Memulai Blog Lagi

Dulu saya ngeblog di Multiply, penyedia layanan perpaduan antara blogging dan jejaring sosial yang akhirnya ditutup tahun lalu. Saya mulai ngeblog tahun 2006, untuk melampiaskan hobi menulis, juga sebagai sarana untuk mengabadikan memori. Saya dapat banyak teman baru yang asyik, bisa menjaga silaturahim dengan teman lama, juga beroleh beberapa kesempatan menulis di media lewat Multiply ini. Sekitar empat tahun kemudian saya mulai jarang posting. Keterbatasan waktu menjadi alasannya, karena kesibukan kerja semakin bertambah, juga saya kemudian hamil, melahirkan, dan mutasi ke Jakarta yang beban kerjanya lebih ‘wow’. Kebetulan di saat yang hampir bersamaan terjadi gonjang-ganjing di Multiply sendiri yang berujung beralihnya fungsi Multiply menjadi pasar online, sampai akhirnya resmi berhenti beroperasi.

Setelah punya anak, sebetulnya banyak yang ingin saya tulis. Hanya saja, apa nanti pembacanya tidak bosan, ya? Saya juga sempat dihantui ketakutan kalau akan terjadi kasus seperti yang dialami oleh salah satu kontak Multiply saya. Foto-foto keluarga di blognya diambil oleh orang tak bertanggung jawab dan digunakan sebagai kedok. Maksudnya, foto-foto itu diunggah ke akun facebook pribadi orang tersebut untuk mengesankan punya latas belakang yang jelas, sementara akun tersebut lantas digunakan untuk penipuan. Serem, kan? Pemanfaatan data pribadi kita untuk keuntungan atau bahkan sekadar keisengan oknum-oknum jahat seperti ini adalah salah satu risiko mencantumkan hal-hal yang bersifat pribadi di dunia maya. Memang bisa dibatasi sebagai langkah antisipasi, tapi tetap saja kita tidak pernah tahu jalan pikiran orang-orang iseng itu. Saya sendiri pernah mengalami dampak dari tersebarnya data di internet, bahkan akibatnya masih terasa sampai tujuh tahun kemudian… dengan cara yang cukup menyakitkan. Namun, kalau terus-menerus takut, susah juga, ya. Sementara teman-teman lain sudah move on ke blog barunya, ada yang kemudian sudah dapat kesempatan bisnis atau menulis buku dari situ, menang kontes ini-itu, punya dokumentasi yang rapi dan menarik tentang tumbuh kembang anaknya, bisa berbagi pengalaman, pengetahuan atau tips untuk membantu yang lain, saya masih begini-begini saja.

Maka, bismillah, saya membuat akun di wordpress ini. Ternyata memulai lagi ngeblog itu rumit juga, ya. Saya sampai berbulan-bulan membiarkan ‘rumah’ ini ‘lumutan’ karena bingung mau nulis apa. Mau cerita tentang Fathia buat kenang-kenangan kelak, nulis analisis ala mba Lita (http://litamariana.com/) dulu yang jadi role model saya pada suatu ketika, bikin kliping artikel-artikel menarik biar gampang kalau sewaktu-waktu cari atau link aslinya sudah mati (saya terinspirasi oleh https://keluargasehat.wordpress.com/ yang banyak mengumpulkan artikel kesehatan khususnya yang berbasis ilmiah/EBM dan https://sites.google.com/site/duniabermainattaya/ yang memudahkan membaca banyak materi parenting menarik termasuk rangkuman seminar online maupun offline), berbagi tentang bacaan meskipun sekarang saya lagi agak jarang bisa punya waktu untuk baca serius (jadi ingat Goodreads saya yang debuan :D), mencatat resep biar saya lebih rajin masak, nulis-nulis buat ikutan lomba/kontes/giveaway, atau apa?

Terus, mau fokus di satu tema alias masing-masing bahasan ada blognya sendiri, atau dicampur aja daripada nanti bingung mengelolanya? Belum lagi perkara ide tulisan yang suka muncul tiba-tiba, tapi eksekusinya melempem, gara-gara sibuk mikirin harus ada foto ilustrasi yang pas, nunggu sempat mindahin foto dari kamera dulu, belum ketemu tautan rujukan yang sahih, dan seterusnya. Nah, kebetulan sekali, beberapa waktu yang lalu sepupu saya menuliskan tips memulai blog di blog pribadinya. Yah, coba dari dulu, Mbak, kan saya nggak usah kelamaan ragu dan bimbang begini, hihihi. Jadi pengin mengulas nih, langkah-langkah mana yang sudah dan mana yang belum saya lakukan.

