[Kliping] Bahayanya Third-Hand Smoker

Wednesday, September 24, 2014

Stop Merokok Demi Anak

Ingin tahu apa lagi kejahatan rokok? Simak tulisan berikut yang memuat wawancara dengan saya di http://health.detik.com/read/2014/03/24/105635/2534413/763/terpapar-residu-asap-rokok-ayahnya-bayi-ini-meninggal-kena-pneumonia

Terpapar Residu Asap Rokok Ayahnya, Bayi Ini Meninggal Kena Pneumonia

M Reza Sulaiman – detikHealth

Senin, 24/03/2014 11:07 WIB

Jakarta, Jangankan menghirup asap rokok, menghirup residu atau endapan racun dari asap rokok juga berbahaya bagi anak. Seorang mantan perokok aktif mengaku telah mengalaminya sendiri, sang anak meninggal meski ia selalu merokok di luar rumah.

Pengakuan tersebut disampaikan seorang pria di sebuah forum online. Pria yang menggunakan akun 05072013 tersebut mengisahkan, anaknya meninggal akibat pneumonia atau radang paru-paru akut di usia yang masih sangat muda, yakni 1 tahun. Sama seperti kisah tentang Keanu, pengakuan pria ini juga tersebar luas di jejaring sosial.

“Gua mantan perokok gan (perokok aktif selama 18 thn). Anak gua cewek hanya bisa genap usianya 1 tahun 10 hari, wafat di vonis radang paru-paru akut (pneumonia) krn ayahnya ngerokok. bukan ngerokok di sebelah anaknya (gua klo ngerokok pasti keluar rumah), tetapi menghirup racun-racun nikotin dari baju ayahnya saat kondisi menggendongnya setelah barusan merokok :sedih,” demikian kutipan pengakuan sang ayah, yang kepada detikHealth tidak bersedia mengungkapkan identitas aslinya.

Kisah-kisah semacam ini dinilai tidak terlalu mengejutkan bagi dokter yang juga penulis buku kesehatan anak, dr Arifianto, SpA. Menurut dokter yang akrab disapa dr Apin ini, orang tua yang merokok tetap membuat anak berisiko terkena penyakit paru-paru meski sudah membatasi untuk tidak merokok di dalam rumah.

“Asap rokok itu efeknya sampai 10 meter. Jadi walaupun di luar rumah tetap ada risiko asap masuk ke dalam,” kata dr Apin saat dihubungi detikHealth, seperti ditulis Senin (24/3/2014).

Risiko tersebut merupakan efek dari residu racun rokok, yang menempel di baju maupun benda, gorden, seprai, dan sebagainya. Seseorang yang terpapar racun rokok dengan cara demikian disebut sebagai third hand smoker. Bahayanya sama seperti second hand smoker, yang oleh orang awam sering disebut perokok pasif.

“Tetap saja (berisiko) biar merokok di kantor atau di perjalanan tetapi baru masuk rumah langsung peluk, gendong, atau cium anak tanpa mandi, bersih-bersih dan sikat gigi dahulu,” ungkap dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan menunjukkan peningkatan prevalensi perokok pada tahun 2007, 2010, dan 2013 berturut-turut meningkat dari 34,2%; 34,7% dan akhirnya 36,3%. Tak hanya itu, dari 92 juta orang perokok pasif, 43 juta di antaranya anak-anak dan yang paling menyedihkan dan memprihatinkan adalah 11,4 juta dari anak-anak ini masih berusia balita.

http://arifianto.blogspot.com/2014/09/stop-merokok-demi-anak.html

=====================================================================

Papa Suka Merokok, Paru-paru Keanu Sama Rusaknya dengan Perokok Aktif

M Reza Sulaiman – detikHealth

Senin, 24/03/2014 10:03 WIB

Jakarta, Pengakuan tentang bahaya asap rokok pada anak beredar di dunia maya. Seorang balita mengalami masalah paru-paru karena ayahnya merokok. Hasil rontgen menunjukkan, paru-paru anak tersebut sama rusaknya dengan perokok aktif. Wah kok bisa?

Berita tersebut beredar di media sosial Path, Instagram dan juga Twitter. Seorang ibu dengan nama Dinda Lazuardi mengisahkan bahwa anaknya, Keanu (2), mengalami masalah di paru-paru. Dinda menuduh kebiasaan merokok sang suami sebagai penyebabnya.

Astagfirullah..ternyata ada masalah kecil di paru2 keanu dan hrs mulai pengobatan 6 bln! Hasil rontgen paru keanu sama kya perokok aktif! Papahnya selalu ngeroko dkt anak2 pdhl udh sering diomongin ratusan kali!!” demikian potongan postingan Dinda di Path.

Potongan kisah tersebut tersebar luas di berbagai jejaring sosial. Di situs microblogging twitter, komunitas-komunitas anti merokok seperti @BebasRokokID dan @projectJernih juga turut me-retweet screen-shot dari akun Path Dinda tersebut.

