Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru

Di triwulan I tahun 2017, Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI telah menerbitkan jadwal rekomendasi pemberian imunisasi yang terbaru, yang dimuat di http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017. Rekomendasi terakhir sebelumnya keluar tahun 2014, setidaknya yang dimuat di website resmi mereka, walaupun ada juga yang mengedarkan tabel rekomendasi vaksinasi dari IDAI tahun 2016 (selengkapnya bisa dibaca di postingan saya yang ini: Siap-siap Imunisasi 2 Tahun).

Berikut ini jadwal terbaru imunisasi IDAI, yang memang sedikit berbeda dengan versi Kementerian Kesehatan (yang disubsidi atau gratis).

Secara resmi, vaksin baru yaitu dengue dan Japanese encephalitis (khusus daerah endemis) sudah dimasukkan ke dalam jadwal tersebut. Kemudian ada juga penjelasan alternatif penyesuaian jadwal pemberian apabila vaksin Hepatitis B diberikan bersamaan dengan pilihan vaksin DPT yang ada, apakah vaksin DTPw (yang vaksin pertusisnya whole cell/utuh dan sering disebut sebagai ‘yang panas’ padahal tidak selalu) atau vaksin DTPa (vaksin pertusisnya aseluler, sering dibilang ‘nggak bikin demam’, padahal kemungkinannya tetap ada sih). Juga dipaparkan saran terkait pemakaian vaksin polio tetes (oral/OPV) atau suntik (inactivated/IPV).

Yang baru juga adalah penyebutan adanya vaksin MR. Dahulu yang dipakai di Indonesia hanya vaksin MMR, kemudian stok vaksin ini kosong secara nasional selama sekitar setahun belakangan (anak kedua saya masih sempat menerima dosis pertamanya awal tahun kemarin, tetapi ketika kakaknya mau booster di usia kelima pada akhir tahun, sudah tidak dapat lagi), mungkin ada yang bisa bawa (hand carry) dari luar negeri tapi cukup langka. Nah, dulu dengar-dengar wacananya akan digantikan dengan vaksin MMRV yang sudah dipakai di negara lain, jadi kombo-nya jadi Measles/Morbili (campak), Mumps (gondongan), Rubella (campak Jerman), dan Varicella (cacar air) dalam satu suntikan. Namun, kabar terakhir, yang akan tersedia adalah vaksin MR (campak dan campak Jerman), malah masuk program bersubsidi pemerintah alias gratis sekalian. Rencananya akan mulai diberikan tahun ini juga dengan keterangan sebagai berikut (diambil dari grup Gerakan Sadar Imunisasi – Gesamun asuhan Yayasan Orangtua Peduli).

Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutus transmisi penularan virus campak dan rubella pada anak usia 9 bulan sampai dengan <15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Campak (measles) dapat menyebabkan komplikasi yang serius, seperti radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital yang meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian, dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, tetapi penyakit ini dapat dicegah, salah satunya dengan imunisasi. Di bulan Agustus 2017, imunisasi MR diberikan untuk anak usia sekolah 7 tahun s.d <15 tahun (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat). Kalau ada yang berusia 15 tahun tetapi bersekolah di SMU/sederajat juga harus diberi imunisasi MR.
Pada bulan September 2017, imunisasi MR diberikan untuk bayi usia 9 bulan s.d anak usia <7 tahun, dilaksanakan di Posyandu, Puskesmas, dan Sarana Pelayanan Kesehatan lainnya.

Beberapa vaksin lain juga segera akan tersedia yang bersubsidi, seperti dikutip dari situs Kemenkes berikut ini:

Pelaksanaan kampanye vaksin MR akan menyasar anak usia 9 bulan <15 tahun dan kemudian diikuti dengan pengenalan (introduksi) imunisasi Rubella ke dalam program imunisasi nasional memakai vaksin MR menggantikan vaksin campak yang selama ini dipakai. Introduksi vaksin MR ini diberikan pada anak umur 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/sederajat. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam 2 fase yaitu fase 1 dilaksanakan tahun 2017 di semua Provinsi di Pulau Jawa dan fase 2 dilaksanakan di seluruh provinsi di luar pulau Jawa.

Untuk vaksin JE, kampanye dan introduksi akan diawali di Provinsi Bali (tahun 2017 2018) dan Kota Manado (tahun 2019). Imunisasi JE akan menyasar bayi usia 9 bulan. Sedangkan vaksin Pnemokukus diberikan untuk bayi usia 2,3 dan 12 bulan. Pada 2017 Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur terpilih sebagai lokasi percontohan; tahun 2018 akan diperluas ke Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Pangkal Pinang, Bangka dan Bangka Tengah; sementara tahun 2019 akan diperluas lagi ke seluruh kabupaten/kota lainnya di Provinsi NTB, Kabupaten/Kota Bogor, Kabupaten/Kota Bekasi, Kota Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo. Sementara untuk vaksin HPV bagi anak usia 9 13 tahun, DKI Jakarta telah terpilih sebagai lokasi percontohan pada tahun 2016 dan akan diperluas di Kab. Kulonprogo, Gunungkidul, dan Kota Surabaya pada tahun 2017, Kota Manado dan Kota Makassar pada tahun 2018 dan seluruh Kabupaten / Kota DI Yogyakarta pada tahun 2019.

Advertisements

4 thoughts on “Jadwal Imunisasi IDAI Terbaru

  1. Pingback: Imunisasi Lewat Vaksinasi, Investasi untuk Penerus Masa Depan | Leila's Blog

  2. Pingback: Anak Batuk Pilek, Imunisasi Jalan Terus | Leila's Blog

  3. Pingback: Aplikasi PRIMA untuk Generasi Prima | Leila's Blog

  4. Pingback: Siap-siap Imunisasi Usia 2 Tahun | Leila's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s