Oleh-oleh Khas Daerah dari Para Artis, Tren Baru?

Ikut grup whatsapp dengan anggota para ibu dari berbagai daerah di Indonesia, pastinya pernah ngobrolin soal makanan khas. Baik kuliner khas daerah asal yang sedang tidak bisa sering-sering dicicipi karena mengikuti penugasan suami maupun sajian asli daerah yang sekarang ditempati. Salah satu topik perbincangan kami beberapa waktu yang lalu adalah makanan daerah yang membawa-bawa nama artis. Bukan hanya dibawa namanya sih sebenarnya, tapi para artis tersebut sekaligus menjadi pendiri atau pemilik, kendati mungkin persentase keterlibatannya berbeda-beda, ya.

Konon antrean untuk membelinya lumayan panjang, yang menandakan banyaknya peminat. Karena nama artisnyakah? Bisa jadi, sih. Setidaknya nama para artis tersebut, yang semuanya (dalam ruang lingkup bahasan kami) berstatus suami dengan citra baik-baik dan jarang kena gosip negatif, menjadi salah satu daya tarik. Minimal, orang jadi penasaran, “Wah, artis berbisnis nih… Pasti setidaknya rasanya lumayan, sebab kalau tidak, nama baik mereka yang dipertaruhkan, kan?” Mayoritas mereka dikenal pula cukup menunjukkan identitas keislaman, jadi dinilai pasti peduli dengan faktor halal tidaknya bahan yang dipakai. Ditambah dengan hasrat untuk ikut tren kekinian memajang hasil foto makanan yang telah dibeli di media sosial, syukur-syukur di-repost oleh akun resminya, makin tertariklah orang.

Nah, makanan, tepatnya sejenis kue, yang dipromosikan sebagai oleh-oleh khas ini justru bukan makanan asli daerah tersebut, lebih tepat dibilang perpaduan dengan gaya kuliner luar malah. Ini tentu mengundang pro kontra juga, misalnya mengapa para artis tersebut tidak mengangkat makanan tradisonal yang betul-betul sejak dulu menjadi ciri khas daerah yang bersangkutan.

Sisi positifnya sih, karena oleh-oleh khas tersebut biasanya hanya tersedia di kota yang bersangkutan sehingga diharapkan bisa menggerakkan perekonomian setempat. Tapi cek sana sini ada juga kok yang menyediakan jasa titip beli, termasuk di dunia maya. Tentu dengan penambahan biaya jasa, ya.

Uniknya, ‘makanan daerah ala artis’ ini konsep dasarnya nyaris serupa: kue (cake) dipadukan dengan pastry. Eh, kecuali strudel ya, sepertinya bukan berupa kue isinya. Yang membedakan adalah penempatan atau posisi pastry terhadap cake, juga bentuk utuhnya. Apa saja, sih? Iseng, saya mengunjungi instagram resmi yang digunakan sebagai ‘etalase maya’ kue-kue tersebut.

  1. Teuku Wisnu dengan Malang Strudel  Malang strudel

Saya kutip dari website-nya:

Strudel adalah kue berlapis, yang terbuat dari pastry dan di isi berbagai buah-buahan. Kue ini adalah makanan populer di jaman Hasburg Empire (1278 – 1780) di Austria. Awal dari makanan ini diperkirakan ditemukan oleh bangsa Yunani dan Turki yang di kenal sebagai Backlava. Saking populernya, makanan ini menjadi makanan favorit rakyat Austria, Jerman dan negara Eropa lainnya. Di Eropa, Strudel yang terkenal dan favorit adalah yang berisi buah apel. Di Jerman sering disebut dengan apfel strudel.

Saat Teuku Wisnu dan Shireen berjalan-jalan ke Eropa beberapa tahun silam, keduanya sangat menyukai Strudel hingga terpilihlah kue ini untuk oleh-oleh keluarga dan teman-temannya di Indonesia. Teman-teman dan keluarganya-pun ternyata juga banyak yang menyukai kue ini.

Beberapa tahun kemudian, sejak Wisnu sering datang ke Malang, dia berpikir bahwa mungkin cocok untuk membuat Strudel khas Malang, karena Malang juga terkenal sebagai penghasil apel berkualitas. Strudel yg asli Austria inipun dimodifikasi disesuaikan dengan taste lokal melalui chef profesional. Hingga jadilah beberapa varian strudel khas Malang yang dijual di gerai pertama Malang Strudel di Jl Ardimulyo no 14 Singosari, Malang ini.