Beberapa orang mungkin menganggap kesaksian ini berlebihan, namun tidak demikian halnya dengan dr Nastiti N Rahajoe Sp.A(K). Menurut pakar penyakit paru pada anak ini, secara umum memang balita dan bayi lebih rentan terhadap penyakit apapun, termasuk penyakit akibat asap rokok.

“Balita kan daya tahan tubuhnya belum sempurna, imunitasnya juga, makanya dampaknya bisa lebih besar daripada ke orang dewasa,” papar dr Nastiti, ketika dihubungi detikHealth dan ditulis, Senin (24/3/2014).

Sementara itu, dr Darmawan B. Setyanto, Sp.A(K), ahli pernapasan anak dari RS Cipto Mangunkusumo mengatakan bahwa sebenarnya batuk atau sesak di dada itu memang tidak semata-mata akibat asap rokok. Namun ia tidak memungkiri bahwa gangguan ini bisa dipicu oleh efek tidak langsung dari asap rokok.

“Asap rokok itu merusak dinding saluran napas. Sehingga memudahkan kuman-kuman penyakit masuk ke dalam paru-paru atau saluran napasnya. Kuman TB (Tuberculosis), bronkitis atau bisa menyebabkan radang di tenggorokan,” papar dr Darmawan.

Asap rokok orang lain (AROL) telah terbukti berbahaya bagi orang lain. Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementerian Kesehatan pada tahun 2010 menunjukkan terdapat sekitar 92 juta orang perokok pasif, terdiri dari 62 juta orang perempuan dan 30 juta orang laki-laki. Sementara itu, 43 juta anak-anak terpapar rokok setiap harinya, dan yang memprihatinkan adalah 11,4 juta dari anak-anak ini masih berusia balita.

======================================================================

Surat terakhir buat kaka

Ka, mamih ga tau mau nulis apa tentang kaka. Mamih masih belum percaya kaka kembali lagi ke Allah. Mudah2an dengan cara mamih nulis ini bisa ngobatin kekosongan hati mamih.

Ka,

Mom nunggu kaka ada di rahim mom ampir setaun, yup 11bln. Mom sama pap sabar menunggu, apalagi dari kita yang awalnya satu atap, trus jd misah kota kita tetep berusaha. Awal-awal nikah sama pap, mom kena vertigo, dan itu mom kosumsi obat terus2an. Nikah sama pap, resign dari kantor rehat karena vertigo dan kembali kerja lagi, kita tetep usaha. Akhirnya pap di Bandung mom di JKT, dengan insentisas ketemu yang kadang 2minggu sekali ato sebulan sekali.

Ka,

Haid mom ga pernah telat, makanya pas tau telat 3hari rasanya kaya ga percaya, iya gt mom hamil ato kecapean biasa. Kantor mom yang lumayan jauh sebulan sebelum hamil ditempatin di deket rumah, yang ga perlu cape diperjalanan mungkin ngebantu rahim mom jadi bekerja dengan bagus. Pas tau telat, mom ke Bandung kabarin pap. Jangan tanya gimana perasaan kita pas tau alat tes kehamilan menunjukan 2 garis merah.

Ka,

Selama hamil, alhamdulilah mom dikasi syukur sama Allah menikmati yang namanya mual dasyat. Masuk makanan ato air sedikit langsung muntah. Di kantor juga sama, padahal kamar mandi itu dilantai bawah. Alhamdulilah mom ga pernah ijin ga masuk kerja sampai kaka lahir, sekali itu pas om Wiwip nikah, itu juga hari sabtu yang ga padat kerjaannya. Pas bulan ke 7 USG di bidan dan bilang BB kaka kecil, dan iseng nanya apa bener klo minus besar (kurleb -9) itu perlu caesar dan ga boleh normal, mom sama pap kaya kesamber geledek. Kami berencana normal, dan ga nyiapin duit untuk caesar dari awal. Tapi kata pap, yang terbaik buat mom sm kaka, kalo perlu caesar ya gpp, pap akan tambah giat bekerja. Giat bekerja dalam arti ga ketemu kita sering2, ktm cm sebulan sekali.

Ka,

Karena tau mau caesar, kita pilih tanggal tapi tetep di sesuain dengan minggu aman klo lahir. Kaka lahir dengan nama FATHISYA QUEENA MIKAILA (ratu pertama dan pelengkap pembawa rizki) pada tanggal 10 November 2010 dengan BB 2.8 panjang 47cm jam 8 pagi. Mom tenang banget pas hari H karena sudah byk denger cerita kalo di anestesi harus tenang, bla bla bla. Tapi kenyataan pasca melahirkan yang bikin mom shock. Karena rujukan dari bidan rumah sakit pun ga kaya rumah sakit ibu dan anak biasa. Tapi kerjaan mereka rapih. Setelah melahirkan mom blm ktm kaka, cm mantau dari foto2 pap sama tante2 kaka. Besoknya baru ketemu kaka dan nyusuin kaka, oooh ga susah sama sekali, kolestrum pun kaka dapat. 2hari di rumkit kita balik ke rumah bidan, dan di bidan kita dilepas sama sekali. Mom sama pap gantian ganti popok kaka, dan mom yang harus nyuci popok klo kaka pup ke kamar mandi dengan kondisi jaitan yang belum kering itu kaya…. (Isi sendiri ka).

