Aktivitas Keluarga Optimal dengan Rumah Bersih Maksimal

Terus terang, citra vacuum cleaner di mata saya selama ini adalah ‘perkakas high end yang termasuk kebutuhan tersier’. Salah satu pemicunya ya karena harganya yang konon tergolong tinggi (padahal tidak serius mengamati, hehehe).

Saya sendiri sebetulnya agak sensitif soal debu. Bebersih rumah standar sih tidak jadi masalah. Namun, kalau sudah bongkar-bongkar tumpukan barang yang cukup lama tidak disentuh, yang biasanya jadi sarang debu, bersin-bersin dan gatal-gatal-lah saya. Sebetulnya sih, yang lebih tepat adalah reaksi terhadap tungau debu (household dust mites), ya, bukan terhadap debunya itu sendiri. Makhluk kerabat laba-laba ini habitatnya memang di debu rumah. Si tungau supermungil ini tidak menggigit, tetapi badan dan sekresinya bisa mengandung serpihan kulit mati atau hal lain yang memicu reaksi alergi.

Jika membaca forum-forum online ibu-ibu dengan topik kesehatan anak, masalah debu ini juga sering dikeluhkan menjadi pemicu alergi pada bayi dan anak. Kasihan kan, anak bersin-bersin dan hidungnya tersumbat, atau muncul ruam pada kulit halus si kecil. Bisa jadi ada agenda keluarga atau individu keluarga yang harus tertunda atau dibatalkan gara-gara salah satu anggotanya mengalami gejala alergi. Beberapa dokter yang saya kenal pernah menjelaskan bahwa standar tata laksana untuk alergi itu sendiri yaitu hindari pemicunya. Obat bisa digunakan untuk menangani atau meredakan gejala yang sudah telanjur timbul, beberapa terapi disebut ampuh agar tubuh lebih kebal, tetapi pencegahan adalah kunci utama. Sementara, beberapa pernak-pernik di rumah yang sering dianggap identik dengan dunia bayi dan anak seperti boneka, selimut, dan karpet atau permadani cenderung punya sifat memerangkap debu. Vacuum cleaner atau biasa diterjemahkan sebagai penghisap debu, sebagaimana namanya, merupakan salah satu perangkat yang bisa menjadi solusi.

Nah, saat browsing terkait perlengkapan rumah tangga, tawaran vacuum cleaner dari berbagai produsen ternyata cukup sering berseliweran di ad banner yang dipasang oleh toko-toko ataupun marketplace online.  Wah, tidak terlalu mahal juga, pikir saya. Tapiii, ada tapinya, nih. Namanya barang elektronik, tentu maunya yang awet dan berkualitas, ya. Sayang kan, kalau dipakai sebentar sudah rusak, atau kinerjanya ternyata tidak sesuai deskripsi. Lebih boros nanti jatuhnya. Bicara soal daya tahan, saya mau tidak mau teringat jingle iklan yang sering diputar di televisi dulu, “Kalau saja semua seawet Electrolux”.

Tahun 2016, vacuum cleaner Electrolux kembali meraih penghargaan Top Brand Awards, lho. Artinya brand ini banyak dikenal, dibeli, dan konsumennya pun loyal (top of mind, market, & commitment share). Baca-baca sejarahnya, memang Electrolux-lah yang menjadi pelopor di bidang vacuum cleaner. Tahun 1912 Axe Wenner-Gren, pendiri Electrolux, melansir Lux 1, penghisap debu rumah tangga pertama. Artinya, pengalaman Electrolux sudah lebih dari 100 tahun #Over100YearsElectroluxVacuum. Tentu bentuknya belum seperti sekarang, ya. Beratnya saja masih 14kg!

vacuum1

vacuum-2Electrolux terus melakukan inovasi melalui penelitian hingga vacuum cleaner yang diproduksi semakin efisien dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Ya, ada berbagai tipe yang dikeluarkan oleh Electrolux. Awalnya saya tahu ada tipe-tipe ini dari artikel di web The Urban Mama, yang menyampaikan materi sharing dengan Electrolux Indonesia. Kemudian saya cari lebih detil di katalog resminya. Tipe-tipe ini meliputi:

  1. Wet & dry yang bisa digunakan untuk luar rumah dan mampu membersihkan cairan, serbuk kayu, debu, dan kerikil.
  2. Stick yang cocok untuk rumah kecil, tersedia model cord maupun cordless.
  3. Canister yang lebih tangguh, tersedia model bagged maupun bagless.

ergorapido-1

Pilih yang mana, ya? Yang masuk ke wishlist saya sih yang stick, mengingat ukuran rumah yang mungil. Ergorapido ZB3114AK misalnya, yang bagless, cordless, baterainya tahan lama dan isi ulangnya cepat, kepala hisapnya bisa bermanuver 180 derajat pula.

Dengan vacuum cleaner yang andal, mudah digunakan, dan bermutu tinggi, tujuan penggunaannya yaitu rumah yang bersih juga akan tercapai dengan maksimal. Bersih-bersih rumah jadi lebih menyenangkan dan tak memakan waktu lama. Rumah bersih artinya meminimalkan potensi pemicu alergi. Ketika alergen sudah dihalau, keluarga pun bisa hidup lebih sehat. Kesehatan optimal menjadi salah satu modal utama untuk beraktivitas sehari-hari, kan?

 

#TUMElectroluxBlogCompetition

Referensi:

http://www.electrolux.co.id/Products_new/Cleaning/

https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/house-dust-mite

http://www.webmd.com/allergies/guide/dust-allergies

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/dust-mites/basics/definition/con-20028330

http://theurbanmama.com/articles/tumluncheon-clean-house-happy-family-m58460.html

http://www.electrolux.co.id/Products_new/Module-Container/Cleaning-Modules/Category-page/Promotion-Small-Modules/100-Years-of-Vacuum-Revolution/100-Years-of-Vacuum-Cleaner-Heritage1/

http://www.topbrand-award.com/top-brand-survey/survey-result/top_brand_index_2016_fase_1

http://www.electrolux.co.id/LocalFiles/AsiaPacific_Region/Brochures/INDO/Master_Catalog_Vacuum.pdf

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s