  1. Target Pembaca. Tentukan target pembaca utama blog kamu. Laki-laki atau perempuan? Berapa range usianya? Tinggal di mana? Apa hobi dan minatnya? —> Nah, ini saya juga bingung. Dari pengalaman sih, saya suka blog yang bisa memberi manfaat bagi pembaca. Yang kalau kita lagi bingung trus googling lalu merasa ‘aha!’ gitu begitu nemu tulisan yang membantu. Jadinya ya saya mulai dari hal-hal yang menarik minat saya dulu, dan apa yang menarik untuk saya biasanya akan menarik pula bagi…. sesama ibu muda, mungkin, ya?
  2. Nama. Nama blog ini susah-susah-gampang. Kecuali kalau kamu memang mau memakai nama kamu sendiri, coba cari nama blog yang benar-benar merepresentasikan konten blog sekaligus memberi “perasaan” tertentu. Kalau namanya pakai bahasa asing, usahakan jangan yang sulit ya.(….) Kalau sudah ketemu, langsung periksa apakah nama tersebut sudah dipakai orang lain. (…). –> awalnya saya mendaftarkan diri ke wordpress dengan nama diri, tapi kemudian kepengin nama yang lebih anonim, atau lebih mencerminkan isi…. dan berakhir dengan menjatuhkan pilihan ke nama ceritaleila. Sederhana, gampang diingat, terkesan mentok.
  3. Konten. Buat mapping konten blog kamu dengan menulis apa saja topik yang ingin kamu tulis nanti. (…) Membuat mapping seperti ini akan terasa banget manfaatnya saat nanti blog sudah berjalan dan kehabisan ide. Kita tinggal cek mapping yang sudah kita buat, dan biasanya nih baru sadar kalau ternyata kita sudah jarang membahas 2-3 topik tertentu. –> Iya juga, ya…. baiklah, akan mulai dibikin pemetaannya, mengingat saya juga sudah memutuskan blog ini bakalan ‘gado-gado’ isinya, sekalian biar rapi dan mempermudah pencarian (tapi terus terang nggak terpikir lho sebelumnya bahwa akan bisa digunakan juga untuk mencari ide).
  4. Hosting. (…) Berdasarkan pengalaman pribadi, saya lebih suka menggunakan blog hosting yang sudah ada daripada membangun sendiri (self hosted blog). Kenapa? Karena saya sudah nyaman dengan blog hosting tertentu dan saya mau memastikan kalau saya masih tetap bisa menjalankan blog saya meski web developer saya berhalangan. Blog hosting yang sudah ada, seperti WordPress, juga memudahkan saya untuk update melalui mobile. Selain itu, biasanya persiapannya pun jadi lebih singkat.🙂 –> alhamdulillah, pilihan saya ternyata tidak salah😀.
  5. Survey. Lakukan survey kecil-kecilan. Tanya teman-temanmu yang kamu tahu suka banget browsing blog dan punya minat yang sejalan dengan konten blog kamu. (….) Lebih bagus lagi kalau ada blog lokal yang punya benang merah dengan konten blog-mu. Selain untuk dipelajari, bisa juga buat diajak kolaborasi suatu hari nanti. –> Rasanya belum sejauh ini sih, tapi menarik juga buat dipertimbangkan ke depannya.
  6. Tampilan. Urusan tampilan ini penting sekali, karena sering jadi kunci orang akan tetap tinggal untuk terus membaca blog-mu atau memilih untuk segera keluar. Pikirkan warna-warna apa saja yang akan dominan. Seperti apa penempatan menu dan konten. Kalau bisa sih jangan terlalu sering mengganti tampilan blog supaya pembaca nggak bingung. Lebih baik urusan tampilan ini memakan waktu berminggu-minggu daripada buru-buru diluncurkan tapi dua bulan kemudian sudah ganti layout/scheme lagi. Oya, jangan lupa pikirkan tampilan di mobile, karena saat ini lebih banyak orang mengakses via mobile/tablet daripada PC. Nah, ini (lagi-lagi) kenapa saya lebih memilih blog hosting yang sudah ada daripada membangun dari awal.🙂 –> Idem, saya juga pengin sih yang cakep-cakep, yang canggih dan rapi juga menunya, tapi sementara ini yang simpel dulu aja deh. Soalnya saya lebih sering mengakses internet dengan ponsel, dan bete kalau ada blog yang ingin dibaca tapi tampilannya jadi berantakan, atau berat loadingnya, atau navigasinya membingungkan untuk tampilan mobile. Dan, tetep ya, pilih warna ungu😀. Harusnya lebih meluangkan waktu untuk personalisasi juga, ya. Biar tambah cakep hehehe.
  7. HOLD IT! Kalau semuanya sudah siap, saatnya mengisi blog, deh. Saran saya, lebih baik isi blog dengan beberapa post dulu baru luncurkan secara resmi, daripada hanya menulis 1 post “hello everyone” kemudian langsung cerita ke banyak orang kalau punya blog baru. 5-7 post sudah cukup untuk memberi gambaran akan seperti apa konten blog kamu selanjutnya. –> Saya juga sampai sekarang menahan diri dari mempublikasikan link blog bahkan di facebook/twitter sendiri. Paling-paling kasih link untuk syarat ikutan lomba😀. Alasannya lebih kurang sama, penginnya sih ada isinya dulu yang cukup memadai, pasang hiasan-hiasan apa kek, ngepel-ngepel dulu, rapiin barang-barang di rak sebelum membuka pintu buat tamu.
  8. Sebarkan. Nah, kalau sudah punya konten yang cukup, sudah mantap sama tampilan dan sisi teknisnya juga sudah beres semua, berarti sudah waktunya blog kamu disebarkan ke teman-teman dan khalayak luas. Caranya bisa macam-macam. Mulai dari yang simpel seperti memberi tahu lewat social media atau e-mail, sampai mengirim paket ke orang-orang tertentu yang kamu rasa cocok dengan blog-mu. Be creative!😉 —> Siap! Eh, tapi, nanti dulu kali ya, hehehe *mendadak minder*.

12 thoughts on “Memulai Blog Lagi

  1. aku jg dulu di multiply mba🙂 kegusur deh setelah mp tutup dan hijrah kesini. sama, aku jg awal mulai pake wp ini bingung bgt. pernah khusus semalaman buat ngutak atik wp ampe ga pengen tidur. yah lumayan lah sekarang rada enak diliat.

    salam kenal ya mba😉

    • Ada juga sih sebenernya motivasi kepuasan pribadi, maksudnya bersyukur gitu kalau dah berhasil nulis, soalnya kebanyakan berhenti di angan-angan hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s