Ka,

Kaka tumbuh dengan pesat, dari bayi kecil menjadi bayi yang pipinya chubby sampai kaka wafat. Mom kembali bekerja, dengan tetap kasi ASIX ke kaka, yup pompa di pantry bersama orang2 kadang bapak2 yang lagi makan siang. Cuma karena keadaan yang ga memungkinkan, karena uti jadi sering sakit, tensinya suka naek, mom ga tega dan memutuskan resign disaat kaka mau MPASI dengan memasak sendiri tanpa membeli makanan instant.

Ka,

Kalo cerita sama temen2 mom, mom ga pernah bilang kaka ga bs diatur lah, kaka nakal lah, ga! Karena klo ngucapin itu secara ga langsung doa dari orangtua ke anaknya. Mom selalu bilang ” kaka, yang pinternya kelebihan “. Kaka merangkak di 9bln, tanpa babywalker samsek. Kaka bisa jalan di 12bln. Inget pas mom sama pap ngajak kaka ke Bali, buat rayain ulangtaun kaka. Kita komit, ngajak kaka pas kaka udah bisa jalan. Alhamdulilah kesampean. Udah bisa ajak kaka naek pesawat, udah ngajak kaka liat pantai meski takut, ke kebun binatang yang mom bilang paling bagus, tapi katanya Malang juga bagus nak, dan rencananya bulan depan mau ke Malang kan?

Ka,

Barengan sama kaka lancar jalan, lancar juga bicara kaka. Mom komit ga boleh ngajarin kaka ngomong cadel, nakut2in kaka sesuatu biar nurut. Ga! Makanya mom bangga kaka jadi sosok yang pintar, ngerti, nurut dan pemberani. Apalagi kalo liat yang seumuran kaka ngomongnya belum selancar kaka itu bikin mom bangga sama kaka. Anak mom emang paling pintar.

Ka,

Dari panggilan ke mom sama pap, dari awal enyim sama ayah, akhirnya kaka bisa manggil mamih sama papih itu udah bikin kita seneng. Kaka jarang nangis, selalu bikin mom marah dengan kekonyolan kaka, selalu ketawa kalo abis ngelakuin yang bikin mom marah.

Ka,

Ntah sebulan sebelum kaka ninggalin mom, ada perasaan aneh yang jadi tanda tanya. Kaka ga mau dipegang sama orang deket kecuali orang rumah, selalu bilang ” mau sama mamih”. Kaka mulai sering batuk pilek, ilang timbul. Nafsu makan jg on off dari kaka setaun. Pas ulangtaun pernikahan mom sama pap yang ketiga, kita ajak kaka ke Sukabumi, nemenin pap kerja. Kaka seneng banget bisa berenang di kolam ga mau selesai. Dapet temen baru lagi. Pulang dari Sukabumi ke Jakarta lanjut Cirebon. Kaka sehat, ga nunjukin kalo sakit. Cuma batuk aja kalo malam.

Ka,

Pertengahan april mom nyoba ke dsa, ngecek kenapa kaka klo batuk pilek ilang timbul, klo kaka panas kenapa cuma kepala, telapak tangan, dan telapak kaki tapi suhu normal, trus kulit kaka suka ga mulus. Ada bentolan merah yang kadang ilang sama timbul. Dokter bilang kaka alergi. Apalagi alergi susu sapi, klo susu sapi mom udah tau, karena kalo nyoba UHT pasti kaka pupnya lgs ngaco. Tapi baru tau kalo mom jg harus puasa dairyfood, semua yang dari susu ga boleh dimakan karena mom masih nyusuin kaka. Seminggu berselang kaka masih batpil. Mom inisiatif nebu kaka, 3x nebu berturut2, katanya udah mendingan tapi dibilang dahak kaka kentel udah nutupin jalan ke paru2, tapi sekarang udah enakan tinggal yg di bawah leher. Abis nebu kaka jg belom sembuh, obat abis mom balik ke dokter lagi, dikasi obat lagi dan disuruh nebu. Dokter bilang juga udah bersih. Nebu 2x abis itu kita ke Bandung. Maenan kaka udah dibawa ke sana semua. Sambil nunggu obat abis juga. Pohon depan rumah kita tebang abis biar matahari bisa masuk tanpa permisi ke rumah.

