Berkunjung ke Bantar Gebang

Nama Bantar Gebang sudah saya kenal sebagai daerah di mana terdapat Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, khususnya sampah dari Jakarta. Namun, baru tanggal 13 Januari lalu saya menginjakkan kaki langsung di sana, dalam rangka acara kantor. Tepatnya ke Sekolah Alam Tunas Mulia, Keluarahan Sumur Batu Kecamatan Bantar Gebang Kabupaten Bekasi. Saat ini wilayah dimaksud disebut sebagai Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST). Menurut informasi teman sih, luas keseluruhannya sekitar 300 hektar (walaupun ketika saya cek ada media yang menyebut sekitar 120 hektar), dan sekitar 6000 warga tinggal di situ.

dscn1947 dscn1949 dscn1952 dscn1953 dscn1954 dscn1955

dscn1986

Dari hasil pencarian informasi yang saya lakukan, sekolah tersebut didirikan pada tahun 2006 dan dibina oleh Nadam Dwi Subekti, alumni Fakultas peternakan Universitas Jenderal Soedirman. Karena pilihan waktu kunjungan kami yaitu pada Jumat siang, maka kegiatan belajar mengajar juga sedang tidak ada. Kegiatan belajarnya pun memang tidak dilaksanakan setiap hari karena gedungnya harus dipakai bergantian untuk level PAUD hingga SMP. Gedungnya sendiri tampak masih baru, dan rupanya memang baru diresmikan pada awal tahun 2016. Masih harus bergantian dipakainya, tetapi setidaknya sudah cukup layak dari segi ketahanan bangunan. Para siswa kebanyakan merupakan anak-anak pemulung setempat, yang mungkin sehari-hari juga membantu mengais sampah.

dscn1957

Coba perhatikan foto di atas. Terlihat gunung atau bukit di kejauhan, yang ternyata merupakan tumpukan sampah. Ya, segitu banyaknya sampah yang dibuang ke situ. Angkanya bisa mencapai 7.000 ton sehari yang diangkut dari Jakarta http://jakarta.bisnis.com/read/20160614/77/557680/sampah-warga-jakarta-di-bantargebang-7.000-ton-sehari-.

dscn2014

Dan ini dia tampak dekatnya…lihat sebagian sampah yang sudah hancur sedangkan sebagian lainnya masih dalam bentuk asli.

dscn2005 dscn2006

dscn2016

Truk sampah ditimbang sebelum dan sesudah membawa sampah untuk menghitung muatannya…sayang fotonya kejauhan.

dscn2007

dscn2008

Nah, kalau yang terakhir ini adalah Power House, tempat pengolahan gas metana yang dihasilkan oleh sampah menjadi listrik. Pengelola TPST memang melakukan ini sebagai salah satu kewajiban mereka. Ada yang menyebut listrik yang dihasilkan 3 MW, ada juga yang mencantumkan angka 10 MW http://metro.sindonews.com/read/955305/31/tpst-bantar-gebang-hasilkan-listrik-10-megawatt-hour-1422139112. Menarik juga bahwa sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s