Kenalan sama Sariawan

Akhirnya Fathia mengalami juga yang namanya sariawan. Jujur, ini salah satu yang paling saya takuti sejak dulu…. lha nggak sariawan aja makannya suka mood-mood-an, gimana kalau kena? Benar saja, Fathia bukan hanya tidak mau makan, bahkan air putih favoritnya pun ditolak! Tiga malam kami semua begadang karena Fathia terus-menerus menangis, hanya bisa terlelap beberapa menit untuk kemudian bangun lagi dan menangis lagi, sampai menjelang subuh. Saat terjaga pun, tertawa jadi hal yang menyakitkan, sampai nggak tega mau ngajakin bercanda (padahal maksudnya kan biar lebih ceria).

Begitu melihat gejala sariawan di Fathia, saya buka-buka lagi deh tulisan bu Julia. Karena panjang, nanti saya tempel di akhir tulisan ya. Sudah lama baca tulisan ini dikirim berulang kali di milis Sehat, copas ke sini saja sekalian buat arsip.

(update yang saya tambahkan belakangan)

Yang ini tulisan dr. Arifianto Apin

Benarkah kebanyakan sariawan pada anak disebabkan oleh jamur?

Ya, tidak jarang seorang anak pergi ke dokter dan dinyatakan mengalami sariawan. Lalu pulang dari dokter dengan membawa resep: nistatin alias antijamur.

Benarkah demikian?

Ternyata tidak. Infeksi jamur penyebab sariawan terjadi pada anak-anak dengan daya tahan tubuh menurun, seperti mereka yang sakit leukemia (kanker sel darah putih) dan mendapatkan kemoterapi. Atau anak-anak dengan HIV/AIDS.

Lalu apa penyebab tersering sariawan pada anak?

Seperti yang ada di foto-foto, secara umum sariawan (sores) dibagi 2: cold sores dan canker sores. Nah, cold sores ini letaknya biasanya di bibir dan gusi. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks (HSV). Canker sores lokasinya lebih ke dalam lagi, bisa sampai ke langit-langit. Dan bentuknya bisa lebih putih, yang kadang dipikirkan sebagai infeksi jamur, padahal bukan. Penyebab canker sores lebih variatif dan belum jelas benar, bisa karena trauma gigitan, stres psikologis, sampai “bakat” alias keturunan (ada kaitannya dengan sistem imun juga).

Prinsip penanganannya adalah: baik cold maupun canker sores akan sembuh dengan sendirinya dalam 1 sampai 3 minggu. Lalu apa obatnya? Lagi-lagi dan lagi-lagi…. SABARRR. Ya, pemberian antivirus, apalagi antibiotik bahkan antijamur tidak terbukti mempercepat penyembuhan. Tega bener, anak kesakitan, ngeces terus, nggak bisa makan, nggak mau menetek, kok disuruh SABAR aja??

Pemberian minuman dingin, pokoknya yang adem-adem bisa membantu menyamankan (biasanya saya menyarankan anak mengemut es batu, atau sekalian saja makan es krim. Hmmm, enaakk). Yang penting: anak tidak boleh dehidrasi. Yang paling dikhawatirkan adalah kekurangan cairan. Jadi, perbanyak saja minum dan cairan.

Saya jadi ingat putra saya mengalami sariawan yang putih-putihnya hampir memenuhi seluruh rongga mulutnya, sampai ke langit-langit. Ya, butuh kurang lebih seminggu sampai akhirnya putih-putih tersebut hilang dengan sendirinya.

Yang lagi pada sariawan, semoga cepat sembuh semua ya.
Yang pengalaman anaknya diobservasi saja sesuai tulisan ini dan sariawan sembuh sendiri, silakan berbagi pengalamannya, supaya yang lain juga makin mantap.

Bisa baca lanjutannya yang fokus ke seriawan jamur di (https://m.facebook.com/arifianto.apin/posts/10205483438959790).

Referensi lain yang juga sempat saya baca: http://kidshealth.org/parent/general/aches/canker.html (kalau yang jamur di http://m.kidshealth.org/parent/infections/skin/thrush.html). Meski agak stres karena khawatir badannya tambah susut, apalagi minum pun sempat nggak mau sama sekali, saya mencoba mencari cara untuk menyamankan Fathia.

