypsy dan Penipu Cinta dilabeli Bohemia, dan Apa Maksud Setuang Air Teh punya judul lain Monsoon. Ada pula paketan box setnya, terkesan lebih lux.

Saya pertama kali berkenalan dengan seri novel ini ketika sedang bertugas di Tanjung Pandan, Belitung, tahun 2007. Saat itu saya menjadi pelanggan tetap persewaan buku di samping kantor, setidaknya sepekan dua kali saya mampir untuk mengembalikan dan meminjam buku. Kalau tidak salah ingat sih, saya bacanya tidak berurutan dari buku pertama. Gaya penulisan novel-novel ini yang dinamis (deskriptif, tapi tidak membosankan), juga penggambaran glamornya dunia fashion (tanpa terlihat maksa maupun sok) tetapi dengan tokoh utama yang tetap memegang nilai-nilai agama (setidaknya berusaha, dan tidak memandang sebelah mata) adalah nilai plus buku ini yang memikat hati saya. Maka tak puas hanya menyewa, ketika salah satu toko buku online langganan saya menawarkan ketiga bukunya (waktu itu seri keempat belum keluar) dengan harga miring, saya pun segera memesan. Saya pun tak sabar menunggu terbitnya A.M.S.A.T. yang baru terbit beberapa tahun setelah saya pindah dari Tanjung Pandan.

boxset Syahmedi Dean100_3732

Mengingat tetralogi ini artinya juga mengingat pemikiran yang sempat terlintas di benak saya pada suatu waktu. Dua di antara tokoh sentral dalam tetralogi fashion bernama Alif dan Raisa. Sama, ya, dengan trilogi Man Jadda Wajada karya Ahmad Fuadi? Kebetulan saya juga baru menuntaskan Rantau 1 Muara bulan Syawal kemarin (ngebut baca dalam semalam demi bisa ditinggal di kampung halaman karena mama saya belum membacanya).

—-spoiler alert—

Dalam kedua seri buku ini, tokoh Alif dan Raisa sama-sama diceritakan (sempat) dekat. Di tetralogi Syahmedi Dean, Raisa dikisahkan memendam sayang ke Alif, rekan kerjanya di majalah yang kemudian menjadi teman se-geng. Sementara hati Alif sudah dipenuhi oleh Saidah. Alif menerima perhatian dari Raisa, tapi menganggapnya tak lebih dari sahabat atau lebih tepatnya adik yang harus dijaga. Sedangkan di trilogi Ahmad Fuadi, Alif-lah yang sempat punya asa bersanding dengan Raisa si gadis cerdas dan dinamis, yang dikenalnya di kampus. Sayangnya Raisa ternyata lebih memilih sahabat lama Alif, Randai. Jadilah kedua Alif-Raisa ini sama-sama tak berjodoh di akhir cerita, tapi hubungan baik antara mereka dikisahkan tetap terjaga.

Advertisements

5 thoughts on “Alif dan Raisa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s