Sejak dibuka 20 Desember 2014 lalu, banyak komentar positif tentang rasa lezat Malang Strudel ini. Banyak pula pesanan dari luar kota, namun mohon maaf Malang Strudel hanya bisa dibeli di kota Malang, agar kue ini juga bisa menjadi “khas” kota Malang yang tidak dijual di kota lainnya. Ayo wisata ke Malang dan jangan lupa mampir di gerai kami ya…Malang strudel

2. Dude Harlino dengan Jogja Scrummy

jogja scrummy

Saya kutip dari websitenya:

Dude Harlino, aktor yang cinta dengan Jogja karena dulunya pernah memiliki kenangan indah dengan Jogja. Salah satu film layar lebar yang pernah ia bintangi diproduksi di kota gudeg ini. Semenjak itu, Dude Harlino berangan-angan untuk kembali lagi ke Jogja dan mengembangkan bisnis di Jogja. Akhirnya, bulan Juni 2016 tepatnya 24 Juni 2016 Dude Harlino membuka bisnis oleh-oleh terbaru yang berbeda dan hanya satu-satunya di dunia yaitu “Jogja Scrummy” di kota Yogyakarta. Impian ini akhirnya terwujud dengan membuka outlet pertama di daerah jalan Kaliurang KM 5,5 Yogyakarta.
Jogja Scrummy adalah kue berlapis perpaduan antara puff pastry dan brownies kukus dibawahnya yang memiliki filling berbagai rasa. Varian rasa yang dapat dipilih yaitu Keju, Coklat, Srikaya, Mangga, Caramel dan Taro/Talas. Jogja Scrummy adalah inovasi baru yang dibuat khusus sebagai salah satu pilihan oleh-oleh Kota Yogyakarta. Jogja Scrummy menjadi spesial karena Jogja Scrummy hanya ada dan eksklusif di Jogja. Dude Harlino memilih Jogja karena Jogja mempunyai keunikan tersendiri mulai dari budayanya, sejarahnya, agamanya, sosialnya dan wisatanya. Semoga dengan adanya Jogja Scrummy, bisa menambah pilihan oleh-oleh dari Jogja selain bakpia.

Yang ini dari jogjaupdate.com:

Yogyakarta (25/07/16), Meskipun sudah menjadi aktor terkenal, Dude Herlino juga handal dalam dunia bisnis. Terbukti dengan memiliki beberapa lini bisnis. Yang terbaru adalah bisnis oleh-oleh yang berada di Jl. Kaliurang km 5,5.

Jogja Scrummy, demikian Dude Herlino memberi nama toko oleh-olehnya. Jogja Scrummy berasal dari kata Jogja dan Scrummy. “Jogja” mencerminkan kota yang penuh dengan keistimewaan, sedangkan “Scrummy” sendiri secara etimologi berarti enak dan lezat serta memiliki sinonim dengan Yummy, Delicious. Jadi arti dari Jogja Scrummy adalah kue yang memiliki rasa yang yummy, enak atau lezat dengan berbagai keistimewaan rasa di dalamnya yang berasal dari Kota Jogjakarta.

Jogja Scrummy sendiri merupakan kue berlapis dengan komposisi brownis kukus di bagian bawah dan puff pastry dengan filling berbagai rasa untuk lapisan atasnya. Menghadirkan 6 rasa yakni mangga, talas, rasberry, coklat, keju, dan karamel. Sementara bahan dasar yang dipakai adalah tepung, gula, perisa, telur, margarin, selai buah, dan puff pastry.

Medan napoleon

3. Irwansyah dengan Medan Napoleon

screenshot_2017-01-16-05-59-23_com-instagram-android

Saya kutip dari websitenya:

Di negara asalnya yakni Rusia, Napoleon cake merupoakan kue perayaan kemenangan Rusia atas penyerbuan pasukan Napoleon Bonaparte. Cake ini pertama kali diperkenalkan dan menjadi populer ketika perayaan 100 tahun hengkangnya pasukan Napoleon dari bumi Rusia akibat cuaca ekstrim yang tidak mampu dihadapi oleh mereka.

Keaneragaman budaya dan karakteristik masyarakatnya yang terbuka menjadikan Medan memiliki keunikan tersendiri dibanding dengan Kota lainnya. Contohnya adalah dialek dan bahasa, kuliner serta kebiasaan masyarakatnya. Dari beberapa pertimbangan di atas dapat disimpulkan bahwa Medan adalah Kota metropolitan yang memiliki peranan penting dalam kemajuan ekonomi dan pariwisata nasional dan juga pasar potensial dalam hal pariwisata dan kuliner.