Mengingat yang dingin-dingin biasanya ampuh, saya beli saja es krim, dan ternyata memang lumayan bisa masuk untuk menambah tenaganya (kendati tidak banyak juga). Tetap saja saya cemas, sih, dan akhirnya bersama suami memutuskan untuk ke dokter langganan kami :D. Alasan saya sih, biar bisa dicek langsung gitu, siapa tahu jamur, kan bisa diobatin lebih awal. Tetep ya, namanya juga panik, padahal sudah pernah lihat foto-foto oral thrush di https://www.dermnetnz.org/topics/oral-candidiasis/. Beda kan ya dengan sariawan yang satunya, yang lebih mirip dengan yang Fathia alami https://www.dermnetnz.org/topics/aphthous-ulcers/.

Di rumahnya, tante dokter nan sabar mengulangi lagi materi yang sebetulnya juga saya sudah baca berkali-kali, ampun Dok, memang sayanya masih suka galau nih :D. Intinya, kalau sampai nggak mau minum sama sekali, bisa saja dikasih obat, tapi mengingat isi obatnya kortikosteroid yang efek sampingnya lumayan, alangkah lebih baik tunggu dulu saja.

Alhamdulillah, ternyata memang sariawan Fathia sembuh sendiri di hari kelima. Nafsu makannya pun berangsur kembali, sudah bisa minta kerupuk pula…. (waktu lagi parah-parahnya itu, minta nasi aja terus langsung nangis sendiri karena ingat bakalan sakit kalau dimasukin ke mulut).

Berikut saya sertakan juga hasil pencarian terkait obat-obatan yang sering disarankan untuk sariawan, penjelasannya adalah sebagai berikut:
– Antijamur mis. nystatin, ada merk mycostatin, candistin: tentu hanya untuk jamur. Lebih lengkap bisa dibaca di sini http://www.drugs.com/mtm/nystatin.html
– Gom: isinya borax glycerine. Pernah baca tulisan yang menyebutkan bahwa sekarang sebaiknya tidak dipakai lagi karena bikin rongga mulut kering dan pastinya tambah nyeri, tepatnya di http://toxnet.nlm.nih.gov/cgi-bin/sis/search/a?dbs+hsdb:@term+@DOCNO+328 . Kalau di milis sih, simpelnya, yah, borax gitu lho…
– Kenalog in orabase: Isinya triamnicolone acetonide yang termasuk kortikosteroid dengan efek antiperadangan, antigatal, antialergi, sebaiknya dengan petunjuk dokter. Selengkapnya di sini http://www.drugs.com/kenalog.html.
– Albothyl: saya pernah coba waktu zaman sekolah, dan suakiiittt…. efeknya kan memang mematikan jaringan, ya. Sekali lagi, yakin, mau ngasih ke anak? Dulu pun, saya takjub membaca keterangan di kemasannya yang sebetulnya bukan diperuntukkan bagi sariawan mulut. Trus sariawan di mana, dong? Ng, sila baca selengkapnya di sini, ya, http://www.mims.com/malaysia/drug/info/Albothyl/?type=full.

Berikut ini tulisan bu Julia selengkapnya.

SARIAWAN

Apa sih sariawan itu?

Sariawan adalah istilah yang digunakan luka-luka/lesi-lesi di dalam mulut. Dalam bahasa kedokteran digunakan istilah APHTHAE. Bentuk luka macam borok dengan selaput putih, permukaan rata. Tempat yang terkena adalah bagian-bagian selaput lendir/mukosa mulut yang bisa digerak-gerakkan yaitu daerah pipi bagian dalam, bibir bagian dalam. Gejalanya perih, sakit jika digerakkan dan sensitif terhadap rasa pedas. Tidak demam. Sembuh sendiri.

Penyebab: BELUM DIKETAHUI
Mungkin karena genetik, hormon, stress, daya tahan tubuh (faktor imun sehingga kecolok sikat gigi bisa menjadikannya sariawan, tergigit), alergi pasta gigi, obat, makanan.

Ada dua kelompok Aphthae:
– minor
– mayor/kronis

Minor Aphthae akan sembuh sendiri dalam tiga – lima hari. Tidak demam, dan tidak menimbulkan rasa lemah. Tidak muncul berulang-ulang. Tidak perlu diobati.