Ka,

Seminggu sebelum kaka ninggalin mom, kita nginep di rumah tante mom, mbah nya kaka sampai hari minggu karena pap keluar kota. Oia ka, pap juga udah berhenti rokok loh, mom bangga sama pap, bisa ngalahin egonya dengan berhenti jadi peroko aktif yang rokonya ga pake filter itu. Hari minggu tiba2 kaka panas tinggi banget, tapi tetep mo kaka sakit gimana juga kaka tetap ceria, ketawa2 ga nangis ato rewel. Dijemput pap, langsung pulang kerumah. Panas kaka on off. Salah kita, kita udah pake masker karena kita bertiga kena flu semua, tapi tidur tetep bertiga.

Ka,

Hari selasa pas pap ulangtaun, mom punya ide makan diluar. Rencananya bareng sama tante2nya kaka, tapi karena tante dede lg UAN, ya ga jadi. Terus karena kita lagi sibuk pindah KTP ke rumah kakek, ya udah ajak om Yogi adiknya pap makan2. Sempet kaka diam di mobil, tapi pas mom tanya kenapa kaka cm senyum. Mom seneng kaka ketawa2 pas kita makan malam, di foto kaka begitu manja sama mom, dan itu jadi foto terakhir kita.

Ka,

Pulang dari makan, kaka tidur ga nyenyak. Akhirnya mom ikut begadang juga. Keesokan hari kaka udah kaya biasa aja, pagi2 jalan pagi sama pap naek sepeda sambil disuapin pap, mom beresin rumah. Ya biasa aja. Cuman karena mom ga tidur jadi rada ngdrop badannya. Pas pap tinggal kerja, kaka mulai ngerasa ada yang ga enak di badan ya? Kaka mulai kaya kesakitan, manja ga mau diturunin. Mom bingung ka, apalagi kaka minta naek bajay. Bandung ga ada bajay kan ka? Akhirnya setelah jalan dpn rumah mom mutusin buat nyewa becak muterin komplek. Disitu kaka udah lemes, diem aja. Mom tanya mana yang sakit kaka diem aja. Sore pas pap pulang kerja, kita langsung bawa kaka ke dokter klinik, yup mom lagi ga megang uang banyak ka. Kata dokter kaka kena brontitis. Langsung mikir kenapa kaka batuk kalo malem, trus kaka ga bisa gemuk2. Disitu muka kaka udah pucet. Masya Allah nak, mom ga pernah liat kaka kaya gitu sebelumnya. Pulang ke rumah kaka ceria tapi lemes, makan minum obat abis itu muntah. Muntah ketiga kali hari itu.

Ka,

Pas mom ngedenger kaka napas cepet, detak jantung kaka cepet, dan kaka diem aja, mom bingung. Atas saran mamem, mamanya tante delin, mom langsung bawa kaka ke rumah sakit. IGD nak, serem bayanginnya. Disitu kaka langsung dibantu kasi oksigen sama dokter jaganya. Ya, mom tau kaka udah trauma sama selang napas itu karena nebu yang kemaren. Kaka berontak, tapi muka kaka tambah pucat. Apalagi pas dokter bilang kaka harus dirawat diruang ICU khusus anak. Masya Allah nak, mom sama pap ga tau kudu gimana. Pas tanya ruangan dan harga kamar plus obat2an pengen pingsan denger harganya apalagi dikasi tau kamar yang tersedia cuma VIP. Sampai bilang, dok kami ga sanggup dengan harganya. Akhirnya dokter nyaranin kasi rujukan ke rumah sakit lain. Alhamdulilah ada om Yogi, dia yang mondar mandir cari kamar kosong di rumah sakit lain. DP yang harus dilunasi bikin kami shock. Tapi ngeliat kaka yang berontak trus tenang pas oksigen masuk terus berontak lagi. Dokter jaga bilang detak jantung kaka cepet ga wajar kalo anak bayi segini. Akhirnya ada teman yang udah kami anggap sodara, meminjamkan uang (u know who u are). Kami memutuskan kaka ditangani disitu apalagi kabar dari om Yogi semua kamar rujukan penuh.