Medan napoleon adalah salah satu merk atau brand kuliner terbaru di Kota Medan yang mengkhususkan diri di bidang oleh-oleh. Karena Medan adalah salah satu destinasi wisata favorit, juga memiliki perputaran ekonomi yang cukup baik, maka medan napoleon hadir sebagai salah satu pilihan baru kuliner Medan di bidang oleh-oleh.

Produk medan napoleon sendiri berupa cake dengan karakteristik unik sesuai dengan ciri masyarakat Medan. Cake dengan lapisan puff pastry di tengahnya dibalut dengan sofcake lembut. Dengan berbagai varian rasa, seperti durian, keju, greentea, pisang dan caramel. Bahan-bahan baku medan napoleon banyak menggunakan bahan lokal terutama durian yang menjadi andalan Medan napoleon serta varian favorit masyarakat Medan. Penggunaan bahan-bahan lokal menjadikan sajian medan napoleon selalu fresh from the oven dan sehat karena tanpa bahan pengawet.

Medan napoleon 2

4. Irfan Hakim dengan Makassar Baklave

makassar baklave 1

Saya kutip dari makassarkuliner.com (karena websitenya sepertinya ada tetapi tidak bisa dibuka, mungkin masih dalam pengembangan ya karena memang terhitung sangat baru):

Terinspirasi dari Baklava, si manis yang populer di Turki, Irfan Hakim bertekad bulat membuka bisnis oleh-oleh di Makassar, Sulawesi Selatan, pada awal Januari 2017. Baklava adalah hidangan pencuci mulut yang memiliki rasa khas tersendiri. Tumpukan filo super tipis nan renyah, diperkaya dengan isian yang biasanya berupa aneka kacang dan kismis, yang telah direndam di dalam campuran simple syrup dan kayumanis.

Kini, tidak perlu jauh-jauh ke Turki demi sepotong Baklava karena Irfan Hakim membawanya ke Indonesia dengan gaya yang unik. MAKASSAR BAKLAVE…!

Mengapa Makassa? Ya, Irfan Hakim punya kenangan manis tersendiri dengan kota Anging Mammiri ini. Kisah perjuangan cinta Irfan Hakim dengan Della Sabrina Indah Putri, istrinya, berawal di Kota Makassar. Konon, setiap Irfan berniat ngapelin Della, Irfan harus datang ke Makassar dan wajib lapor kepada Papa Della, Arief Budi Sampurno, yang pada waktu itu menjabat sebagai Pangdam VII Wirabuana. Alhamdulillaah, perjalanan panjang menuju pernikahan sakinah dengan Della akhirnya berujung manis.

Kisah perjuangan cinta inilah yang ingin dihadirkan Irfan di MAKASSAR BAKLAVE. Pastry khas Turki yang bernama filo, ditumpuk berlapis-lapis, menggambarkan lapisan impian dan harapan Irfan Hakim dalam menjalanakan kehidupan rumah tangga bersama Della. Sementara cotton cake yang lembut, menggambarkan kelembutan kasih sayang keduanya. Bermacam variasi isian seperti pisang, kacang, coklat, keju dan biskuit, menggambarkan betapa kaya momen dan romantisme yang Irfan dan Della alami. Semuanya berpadu renyah, manis, legit dan lembut dalam satu gigitan.

MAKASSAR BAKLAVE hadir dalam 5 varian rasa. Banana Fluffy, dibuat khusus untuk mengangkat pisang sebagai salah satu buah yang sangat melimpah dan digemari di Makassar. Nutty Fruity untuk penggemar kacang-kacangan. Royal Chocolate, menyuguhkan rasa coklat spesial racikan chef MAKASSAR BAKLAVE. Untuk para cheese addict, jangan sampai tidak mencicipi Rich Cheese MAKASSAR BAKLAVE, favorit Irfan Hakim lho…! Dan yang terakhir, Oreo Blast, pastinya memanjakan lidah para Baklavers dengan rasa khas biskuit bundar hitam manis itu, yang berpadu dengan legitnya keju. Semua varian dibanderol dengan harga 65 ribu rupiah saja.

Gerai MAKASSAR BAKLAVE resmi dibuka pada hari Senin, 9 Januari 2017. Berlokasi di Jalan Sultan Hasanuddin no. 31, Kota Makassar.

makassar baklave 1 2

5. Ricky Harun dengan Makassar Bosang

wp-1486006216041.png

Saya kutip dari makassarkuliner.com (karena websitenya sepertinya belum ada karena memang terhitung sangat baru):

Bosang Makassar hadir sebagai oleh-oleh kebanggaan kota Makassar hits dan kekinian by Ricky Harun. Grand opening dilakukan pada Minggu 15 Januari 2017 yang berlokasi di Jalan Ratulangi No 106 Makassar.

