NHW1 Matrikulasi Ibu Profesional Batch 2 Sesi I: Adab Menuntut Ilmu

Pekan lalu saya mendaftarkan diri untuk mengikuti Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional (IIP) Batch 2. Setelah selama ini hanya mengikuti postingan-postingan di dunia maya terkait aktivitas komunitas yang dipelopori oleh Ibu Septi Peni Wulandani ini (plus sekali hadir di Kuliah Umum IIP tahun kemarin), saya memutuskan untuk bergabung agar bisa belajar lebih jauh. Menilik dari judulnya berarti sudah ada batch sebelumnya ya, hasil googling sih telah dilaksanakan pada bulan Mei lalu. Lulusan kelas matrikulasi ini nantinya akan menjadi member resmi IIP (yang belum lulus masih berkesempatan mengikuti satu batch berikutnya, batch 3 akan diadakan pada bulan Januari 2017). Secara keseluruhan kelas matrikulasi diselenggarakan dalam bentuk postingan materi mingguan dan diskusi di grup whatsapp bagi pendaftar yang telah memenuhi syarat dan dibagi per wilayah, yang akan berlangsung selama sembilan sesi. Setelah materi tiap pekan diposting, peserta mendapatkan tugas berupa Nice Homework atau disingkat NHW yang jawabannya harus dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu, dengan tujuan menguatkan ilmu yang telah didapatkan.

14543791_1132579910183005_5086234165502081882_o-png

Untuk minggu pertama ini, materinya adalah Adab Menuntut Ilmu. Penting dan menarik, karena peserta diingatkan untuk menyaring informasi yang diperoleh, menghormati guru/pengajar dan sumber ilmu lain (seperti buku), mencari sumber ilmu yang kredibel, menghindari penyebarluasan tulisan tanpa mencantumkan sumber, sekaligus yang tidak kalah pentingnya adalah mempersiapkan diri sendiri, di antaranya untuk ikhlas dan bersungguh-sungguh. Sebelum beramal tentu kita harus memiliki ilmu tentang amalan tersebut, dan dalam mencari ilmu sepatutnya kita memahami terlebih dahulu adab atau etika/tata krama mencari ilmu. Mengutip dari materi yang diberikan, “adab tidak bisa diajarkan, adab hanya bisa ditularkan”. Apalagi dengan posisi sebagai ibu, harus menjadi teladan bagi anak-anak tentang bagaimana menjalankan adab tersebut saat menuntut ilmu.

Adapun pe-er alias homework untuk pekan ini sebagai berikut:

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan Anda tekuni di universitas kehidupan ini.

Jawaban: Menulis.

2. Alasan terkuat apa yang Anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut?

Jawaban: karena ilmu akan terikat dengan menuliskannya, sehingga mempermudah untuk mengingat dan mempraktikkannya, juga dapat membantu memberi informasi kepada orang lain yang memerlukan (siapa tahu bisa menjadi penyumbang amal jariyah).

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan Anda rencanakan di bidang tersebut?

Jawaban:

a. Mengikuti kelas/workshop/pelatihan kepenulisan agar dapat belajar langsung dari guru-guru yang kompeten di bidangnya, syukur-syukur bisa praktik langsung atau bahkan tugas yang berkelanjutan. Sejauh ini baru satu-dua yang diikuti dan itu pun bukan yang duduk manis di kelas, biasanya terkendala waktu dan kesepakatan dengan suami, apalagi kami baru mulai LDR-an. Dalam waktu dekat belum ada rencana khusus kecuali penugasan dari kantor (sedikit banyak terkait kepenulisan) yang akan diselenggarakan pekan depan.

b. Untuk menyiasati poin a, bisa dengan membaca berbagai buku, tidak hanya dari satu sumber atau satu sudut pandang. Tentang menulis misalnya, menulis itu kan ada fiqh-nya, ada seninya, ada aturannya, ada latihannya, ada suka-dukanya juga, belum lagi pernak-pernik penyerta seperti bagaimana menempatkan ilustrasi, SEO, psikologi pembaca, dst. Target harian untuk sekarang dengan kesibukan kerja kantoran dan dua anak usia 5 tahun dan 22 bulan mentok-mentoknya 15-20 halaman sudah alhamdulillah. Ini tanpa mengkhususkan diri pada buku-buku terkait teknik atau serba-serbi menulis, ya. Kadang malah juga sudah termasuk membacakan buku untuk anak-anak😀.  Menurut saya, dari membaca buku walaupun bukan khusus tentang penulisan saya biasanya tetap berpotensi memperoleh ilmu tentang menulis (termasuk bagaimana agar tulisan tidak membosankan, bisa dapat ide menulis semacam tanggapan, menambah kosa kata, dsb). Saat ini yang ingin dibaca adalah buku-buku yang menjadi referensi dalam materi perdana kelas matrikulasi IIP batch 2, yaitu:

  • Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
  • Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014.
  • Muhammad bin Sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015.