Ka,

Pas kaka diinfus, kaka cuma bilang “mih, sakit ya?” tanpa tangisan ato teriak pas jarum masuk. Kaka dibawa ke ICU mom cuma bisa tenangin kaka, tapi mom nyesel ga sempet meluk kaka, cium kaka pas kaka mo masuk ruangan. Dan baru tau mom sama pap ga bs ktm kaka sesering mungkin. Jam 12 malam kaka masuk ruangan, ga lama mom sama pap dipanggil dokter jaga yang bilang kaka butuh alat bantu buat nafasnya, karena kaka mulai biru bibir dan kuku kaki karena kurang oksigen. Masya Allah nak, liat kaka berontak gitu mom pengen bawa kaka kabur aja. Dikasi tau harga mesinnya kita udah iya2 aja trus tanda tangan form. Sejam berselang, dokter anak yang malam manggil kita. Yup, kita dimarahin ka, pas disuruh ceritain kronologis kaka sakit. Masya Allah, mom sama pap bingung, kaka pernah keliatan sakit, kaka sehat2 aja,  kaka ceria, kaka makin pinter dibilang kaka kena Broncopneunomia akut (BP). Sejenis peradangan di paru2, jadi paru2 kaka ga bs bekerja maksimal karena ketutup lendir dan virus bakteri apalah itu. Sempet ditanya siapa yang ngeroko dirumah, mom bilang ga ada, bapaknya ngeroko ga pernah didepannya, dan udah berhenti meski baru sebulan. Pengen pingsan pas dokter bilang ini ga mungkin baru, pasti udah lama sakitnya. Masya Allah dok, kalo kita tau dari awal pasti kita udah berobat, anaknya aja ceria gitu, pucet sama rewel pas mo dibawa kerumah sakit aja. Sekilas liat kaka diem di tempat tidur dibelakang kita pas dipanggil dokter itu rasanya kaya.. Ah sudahlah. Kaka udah disana diem, mata setengah melek, selang ada di mulut, hidung, infus kanan kiri. Sejam kemudian mom dipanggil buat tanda tangan transfusi darah karena HB kaka rendah banget. Mom cm bisa kasi semangat ke kaka yang diem karena obat tenang, karena kata dokter kaka berontak terus.

Ka,

Hari kamis siang pas jam besuk dan itu cuma sejam, mom sama pap gantian nemuin kaka. Ya Allah nak, maafin kami ya, kami ga bisa apa2. Kaka nunjukin kalo dy minta tolong, dy gerakin semua infus dan ikatan di kedua kakinya. Mom ga kuat liat kondisi kaka. Masya Allah. Mom cuma berusaha senyum kasi semangat di depan kaka, Alhamdulilah kaka masih ngerespon, mom nyuruh kaka salam chibi pun kaka masih bisa dengan gerakin tangan meskipun tangan penuh infusan dan tranfusi. Mom ajak nyanyi kaka jg masih ngerespon, oia di mulut kaka dikasi plastik gt, karena kaka gigitin bibir kaka ampe bedarah. Mom sempet ngomong ” kaka mau nenen?” Kaka ngangguk. ” Kaka bau asem, belom mandi ya? ” Kaka ngangguk. Satu persatu orang yang masuk liat kaka keluar ruang ICU langsung nangis. Semua orang ga ada yang nyangka. Doa terus kami panjatkan nak. Jam besuk kedua kita ketemu kaka, cuma disitu kaka ga berontak lagi kaya tadi siang. Mom sempet minta maaf sama kaka “maafin mamih sama papih ya ka?” Kaka ngangguk. Mom suruh “mana mata genitnya?” Kaka kedipin mata. Keluar dari situ kami ga tenang, pas malam mencoba nelp ke dalam apa kaka udah tidur, kata orang dalam belum tapi ga segelisah kaya tadi. Gimana mau tidur, kaka biasa tidur sama mom, selalu nenen kalo mo tidur, sekarang disuruh tidur sendiri di ruangan yang asing.

Ka,

Hari jumat kita nunggu dipanggil dokter. Karena kata mereka kalo ga dipanggil berarti aman. Ruangan kita cuma dibatasin tembok ka, dan ada celah kecil yang nunjukin alat2 kaka. Mom tau kaka kalo ga tenang, karena tiang2 itu goyang. Dokter datang jam 9 pagi, pas mom ngintip dokter ko mukanya tegang gitu, ya Allah kak itu rasanya pengen tau kenapa. Akhirnya dokter manggil, ngasi tau lah ini itu. Dokter bilang virusnya udah nyebar ke semua, anti biotik yang dikasi ga bereaksi, obat panas pun sama, ampe yang dimasukin lewat dubur juga ga bereaksi, udah nyerang ke pengatur suhu badan kaka di otak. Obat tenang pun sama. Diliat dari tempat tidur mata kaka ditutupin kasa, mom tanya karena mata kaka ga tidur takut kering kata dokter. Panas kaka ga turun2 ampe 41 derajat. Dokter inisiatif mo kasi asi nyoba apa kaka bereaksi dan turun ga, iya mom tetep mompa dan nitipin asi sebelumnya kaka puasa biar paru2nya bersih. Dokter nunjukin hasil lab pas kaka datang sampai kaka dirawat. HB kaka udah normal berkat tranfusi, tapi darah putih kaka tinggi banget, jadi makanin darah merah yang suplai buat oksigen ke otak. Bakteri dan virus kaka banyak banget, maafin mom sama pap ya ka, ga tau itu bakteri sama virus darimana, yang mom ngerti ada virus dari rokok juga! I hate ciggarate or smoker!!!! Dokter cuma bilang harapannya tipis, semoga anak ibu bisa bertahan.

