Siap-siap Imunisasi Usia 2 Tahun

Hari ini usia Fahira alhamdulillah genap dua tahun. Salah satu yang mengucapkan selamat ulang tahun pertama kali di luar orang rumah adalah klinik tempat anak-anak divaksin, In Harmony Clinic. Klinik yang berada di daerah Percetakan Negara, dekat rutan Salemba ini menjadi salah satu pilihan kami untuk imunisasi non-subsidi. Untuk imunisasi bersubsidi atau sering disebut imunisasi dasar/wajib, kami lebih sering memanfaatkan fasilitas pemerintah alias ke Puskesmas. Stok vaksin di klinik milik dr. Kristoforus Hendra Djaya, Sp.PD. ini cukup lengkap, dulu kami pernah memperoleh vaksin varicella di sana saat di tempat lain sudah langka (walaupun terakhir kami akan booster tifoid untuk Fathia ternyata kosong, dapatnya di Simple Vaccination). Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari rumah, bisa sekali naik angkot, walaupun biasanya kami ke sana naik motor. Pilihan lain ada juga sebetulnya, yaitu memanfaatkan kunjungan imunisasi ke rumah/lokasi lain sesuai perjanjian dari Simple Vaccination di mana biaya jasa kunjungan bisa dibagi kalau ada barengannya (misalnya tetangga), nanti akan saya ceritakan di postingan terpisah.

Meski tidak secara eksplisit disampaikan, tetapi ucapan yang dikirim melalui e-mail tersebut juga sekaligus menjadi pengingat bahwa di usianya sekarang sudah saatnya Fahira mendapatkan imunisasi kembali. Saya sudah menelepon klinik tersebut beberapa hari yang lalu untuk mengecek ketersediaan vaksin (dan harganya) sekaligus membuat janji. Sesuai dengan jadwal rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2014, 24 bulan adalah waktunya anak mendapatkan vaksinasi tifoid dan hepatitis A dosis pertama (dosis kedua untuk Hepatitis A akan diberikan 6 bulan berikutnya). Oya, sebetulnya ada update yang konon untuk tahun 2016, dengan pergeseran jadwal imunisasi HiB dan tambahan vaksin japanese encephalitis untuk daerah endemis seperti Bali serta vaksin dengue, tetapi informasi di Gesamun menyatakan jadwal yang juga sudah diunggah ke instagram info_pediatri itu belum resmi karena memang di website IDAI sendiri belum ada.

jadwal-imunisasi-2014

14332944_1539231856102593_7679554268980338701_n

Kalau versi Kementerian Kesehatan yang tercantum di Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 42 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Imunisasi (update: sudah diperbarui dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi), di usia itu diberikan ulangan vaksin Campak sebagai imunisasi lanjutan, sedangkan di Buku KIA 2016 dari Kemenkes juga, imunisasi campak lanjutan ini bisa diberikan dari usia 18-24 bulan. Saya mengikuti rekomendasi IDAI bahwa jika anak sudah menerima imunisasi MMR pada usia 15 bulan (lebih tepatnya, 6 bulan setelah vaksin campak pertama yang direkomendasikan diberikan mulai umur 9 bulan) maka tidak perlu lagi mendapatkan imunisasi MMR pada usia 24 bulan. Sebab, sesuai kepanjangannya, imunisasi MMR ini sudah mencakup Mumps (gondongan), Measles (campak), dan Rubella (campak jerman). Alhamdulillah waktu itu Fahira masih kebagian, sebab beberapa minggu setelahnya stok vaksin MMR benar-benar habis di mana-mana. Fathia sampai belum mendapatkan ulangannya lagi yang untuk usia 5 tahun. Kabarnya sih, tahun depan baru ada lagi, dan ada yang bilang nanti sekalian dengan vaksin cacar air (varicella), menjadi MMRV seperti sudah diberikan di beberapa negara lain.

imunisasi-bayi-kemenkes-pmk-42

imunisasi-kia-2016imunisasi-kia-2016-2

Seperti biasa, sebelum imunisasi, perlu dong ya mencari tahu mengenai vaksin yang akan diberikan. Apa namanya, harus diberikan berapa kali di usia berapa saja, gunanya untuk mencegah penyakit apa, apakah tersedia lebih dari satu jenis dan macam vaksin untuk penyakit tersebut dan bagaimana pilihan yang bisa diambil, siapa sebetulnya sasaran vaksin tersebut (misalnya rentang usia atau aktivitas tertentu), kapan harus ditunda pemberiannya, serta apa saja kemungkinan efek samping dan risikonya. Bisa saja sih, kita pasrah pada tenaga kesehatan yang bertugas menyuntik (nggak cuma suntik ya, kan ada yang oral atau tetes juga lewat mulut seperti OPV/polio tetes atau rotavirus), tetapi lebih mantap kalau kita sebagai orangtua (atau sebagai pasien sendiri, karena ada juga imunisasi untuk usia dewasa) membekali diri supaya lebih paham dan siap. Tentunya jangan lupa juga nanti mengecek lagi tulisan di buku imunisasi anak yang sudah dicatat oleh tenaga kesehatan, apakah sudah sesuai dan jelas. Adakalanya merk juga perlu diperhatikan, seperti rotavirus yang di sini terdapat dua macam dengan frekuensi pemberian yang berbeda (rotarix dua kali, rotateq tiga kali). Kalau perlu, minta sekalian stiker vaksinnya untuk ditempel.

Dulu, seperti di-‘ajar’-kan di Milis Sehat, saya biasa mengecek informasi seputar vaksin ini utamanya dari Vaccine Information Sheet (VIS) CDC (bagian dari Kemenkes AS), bisa dibuka di sini http://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/current-vis.html. Nah, tahun 2014 IDAI sudah menyediakan Informasi Vaksin untuk Orangtua atau IVO di sini http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/informasi-vaksin-untuk-orangtua-ivo (Hepatitis A ada di halaman terpisah) untuk memudahkan orangtua memperoleh informasi.

tifoid-1tifoid-2

Dengan tersedianya informasi seperti ini, juga aktifnya forum komunitas seperti Gerakan Sadar Imunisasi-Gesamun mengedukasi masyarakat luas melalui media sosial, orangtua masa kini mendapatkan banyak kemudahan untuk belajar mengenai imunisasi, minimal hal-hal mendasar yang bisa menjadi bahan persiapan kemungkinan yang akan terjadi maupun bahan diskusi dengan dokter/nakes lain yang mengimunisasi. Jadi, tidak ada alasan lagi sebetulnya untuk bilang “Nggak tahu, saya pasrah aja sama dokternya.”

Update: jadwal imunisasi terbaru 2017 IDAI bisa dibaca di sini https://ceritaleila.wordpress.com/2017/04/02/jadwal-imunisasi-idai-terbaru/

Advertisements

3 thoughts on “Siap-siap Imunisasi Usia 2 Tahun

  1. Pingback: Bobo Treasure Hunt, Seseruan Bareng Anak di Gramedia Matraman | Leila's Blog

  2. Pingback: Imunisasi Lewat Vaksinasi, Investasi untuk Generasi Masa Depan | Leila's Blog

  3. Pingback: Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru | Leila's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s