Acara Grand opening ini dihadiri oleh Ricky Harun, Herfiza dan ibunda dari Ricky Harun yaitu Donna Harun.

Bosang Makassar sendiri merupakan gabungan cheese cake yang super lembut dengan pastry di bagian tengahnya, sehingga menghasilkan karakteristik yang unik, lembut nya cake dipadukan dengan pastry yang crispy.

Bosang Makassar hadir dengan berbagai varian rasa yang juara, seperti coklat, keju, greentea, lemon, durian, redvalet dan banana yang merupakan ciri khas dari kota Makassar. Harga berkisar 49k – 55k.

Dengan penyajian yang fresh from the oven dan tanpa bahan pengawet, Maka bosang Makassar tentunya akan menjadi pilihan oleh-oleh terbaik dan favorite. Bosang Makassar juga Menggunakan bahan-bahan baku lokal, serta sumber daya manusia lokal, sehingga bosang Makassar turut andil dalam mengembangkan perekonomian kota Makassar.

Menariknya, bisnis toko kue milik artis kelahiran Bandung 12 Januari 1987 ini diberi nama ‘Bosang’ yang sangat identik dengan ciri khas orang Makassar yaitu adanya tambahan huruf ‘g’ setelah huruf ‘n’, atau di Makassar dikenal dengan istilah ‘okkots’. “Bosang sendiri gak memiliki arti khusus, cuma kan khas Makassar ada “Ng”nya, jadi kita ada tagline jangan bosang bosang makan bosang,” guraunya.

http://online24jam.com/2017/01/15/29608/bosang-gaya-ricky-harun-warnai-kuliner-khas-makassar/

wp-1486006842175.png

*kemudian jadi lapar hehehe…

Nah, mana yang paling mantap atau enak rasanya? Sepertinya sih walaupun ada kemiripan tapi masing-masing punya rasa dan keunggulan khasnya ya… Semoga ada kesempatan untuk mencicipinya, karena terus terang saya pun penasaran.

Tambahan/update:

Ternyata selain para suami juga ada artis muslimah yang berbisnis oleh-oleh khas daerah dengan bentuk kue kombinasi pastry. Dia adalah Zaskia Sungkar, istri Irwansyah dan kakak ipar Teuku Wisnu. Kuenya diberi nama Surabaya Snow Cake, dengan cake yang merupakan modifikasi dari lapis Surabaya. Menyusul kemudian Laudya Cynthia Bella dengan Bandung Makuta dan Shireen Sungkar yang akan segera meluncurkan Bogor Rain Cake.


Advertisements

9 thoughts on “Oleh-oleh Khas Daerah dari Para Artis, Tren Baru?

  1. Kayaknya satu pabrik ya? Semua ya isinya kulit puff pastry diolah ada yg cakenya diluar.. Cakenya didalam.. Cake dibawah cake diatas dibalut pastry.. Pastry diatas.. Pastry ditengah.. Jadinya kyk sama aja semua kuenya.. Modelnya aja ganti sm nama aja ganti

    • Hehehe, obrolan kami di grup juga membahas itu, cuma beda naruh cake-puff pastry aja. Tapi ada juga oleh-oleh daerah ala artis yang tanpa pastry ya, yang belakangan muncul Pontianak Lamington Glen Alinskie sama Bandung Makuta Laudya Chyntia Bella (yang terakhir ini kayaknya ada kerja sama dengan Irwansyah-Zaskia Sungkar).

      • Sepertinya yg mirip2 semua juga kerjasama… bandung makuta juga ada hashtag #pedulisahabat yg dng irwansyan n zaskia…cirebon sultana juga sama….

      • Iya sekarang nambah lagi ya, di Cirebon ada Sultana punya Indra Bekti dan istri yang konsep promosinya mirip makuta… yang belum ketahuan bentuknya Cirebon Cinnamon-nya Dimas Seto & Dhini Aminarti nih.

    • Eh sebentar… Baru cek lagi IG, Bandung Makuta LCB (yang foto jelasnya belum lama dirilis) pakai pastry juga ya ternyata, kali ini pastrynya di sekeliling :D.

  2. Pingback: Bolu dan Cake, Sama atau Beda, Ya? | Leila's Blog

  3. Postingan yang menarik mbak Leila… saja sendiri sedang mempersiapkan tulisan dengan topik ini! Tulisan mbak sedikit banyak sudah membantu saya, jadi gausah capek2 check websitenya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s