Ka,

Mom udah keilangan arah ka, ga ngerti mo ngapain selain berdoa dan memohon ampun dan semoga diberi kesempatan kedua. Kerabat, sodara sampai temen sma pap datang ga henti2 buat kasi support. Kung juga datang, sengaja ijin meeting buat ke Bandung. Apalagi mom tiba2 keluar flek lagi, aaaah sebel. 10 menit sebelum jam besuk dibuka dokter panggil mom sama pap. Dan melihat pemandangan yang selama ini kami liat di sinetron terjadi di depan mata. Kaka terbujur diam, suster2 neken dada kaka supaya kaka bertahan. Itu rasanya kaya, …

Masya Allah,

Mom cuma diam terpaku, ngeliat kaka dibantu suster, ngeliat mesin itu kadang flat kadang muncul detak jantung. Ngeliat mesin itu nunjukin angka 0 dan pas angka di mesin nunjukin detak jantung kaka ada, ilang, ada. Mom bisikin 2 kalimat syahadat, mom bacain Al-Fatihah, nyuruh pap azanin kaka. Tapi Allah berkendak lain. Setengah jam kaka dibantu suster, dibantu obat tapi kaka ga selamat. Dokter minta mom sama pap mo diterusin ato ga, akhirnya kita mutusin ga, ngeliat kondisi kaka yang kami masih ga ngeh kalo kaka sebenernya udah ga ada.

Tepat dzuhur ka, pas hari jumat setelah shalat jumat selesai, kaka ninggalin kami. Kaka terbujur diam di ruangan jenazah layaknya kaka lagi tidur dengan mata sedikit terbuka, bibir biru, dan luka bekas selang2 itu. Satu persatu kerabat, sodara datang menengok. Mom ga bisa nangis ka, ga bakal nyangka kaya gini.

Ada kejadian yang masih mom ga ngerti, pas mata kaka sedikit terbuka, mom cuma bilang, “kaka nunggu siapa nak? Semua udah dateng”. Berusaha nutup matanya tapi ga bisa. Kepalanya masih anget tapi seluruh badan dingin, yup masih ada pengaruh obat didalamnya. Pas ashar pap masuk dan bilang semua administrasi sudah selesai, semua sudah dibayar, dan mom sempet gendong kaka untuk terkahir kalinya, ga lama kaka merem. Masya Allah, kaka anak baik,  tau kesusahan orang tuanya, menunggu sampai kewajiban dilunasi.

Uti gendong kaka dari ruang jenazah sampe mobil. Mom ga mau pake ambulan, biar kaka pulang naek mobil kaka, mobil yang sengaja kung beli biar kaka ga kepanasan kalo jalan2, biar kaka ga naek taxi kalo ke mall.

Semua begitu cepat, nyampe rumah di Malabar, kaka dimandiin, iya yang mandiin ustad, pap yang mangku kaka, uti yang nyabunin, mom yang bersihin muka kaka. Kaka disholatin, terus dikubur.

Azan magrib mengiringi tanah itu menutupi badan dan raga kaka.

Ka,

Sampai sekarang meskipun mom udah bisa tersenyum, mom udah bisa ketawa tapi setiap mom buka mata, setiap mom menghela nafas, setiap mom diam langsung ingat kaka. Kadang yang keinget kejadian di ruang icu. Kaka udah datang lewat mimpi ke orang2, mom tau pasti kaka mo nunjukin kalo kaka udah bahagia disamping Allah, kaka udah senang ga sakit lagi dan ga perlu minum obat. Tapi mom masih, ….

Semua orang berusaha menenangi mom, bilang tar kaka yang nunggu kami di surga, udah punya tabungan di surga, bilang jangan ditangisin terus kasian tar kaka sedih, kaka ga tenang. Mom cuma mo bilang makasih, tapi jangan larang mom buat bersedih ato menangis. Doa selalu mom panjatkan. Andai orang itu pernah rasain yang mom sama pap rasain, kehilangan anak, belahan hati yang kami tunggu. Mom yang selalu takut melihat proses pemakaman harus bisa kuat melihat anak sendiri yang dimakamkan. Melihat dimandiin, disholatin hingga dikubur. Masya Allah.

Ka,

Mom tau kaka ngawasin mom sama pap dan keluarga yang deket sama kaka, ato yang belum pernah ketemu kaka tapi kaya udah kenal kaka. Bantu mom sama pap ya ka, bisa lewatin ini semua. Mom sama pap sayang banget sama kaka.

“Dah mamih, mo naek awat, gih yuk mih” mom jadi inget pas kaka ngambil sepatu trus ngajak pergi mom naek pesawat beberapa hari sebelum ke bandung. Alhamdulilah, makam kaka dilewatin pesawat, sama kedengeran bunyi kereta. 2 angkutan publik yang kaka suka. Meskipun mom ga sempet kabulin kaka minta naek bajay, mom tau kaka di alam sana udah naek bajay yang indah banget.

