Mengapa Tidak Ada Iklan ASI?

[copas] Kok nggak ada iklan ASI?

Melly Chairul
Yesterday at 12:30 ·
Banyak yang bertanya,, kenapa sih iklan tentang ASI dan Menyusui jarang sekali tampil di TV? Ini penjelasannya Lianita Prawindarti MinLi dari AIMI..

Sudah pernah tahu berapa hitung-hitungan pembuatan iklan di media terutama media elektronik? kalau belum, saya berikan gambarannya.

Kalau boleh saya kasih gambaran, di Indonesia saja, perusahaan sufor adalah pengiklan tertinggi dalam kategori minuman. Tahun 2011 saja total budget iklan mereka di kuartal pertama (4 bulan pertama) di tahun 2011, mencapai lebih dari 497 miliar rupiah. Hehehe, coba kalau angka ratusan milyar itu dibuat pelatihan nakes dan subsidi ke RS dan klinik agar bisa lebih pro ASI, saya rasa akan lebih sasaran, ketimbang habis sekian ratus milyar untuk kita beriklan agar bisa mengimbangi iklan iklan sufor untuk durasi iklan yang hanya 1 menit saja, tapi kalau ada masalah menyusui masyarakat kita belum dapat dukungan nakes dan konselor menyusui yang mumpuni untuk membantu kita semua.

Untuk perbandingan, anggaran Kementerian Kesehatan untuk promosi kesehatan anak dan ibu dalam satu tahun hanya 2,9 miliar. Dan angka 2,9 miliar itu bukan hanya mencakup isu ASI ya. Secara matematika keuangan negara kita (plus donasi sana sini) ga mungkin bisa menyaingi biaya iklan perusahaan sufor. Tapi justru dengan keterbatasan ini yuk kita edukasi diri sendiri dan lingkungan. Yang namanya iklan produk sudah pasti ga akan menjelek-jelekkan produknya sendiri, jadi lebih baik mulai mengedukasi lingkungan terdekat untuk lebih menggunakan logika dalam mencermati iklan-iklan produk di media, apa pun itu iklannya.

Secara logika cost dan benefit, pembuatan iklan dengan budget yg besar besaran sebetulnya tidak tepat sasaran. Yuuk, kita coba kalkulasikan kira-kira masuk akal nggak.

Pertama, yang kita lawan, minimal ada 5 perusahaan sufor yg wira-wiri di TV setiap hari. Minimal, ya. Katakanlah satu perusahaan ngiklan 3 kali per hari, berarti kita mesti ngiklan setidaknya 15 kali sehari agar secara frekuensi bisa mengimbangi secara kuantitas. Itu baru di satu stasiun TV, kita punya banyak stasiun tv nasional.

Membuat video iklannya bisa jadi terjangkau secara finansial, tapi membayar slot timing penayangannya untuk jangka panjang, anggaran Kemenkes untuk semua masalah kesehatan per tahun semua dialihkan ke iklan ga akan bisa menutup costnya Apa mau gara2 iklan ASI kita jadi ga punya obat murah? mesti bayar kalau mau nimbang ke posyandu? mesti bayar mahal utk imunisasi di puskesmas? Ya jangan sampai, kan? Ada banyak kebutuhan kesehatan lain yang juga penting untuk diatasi pemerintah kita dengan dananya yang terbatas…

Sementara kami di AIMI ini semua pendanaannya kami cari lewat sumber-sumber yang “aman”. Tidak dari perusahaan sufor dan dot, tidak boleh dari perusahaan-perusahaan negative list yang punya saham sufor dan dot, tidak boleh dari parpol. Karena AIMI non profit dan non partisan. Mau cari dana untuk buat event seminar saja sulitnya setengah mati. Apalagi mau bicara membuat iklan yang bisa mengimbangi iklan sufor. Sementara dari pemerintah pun dananya juga terbatas sekali.

Jadi, alih-alih heboh buat iklan yang durasinya pendek dan efektivitasnya tidak terukur serta biayanya besar sekali, plus bayar slot iklannya di TV yang luar biasa mahaal, kita memilih jalur-jalur yang lebih kreatif dengan edukASI publik dan pemberdayaan sumber daya manusia.

Kedua, dengan uang sebanyak itu, kenapa tidak digunakan untuk sesuatu yang lebih strategis, misal: subsidi ke RS dan klinik bidan agar nakes-nakesnya bisa ikut pelatihan manajemen laktasi. Itu sudah bisa mengcover banyak provinsi, banyak RS, banyak nakes se-Indonesia.

Ketiga, isu menyusui tidak hanya berhenti di masalah edukasi apakah kita memberi asi atau sufor utk si kecil, tapi apa yang terjadi jika ada masalah menyusui. Kalaupun sudah banyak orang yang memutuskan menyusui tapi kemudian ketika ada masalah menyusui dan nakesnya tidak paham tentang bagaimana membantu ibu menyusui, bagaimana membantu menyelesaikan masalahnya, ya percuma juga kan?

Keempat, sufor bisa membuat iklan seperti itu karena mereka adalah perusahaan multinasional, beroperasi di seluruh dunia. Keuntungan mereka sebagian besar lari ke promosi dan iklan. Sementara gerakan AIMI dan gerakan-gerakan sejenis sifatnya sukarela, nonbisnis.

Oiya, AIMI dengan segala keterbatasan sumber dayanya sudah beberapa kali membuat video promosi dan edukASI:

Tambahan: iklan dari Kemenkes yang sempat cukup sering diputar di televisi https://m.youtube.com/watch?v=BgRxvGPWrrQ

Ini dari Kemenkes juga, tapi kurang tahu apakah diputar di TV https://m.youtube.com/watch?v=PweIcg03XX4

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s