Mayor aphthae:
Adalah sariawan yang berulang-ulang, luka lebih dalam, lebih sakit, kadang diikuti rasa demam-demam, dan lemah. Bentuk sariawan bisa bergerombol bisa melebar dengan pinggiran merah. Seringkali diikuti infeksi sekunder (bakteria). Munculnya berulang-ulang, ada yang muncul saat-saat menstruasi, atau jika terlalu lelah, stress. Lamanya muncul lebih lama daripada Aphthae minor tadi. Bentuk Aphthae ini kadang juga sebagai manifestasi (muncul gara-gara) penyakit lain yang lebih parah, misalnya HIV/AIDS, gangguan hormon, gangguan imunologi.

Pengobatan:
Antibakteria kumur untuk mencegah infeksi sekunder.
Vitamin untuk menunjang daya tahan tubuh.
Penghilang rasa sakit
Salep mulut kortikosteroid (hanya dengan resep dan di bawah pengawasan dokter).
Jaga kebersihan mulut.

http://www.aafp.org/afp/20000701/149.html

INFEKSI JAMUR

TIDAK DISEBUT SARIAWAN (tolong jangan menyebut sariawan buat infeksi jamur, bisa membingungkan), karena memang bukan sariawan, tetapi infeksi jamur. Yang paling sering adalah infeksi jamur candida, maka disebut candidiasis. Infeksi jamur ini yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Warnanya gumpalan-gumpalan putih creamy macam susu. Tempatnya terutama di lidah, tetapi juga bisa menyebar ke mana-mana hingga selaput lendir atau mukosa mulut lainnya yaitu pipi bagian dalam, bibir bagian dalam, bawah lidah, gusi, pinggiran mulut, bahkan ke luar rongga mulut sekitar mulut. Selain dapat menyebar ke luar mulut, dapat juga menyebar ke dalam yaitu ke tenggorokan, kerongkongan, dan masuk ke dalam usus. Jamur yang menggerombol dan menempel ini kadang lepas akan menyebabkan luka-luka yang sangat sakit. Jika penyebarannya mencapai tenggorokan anak akan selalu menangis karena sulit menelan dan sulit makan.

PERLU DIOBATI dengan antijamur dengan resep dokter. Jaga kebersihan supaya tidak menular ke mana-mana. Bagi ibu yang sedang menyusui maka si ibu juga perlu mendapatkan pengobatan candida di puting susu. Pengobatan harus tuntas, karena itu jika obat telah habis tetapi belum sembuh juga, perlu kembali ke dokter yang merawatnya.

Untuk infeksi jamur, antibiotika adalah kontraindikasi.
http://www.nutrition4health.org/nohanews/NNS95OralYeastInfections.htm
http://www.mayoclinic.com/health/oral-thrush/DS00408/DSECTION=2

INFEKSI VIRUS

Juga TIDAK DISEBUT SARIAWAN. Tetapi infeksi virus. Biasanya virus yang mengenainya adalah virus herpes, umumnya disebabkan karena virus herpes simplex atau herpes zozter. Gambaran virus herpes simplex mempunyai luka-luka soliter (satu-satu sendiri-sendiri) dan herpes zoster bisa menggerombol. Bentuk luka/lesi-lesi bulat-bulat kecil sekitar 2 – 3 mm – bisa menyerang seluruh bagian mulut. Biasanya dimulai dengan gelembung yang segera pecah meninggalkan luka-luka yang sakit, daerah mukosa menjadi merah, mudah berdarah, dan kadang diikuti pembengkakan. Gejalanya: high fever, rasa sakit, tidak enak badan, tidak nafsu makan, lemah, ada pembengkakan kelenjar di bawah rahang, MENULAR.

Harus segera mendapatkan penanganan segera, makanan tinggi kalori tinggi protein, untuk mengurangi sakit diberi obat oles yang mengandung lidocain (anastesi lokal) atau analgesik telan. Jika tanpa medikasi akan sembuh sendiri antara 10-14 hari. Pemberian antivirus hanya untuk memperpendek waktu sakit. Untuk anak kecil harus dijaga agar tidak terjadi penyebaran ke mata yang membahayakan penglihatan (buta).
http://dentistry.ouhsc.edu/intranet-WEB/ContEd/OPCE/PHG.html
http://www.dentistry.bham.ac.uk/ecourse/cal/stlesions/stltn24.htm

Diagnosis pembanding: HFMD (Hand–Foot-Mouth-Disease) gambaran di dalam mulut mirip-mirip.