Ka,

Ini surat terakhir mom buat kaka. Maafin mom cm bisa sekali seminggu nengokin rumah kaka, maafin mom yang cm bs bantu doa buat kaka, maafin mom kalo masih ada keinginan kaka yang belum terpenuhi, maafin mom yang bisa nyusui kaka cm 18bulan. Maafin mom sama pap yang belum bisa jadi orang tua terbaik buat kaka. Baik-baik ya nak, tunggu kami di surga. Insha Allah kejadian ini bikin kami lebih dekat lagi sama Allah, biar kaka bisa yakinin Allah mom sama pap udah kasi terbaik buat kaka. Dan ketemu kaka di surga. Mom sama pap sayang kaka selalu dan selamanya.

http://fikihfikih.blogspot.com/2012/06/surat-terakhir-buat-kaka.html

======================================================================

Merokok saat Tidak ada orang lain gak masalah? Pelajari dulu : Third Hand Smoke (THS) ! by F.B.Monika

Banyak perokok/active smoker yang sudah mulai sadar akan tindakannya dapat membahayakan kesehatan perokok pasif/passive smoker atau disebut juga secondhand smoker. Jadi contoh perilaku para perokok aktif itu misalnya pindah ke ruangan lain di dalam rumah untuk merokok atau merokok dalam rumah saat tidak ada orang lain di dalam rumah/ruangan tersebut.

Lalu sudah hilangkah semua bahayanya bagi orang lain? Akan saya paparkan mengenai Third Hand Smoke (THS). Sebelumnya akan dibahas sedikit mengenai Second hand smoke.

Apakah secondhand smoke itu (SHS)?

Secondhand smoke  (SHS) dikenal juga dengan istilah Environmental Tobacco Smoke (ETS).

SHS adalah gabungan dari 2 bentuk asap yang berasal dari tembakau yang dibakar.

1. Asap sidestream : Asap dari rokok, cerutu yang dinyalakan.

2. Asap mainstream : Asap yang dihembuskan oleh perokok.

Awalnya saya berpikir 2 hal tersebut sama aja, ternyata tidak. Asap sidestream memiliki karsinogen (cancer-causing agents) dengan konsentrasi yang lebih tinggi serta lebih beracun/toksik dibandingkan asap mainstream terutama asap sidestream di ujung/saat rokok sudah mau habis. Selain itu partikelnya lebih kecil dari asap mainstream, akibatnya asap sidestream tersebut makin mudah masuk ke paru-paru dan sel-sel tubuh. Ketika orang yang tidak merokok menghirup SHS maka dinamakan Perokok pasif/involuntary.

Masalah Kesehatan Apa yang ditimbulkan oleh Secondhand Smoke/SHS ?

Asap rokok merupakan gabungan dari gas dan partikel2.  Senyawa berbahaya ini dapat bertahan berada di udara selama sekitar 4 jam.  Makin lama menghirup SHS, makin tinggi senyawa berbahaya ini di dalam tubuh. Asap rokok mengandung >4.000 senyawa kimia. Lebih dari 250 senyawa kimia ini telah diketahui berbahaya dan paling tidak 50 diantaranya menyebabkan kanker seperti kanker paru-paru. Senyawa2 kimia ini termasuk ammonia, acrolein, carbon monoxide, formaldehyde, hydrogen cyanide, nicotine, nitrogen oxides, polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs), sulfur dioxide (U.S. Department of Health and Human Services 2006). Terdapat bukti yang menghubungkan SHS dengan penyakit2 berat lainnya seperti lymphoma , leukemia, tumor otak pada anak2 dan kanker larynx (kotak suara) , kanker payudara, penyakit jantung coroner dan peningkatan resiko stroke.

Bagi wanita hamil, selain berbahaya bagi wanita hamil tersebut, juga berbahaya bagi janinnya. Meningkatnya resiko placenta previa,  keguguran (miscarriage), janin meninggal di dalam kandungan (stillbirth) dan kehamilan ectopic. Menghirup SHS menurunkan kadar oksigen yang tersedia bagi Ibu dan bayi , meningkatkan detak jantung bayi, meningkatkan kecenderungan bayi lahir dengan berat badan rendah dan atau lahir prematur. Juga terdapat kasus dari orang tua yang merokok sebelum dan setelah kehamilan memiliki bayi dengan penyakit hepatoblastoma.

Khusus bagi bayi & anak-anak yang menjadi perokok pasif, bahayanya adalah sebagai berikut :

1. Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), resikonya meningkat pada bayi yang Ibunya merokok

2. Asma : SHS dapat memicu serangan asma pada anak yang penderita asma

3. Masalah pernapasan seperti batuk – bronchitis, pneumonia

4. Terhambatnya perkembangan paru-paru

5. Meningitis

6. Otitis media / Infeksi telinga tengah

7. Iritasi mata dan hidung

8. Meningkatkan kecenderungan anak kelak akan menjadi perokok!

Sekarang saya masuk membahas Thirdhand smoke (THS).