Sementara sudah mencoba cari di toko online dan sudah ketemu, tapi hendak menghitung anggaran dulu untuk membelinya🙂 (semoga masih tersedia stok yang cukup banyak karena sepertinya para ibu peserta bakal penasaran dengan buku-buku ini, hehehe).

c. Selain itu juga dengan mengasah pena terus-menerus, dalam hal ini rajin menulis sesederhana apa pun, karena bagaimana pun ilmu harus dipelihara melalui praktik. Tantangannya adalah menaklukkan waktu yang seolah sempit, apalagi jika sedang musim lembur…mungkin menulis laporan ekonomi di kantor dan menulis untuk website kantor boleh lah ya ikut diperhitungkan sebagai praktik menulis, hehehe. Saya dan beberapa teman beberapa bulan yang lalu membuat grup kecil-kecilan dengan target menulis di blog minimal sepekan sekali, kendati dengan berjalannya waktu agak macet juga.

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang Anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut?

a. Menambah lagi sikap sceptical thinking, selama ini sudah saya terapkan, tetapi untuk berita anak hilang, butuh donor darah dan sejenisnya seringkali langsung tersentuh dan forward, padahal ada kalanya pihak keluarga sebetulnya malah meminta tidak disebarluaskan atau ada kasus lain di balik peristiwa itu misalnya (ini tidak langsung terkait ilmu ya, lebih ke informasi, tapi sebagai contoh saja).

b. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari, ini ada di materi adab terhadap sumber ilmu. Sejauh ini terus terang sesayang-sayangnya saya pada buku, kadang-kadang saya masih meletakkannya agak sembarangan dalam arti bisa ditemukan dengan mudah oleh anak-anak. Sisi baiknya bisa ‘belajar bareng’ ya, karena bisa jadi apa yang ditampilkan di buku, meski hanya ilustrasi sampulnya, acapkali menggelitik keingintahuan mereka. Namun, di sisi lain, saya belum tuntas menyampaikan adab memperlakukan buku pada mereka. Untuk corat-coret sih mereka sudah cukup mengerti bahwa ada tempatnya sendiri, tetapi jika mereka memindahkannya atau dalam pemahaman mereka mencoba membereskan dengan cara mereka dengan akibat halamannya terlipat karena tidak berhati-hati, nah…di sinilah seharusnya saya mengantisipasi dengan meletakkan buku di tempat yang lebih aman.

c. Meminta keridhaan atau izin guru untuk menyebarluaskan ilmu yang disampaikan. Saya juga masih sering teledor dalam hal ini. Saya pikir, kalau seseorang sudah posting dengan settingan publik, postingannya telah terindeks oleh mesin pencari (jadi siapa saja sebetulnya bisa membacanya asal tahu alamat/kata kuncinya) atau bahkan ada videonya, dan toh saya menyebarluaskannya dengan menyertakan tautan asli, ditambah pula dengan nama penulis, bahkan kalau perlu pakai tangkapan layar supaya lebih otentik, maka boleh saja saya meneruskannya ke media sosial atau blog. Demikian pula untuk resume hasil ceramah/seminar/sejenisnya, tidak terpikir oleh saya untuk menemui atau menghubungi pembicara dalam rangka meminta izin menyebarluaskan catatan pribadi saya atas apa yang beliau sampaikan. Tapi soal ini sedikit banyak sudah terjawab sih di sesi tanya jawab, jika info yang kita dapatkan sudah tersebar di dunia maya utamakan tabayun dan cantumkan sumber ketika meneruskan, ya.

Kutipan dari bagian akhir postingan penugasan NHW1:

*Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, maka carilah dengan cara-cara yang mulia*

Materinya sendiri bisa dibaca di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s