INFEKSI BACTERIA

Infeksi bakteria (biasanya mix bacteria anaerob) SERING terjadi di daerah-daerah miskin yang kurang perhatian kebersihan terutama kebersihan mulut, ditambah dengan daya tahan tubuh kurang akibat gizi kurang baik. Tetapi tidak menutup kemungkinan terjadi pada kelompok-kelompok ekonomi baik, sebab infeksi ini SANGAT MENULAR. Ginggivo stomatitis necrotica, atau Necrotica Ginggivostomatitis, atau Necrotica Ulcerative Ginggivostomatitis (NUG), bentuk yang akut disebut Acute Necrotica Ulcerative Ginggivostomatitis (ANUG).

Juga TIDAK DISEBUT SARIAWAN.

Dulu di sekitar Jakarta banyak ditemukan, lama-lama menghilang, tetapi kini dilaporkan sudah ada lagi pasien yang datang ke rumah sakit di Jakarta. Di daerah-daerah banyak ditemukan yang sudah melanjut kronis menjadi NOMA (kanker mulut).

Gejala awal, terjadi sangat cepat dengan rasa sakit pada gigi geligi hampir semua bagian di rahang atas dan bawah, gusi-gusi sekitar gigi-gigi merah meradang, untuk selanjutnya daerah gusi bagian yang runcing di antara dua gigi (papil) akan menumpul, menunjukkan adanya pembusukan (gangrena) dengan bau busuk yang sangat khas dan keras. Kondisi anak demam, lemah, rasa sakit, yang menyebabkan tidak mau makan. Jika dibiarkan pembusukan akan meluas mengenai gusi dan mukosa pipi bagian dalam. Pembusukan di daerah ini akan menyebabkan rusaknya jaringan yang akhirnya menyebabkan pembukaan dengan proses seperti kanker. Dalam keadaan ini kemungkinan meninggal dunia sangat besar, karena kondisi tubuh yang terus merosot dan dehidrasi. Kalau mencari laporan dan tidak ada laporan adanya ANUG di Indonesi bukan berarti di Indonesia penyakit ini tidak ada, tapi studi/penelitiannya dan laporannya ke dunia internasional yang tidak ada.

Pengobatan untuk ANUG: segera kumur atau basuh mulut dengan hidrogen peroksida, tingkatkan kebersihan mulut, vitamin, makanan tinggi kalori tinggi protein, banyak minum.

Keadaan kronis, perlu antibiotika (karena infeksinya mix perlu dilakukan tes lab). Kadang juga disertai dengan infeksi virus.

Noma perlu tindakan operasi dan perbaikan kondisi tubuh secara menyeluruh.

ANUG:
http://www.thejcdp.com/issue019/folayan/folayan.pdf

Gambar NOMA dapat dilihat di sini.
http://www.paediatrie-hautnah.de/archiv/2000/04/ph0004_176.pdf

http://jcm.asm.org/cgi/reprint/40/6/2187.pdf

ORAL ULCER (luka/lesi mulut) lain
Karena penyakit rongga mulut banyak, jika masih penasaran dapat membaca di sini serta membandingkannya.
http://www.mssm.edu/msjournal/65/11_schneider.pdf

Salam,
Julia Maria van Tiel

sumber: milis Sehat

Oh ya, kata yang baku ternyata seriawan, lho. Dalam KBBI (https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/seriawan) disebutkan bahwa kata sariawan tidaklah baku. Di situ sih diartikan sebagai n penyakit pada gusi, bibir bagian dalam, langit-langit mulut, atau lidah (tampak merah atau putih dan melepuh) .

Advertisements

3 thoughts on “Kenalan sama Sariawan

  1. Pingback: Time Will Heal | Leila's Blog

  2. Pingback: Diare yang menyeramkan | Leila's Blog

  3. Pingback: Muntah dan Diare yang Menyeramkan | Leila's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s