Istilah thirdhand smoke pertama kali muncul tahun 2006 tapi baru dikenal luas tahun 2009 ketika Jonathan Winickoff, seorang associate professor of pediatrics di  Harvard Medical School & koleganya mempublikasikan paper mengenai bahaya THS. The New York Times menyebutkan bahwa THS (Third Hand Smoke) adalah racun berbahaya, kontaminasi residu dari tembakau yang tidak terlihat (tapi masih dapat tercium) , yang menempel pada baju, rambut perokok (aktif) juga termasuk permukaan karpet, kasur, bantal, sofa dll.

Komponen Third Hand Smoke/THS yang telah diidentifikasi hingga saat ini adalah nicotine, 3-ethenylpyridine (3-EP), phenol, cresols, naphthalene, formaldehyde, dan tobacco- specific nitrosamines (Destaillats et al. 2006;Singer et al. 2002, 2003, 2004; Sleiman et al. 2010b). Penelitian tahun 2002 menemukan bahwa racun2 ini dapat kembali terlepas ke udara dan bergabung membentuk senyawa berbahaya dalam kadar tinggi dalam waktu yang lama setelah perokok meninggalkan ruangan tersebut. Menurut Surgeon General’s Report tahun 2006, tidak ada ambang batas aman dalam menghirup/terpapar asap rokok.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan bulan February 2010 menemukan bahwa THS/Thirdhand smoke menyebabkan pembentukan karsinogen. Nikotin dapat berada di permukaan selama berhari2 bahkan berminggu2, jadi karsinogen terus terbentuk sepanjang waktu, yang kemudian dapat dihirup/ tertelan dan kemudian diserap tubuh.

Siapakah yang paling beresiko terpapar THS ini? Tentu saja anak2! Bayi dan anak-anak sangat rentan terkontaminasi karena mereka tidak dapat mengontrol memasukkan tangan ke dalam mulut mereka pasca menyentuh permukaan yang terkontaminasi. Oleh karena itu sangat penting dan mendesak sekali untuk menyediakan tempat bebas asap rokok dan di tempat umum disediakan tempat khusus untuk merokok.

I don’t hate you Dear SMOKERS, I just hate What You Do With The Cigarettes :

Apa yang dapat kita (Bukan Perokok) lakukan untuk menghindari SHS (Secondhand Smoke) & THS (Thirdhand smoke) ?

Beberapa saran berikut mungkin dapat menolong mengurangi atau bahkan mengeliminasi diri kita dan anggota keluarga dari SHS & THS :

1. Mintalah tamu yang mau merokok untuk merokok DI LUAR RUMAH dan menggunakan jaket sehingga racun2nya tidak menempel langsung di baju (nanti jaketnya diletakkan di luar rumah).

2. Bukalah jendela, pasang kipas angin / intinya menjaga aliran udara-ventilasi dengan baik baik di rumah (terutama kamar) dan di tempat kerja.

3. Jangan letakkan asbak dalam rumah.

4. Seluruh anggota keluarga yang merokok dilarang merokok di dalam rumah, dan ketika masuk ke rumah pasca merokok, sikat gigi, mandi dan ganti baju. Bila tidak bisa, maka cuci tangan, sikat gigi dan ganti baju.

5. Bila bertamu ke rumah perokok bersama bayi/anak2 dan anda mencium bau rokok di dalam rumah, cobalah memperpendek waktu bersilaturahmi di dalam rumah dan dilakukan pembicaraan di luar rumah , bila memungkinkan.

6. Jika merokok diijinkan di tempat kerja anda, bicaralah ke HRD tentang memodifikasi aturan merokok di tempat kerja, paling tidak mengupayakan ruangan khusus merokok.

7. Pilihlah bekerja dengan pekerja yang tidak merokok – jika memungkinkan.

8. Ketika menginap di hotel, pilihkan Non-Smoking Room.

Apa lagi ya? Ada yang bisa mengusulkan?

Sumber2 :

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3230406/

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23741945

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23079177

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3040625/

http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/tobaccocancer/secondhand-smoke

http://www.nhs.uk/chq/pages/2289.aspx?categoryid=53&

http://my.clevelandclinic.org/healthy_living/smoking/hic_dangers_of_second-hand_smoke.aspx

http://www.no-smoke.org/learnmore.php?id=671

https://www.facebook.com/notes/fatimah-berliana-monika-purba/merokok-saat-tidak-ada-orang-lain-gak-masalah-pelajari-dulu-3rd-hand-smoke-/10203415846622733

Advertisements

One thought on “[Kliping] Bahayanya Third-Hand Smoker

  1. Pingback: Rokok, si Kebutuhan Pokok | Leila's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s