Talk to The Expert: Cegah Stroke

RS Premier Jatinegara termasuk cukup rutin menyelenggarakan seminar awam gratis untuk umum, sepengamatan saya sekitar sebulan sekali. Namun, saya baru kesampaian mengikuti kegiatan edukasi tersebut pekan lalu, tepatnya tanggal 21 Januari. Tema yang diangkat kali itu adalah Cegah Stroke. Mengingat papa dulu terkena stroke sampai dua kali di usia belum 50 tahun, saya pun ingin menambah pengetahuan mengenai kondisi yang satu ini.

img_20170121_091150

Narasumber dalam seminar yang digelar di lantai 9 RS Premier Jatinegara tersebut adalah dr. Sukono Djojoatmodjo, Sp.S., dokter spesialis syaraf sekaligus direktur RS. Sebagai pembuka, dr. Sukono memaparkan bahwa manusia masa kini memang lebih rawan terkena stroke karena gaya hidup modern yang cenderung tidak sehat. Makan enak tapi malas olahraga, misalnya. Stroke merupakan penyebab kematian kelima di Amerika Serikat. Setiap 40 detik ada orang yang terkena stroke. Perempuan, kata dr. Sukono, lebih berisiko terkena stroke karena proses perubahan hormon selama hamil, pemakaian pil KB, maupun terapi sulih hormon. Namun, dari jumlah keseluruhan stroke itu sebenarnya 80% bisa dicegah.

img_20170121_091202

Stroke sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu sumbatan oleh bekuan darah (ischemic) dan perdarahan karena pembuluh darah yang pecah (haemorrhagic).

Seringkali orang juga rancu antara serangan jantung dengan stroke. Apa bedanya? Serangan jantung biasanya ditandai dengan rasa nyeri di dada khususnya sebelah kiri yang terasa tembus sampai ke punggung, kelelahan (fatigue), juga bisa disertai mual atau gangguan pencernaan. Sedangkan orang yang terkena stroke akan merasa ‘melayang’ seperti hilang keseimbangan, kebingungan, terasa mati rasa pada salah satu sisi tubuh, seringkali juga diiringi dengan kesulitan berbicara.

Tanda-tanda stroke bisa disingkat menjadi SEGERA: SEnyum, GErakan, dan BicaRA. Kalau orang yang sedang mengobrol dengan kita mendadak mengalami kesulitan bicara maupun bergerak, juga tidak mampu tersenyum saat kita minta, waspada, kemungkinan besar ia terkena stroke. Segeralah mencari pertolongan. Golden period penanganan stroke adalah pada 4,5 jam pertama, jika segera dibawa ke ahlinya dengan didukung peralatan yang sesuai maka kesempatan pulih lebih besar, khususnya untuk stroke jenis sumbatan. RS Premier Jatinegara memiliki Stroke Unit yang dirancang khusus untuk merawat pasien stroke.

img_20170121_093333

Faktor risiko stroke antara lain usia, tekanan darah/tensi tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, atrial fibrillation (gangguan irama jantung yang bisa melepaskan bekuan darah), stroke sebelumnya termasuk yang berupa mini-stroke, merokok, konsumsi alkohol, kegemukan, dan kurang olahraga.

Untuk tekanan darah, dr. Sukono menyarankan sebisa mungkin rutin dicek. Tidak berarti setiap hari juga, ya, hanya saja berjaga-jaga pada periode tertentu tidak ada salahnya. Yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi adalah keadaan konsisten di mana tekanan darah seseorang berada di angka minimal 140 (sistolik)/90 (diastolik). Kalau bisa, pertahankan di level 120/80. Bagaimana jika sudah telanjur tinggi? Tindaklanjuti, misalnya dengan meminum obat secara teratur. Selain itu juga jaga konsumsi garam, sebagaimana saran WHO batasnya maksimal 1,5 gram per hari.

Penderita diabetes punya risiko 2-4 kali lipat lebih banyak terkena stroke dibandingkan dengan bukan diabetesi. Bukan hanya stroke, penderita diabetes juga berisiko mengalami gagal ginjal dan kehilangan penglihatan. Maka dari itu, bagi yang sudah terkena maka terapi harus dilaksanakan dengan tertib, contohnya dengan insulin. Anak dari penderita diabetes seharusnya lebih peduli dan waspada, tindakan pencegahan bisa dengan cek gula darah secara rutin 6 bulan sekali. Orangtua kita mungkin bukan orang yang paling sempurna, termasuk bisa terkena penyakit, tetapi mereka adalah yang terbaik untuk kita. Maka, anak harus lebih baik lagi dengan mengambil pelajaran dari pengalaman orangtua.

Kadar lemak dan kolesterol tinggi yang merupakan faktor risiko lain stroke dapat dicegah dengan rajin mengkonsumsi buah dan sayur (anjuran WHO 5 macam dalam sehari) serta mengurangi konsumsi lemak. Aktivitas fisik juga perlu dijaga, misalnya yang sederhana saja dengan banyak jalan kaki. Jangan lupa hindari stres, karena kondisi psikis juga bisa turut andil.

img_20170121_094935

Prinsip healthy eating plate juga sebaiknya diterapkan, terdiri dari beragam jenis sayur-mayur, buah-buahan yang berwarna-warni, grain utuh (batasi yang sudah diproses seperti nasi putih dan roti putih), serta protein yang sehat (daging ikan, unggas, kacang-kacangan dan polong-polongan, batasi daging merah dan keju). Jangan lupa minum air putih, jika pun minum teh atau kopi kurangi gulanya, hindari minuman manis. Untuk susu, batasi 1-2 kali minum per hari.

Konsultasi dengan ahlinya, dalam hal ini dokter, juga penting. Hati-hati dengan informasi dari internet, kalaupun mau dibaca baik juga sebetulnya sebagai bahan diskusi dengan dokter, tetapi bukan untuk mengobati sendiri. Termasuk saat ada keluarga sepertinya terkena serangan stroke, segera bawa ke IGD, jangan lakukan hal-hal yang justru membahayakan. Nah, saya jadi ingat hoax ‘tusuk jari dengan jarum’ yang masih saja beredar hingga saat ini. Disebutkan dalam broadcast message yang entah siapa pengarang aslinya itu, menusuk jari atau telinga orang yang diduga terkena stroke, mengeluarkan beberapa tetes darahnya, juga menunggu beberapa saat, bisa membantu agar dampaknya tidak parah atau orang tersebut lekas pulih. Padahal ini BERBAHAYA! Coba, nyari jarumnya saja sudah berapa lama, belum lagi steril tidaknya, padahal stroke itu berpacu dengan waktu, lho. Baper juga saya ketika ada yang sampai meneruskan pesan ngaco macam itu ke grup-grup yang saya ikuti.

Seperti sudah disampaikan di atas, pengalaman papa terkena stroke memang sudah seharusnya membuat saya lebih peduli dan berhati-hati. Jadi ingat juga nih rencana general check up yang belum kunjung tereksekusi….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s