ActivSilver Siap Lindungi ActivFamily

Warna keperakan diselingi merah merona menyambut kami, para blogger yang tergabung dalam komunitas The Urban Mama saat memasuki ruangan di lantai 3 Plataran Menteng. Di restoran dengan gaya arsitektur perpaduan kolonial dan budaya Indonesia yang belum lama dibuka ini, pada Kamis petang (30/03), digelar kegiatan #TUMBloggersMeetUp. Bukan ketemuan biasa, karena pada kesempatan tersebut kami diajak berkenalan dengan si silver. Nah, siapa si silver itu? Pertanyaan yang mirip terlontar dari Christian Sugiono melalui tayangan iklan di layar dalam ruangan, setelah Titi Kamal mengajak Juna, buah hati mereka, mandi pakai si silver.

Pak Evan Rickyanto, Senior Brand Manager Lifebuoy yang juga seorang suami dan ayah sepakat bahwa keluarga merupakan tempat yang tepat untuk mengawali kebiasaan baik. Para mama umumnya akan berusaha menjaga kesehatan keluarga. Berdasarkan survei Lifebuoy, 7 dari 10 ibu setuju bahwa kuman semakin beragam dan membuat banyak penyakit baru hingga anak lebih sering sakit. Ini terasa sih di saya dalam sebulan ini, ketika anggota keluarga di rumah maupun teman-teman seruangan di kantor gantian ‘tumbang’. Umumnya ‘cuma’ selesma sih, tapi tetap terasa mengganggu aktivitas. Sedangkan survei berikutnya menunjukkan bahwa 92% mama sadar penyakit itu dapat dicegah sejak awal. Di antaranya adalah dengan hidup sehat, mandi, serta cuci tangan pakai sabun (CTPS) dengan teratur. Hal serupa sering saya lontarkan kalau ada yang bertanya, anak sakit ini diapakan sih baiknya, yang bisa dilakukan di rumah. Saya memang sempat aktif di beberapa grup ibu-ibu. Perawatan tidak selalu harus berupa obat, kan? Apalagi untuk penyakit yang sifatnya self limiting disease. Bahkan kalaupun ada anggota keluarga yang terkena penyakit yang memang memerlukan obat, cuci tangan tetap membantu mencegah penularan khususnya ke orang-orang yang ada di sekeliling, selama sakitnya memungkinkan untuk cuci tangan tentunya.

Dr. Ariani dan pak Evan mengajak para mama aktif mencontohkan kebiasaan baik cuci tangan dengan sabun.

Karena kuman berevolusi menjadi lebih kuat dan menjadi salah satu faktor penyebab kita lebih gampang sakit, Lifebuoy juga selalu berinovasi agar keluarga tetap terlindungi. Lifebuoy kali ini meluncurkan varian ActivSilver Formula dengan brand ambassadors keluarga Christian Sugiono dan Titi Kamal, sebagai langkah aktif membantu menjaga kesehatan keluarga. Silver sejak dulu terkenal di kalangan medis digunakan untuk melapisi alat kedokteran karena efek perlindungannya terhadap bakteri, sebagaimana bisa dilihat di jurnal http://journals.sagepub.com/doi/abs/10.1177/1757177408099083.

Disebutkan di di dalam jurnal tadi, silver bisa mencegah bakteri menempel di alat kesehatan hingga 99%. Silver juga digunakan pada salep luka dan perban yang membantu mengurangi berkembangnya bakteri pada luka, penjelasannya bisa dibaca di sini. Namanya sih sekilas mungkin bikin berkerut dahi. Silver? Ini logam, kan? Amankah? Lifebuoy sudah melakukan penelitian dan pengembangan selama bertahun-tahun untuk produk ini, termasuk keamanannya untuk kita pakai, sehingga dari segi safety terjamin, kok.

Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.(A)K. sebagai pembicara kedua menerangkan bahwa kuman sekarang jadi lebih kuat karena kita memberi mereka ‘modal’, yaitu:

– Konsumsi obat yang tidak pada tempatnya oleh sekelompok masyarakat, misalnya penggunaan antibiotik tanpa resep dokter, juga tidak menghabiskan antibiotik yang seharusnya diminum. Hal ini membuat kuman bertambah kuat.

– Gaya hidup masa kini juga secara tidak langsung membuat manusia lebih ‘lemah’.

– Penyakit lebih mudah menyebar dengan kegiatan warga global sekarang.

– Urbanisasi.

– Perubahan iklim yang membuat vektor berubah tempat, misalnya nyamuk penyebar penyakit yang berpindah akibat pemanasan global.

Sebagai mama, tentu kita semua ingin melindungi keluarga, apalagi anak-anak yang masih rentan. Nah, bagaimana supaya anak tidak mudah terkena penyakit? Dr Ariani menyarankan agar kita rutin mengajak anak berolahraga (tidak harus yang berat) atau bimbing ia memilih aktivitas yang disukai, jangan hanya berdiam di depan televisi atau gadget. Termasuk tidak selalu minta bantuan jika perlu mengambil sesuatu yang bisa diambil sendiri (saking malas bergerak, kadang cari gampangnya dengan minta tolong ART kan). Anak-anak juga perlu tidur cukup, makan bergizi seimbang dengan vitamin dan mineral yang cukup. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah gunakan antibiotik secara bijak. Jangan lupa juga untuk rajin cuci tangan. Cuci tangan ini sepertinya sepele, tapi sesungguhnya sangat penting dan bisa secara signifikan menurunkan risiko infeksi.

Dua mama selebriti hadir juga malam itu untuk berbagi cerita masing-masing. Mama Sissy Prescillia yang punya dua putra sudah sejak dulu terbiasa, bahkan bisa dibilang semacam ‘terobsesi’ dengan cuci tangan. Bahkan ada wastafel yang diletakkan di bagian depan rumah agar lebih mudah ingat untuk cuci tangan, karena papa Rifat Sungkar termasuk agak cuek. Sedangkan menurut mama Sabai Dieter Morscheck yang terhitung mama baru, papa Ringgo Agus Rahman sigap diajak bekerja sama untuk melatih Bjorka, anak pertama mereka, rajin cuci tangan. Keberadaan anak diakui membuat para papa mau lebih aktif berusaha menjaga kesehatan keluarga, termasuk lewat mencuci tangan.

Mama Sabai mengajak Bjorka cuci tangan.

Pertanyaan berikutnya yang muncul, cuci tangan yang baik itu seperti apa, sih? Apakah harus pakai sabun atau dengan cairan hand sanitizer saja cukup? Dr. Ariani menyebutkan bahwa hand sanitizer boleh digunakan karena kepraktisannya, misalnya saat sedang dalam perjalanan atau kesulitan mengakses air. Tetapi untuk kebersihan yang lebih optimal, apalagi kalau tangan kita jelas-jelas visibly soiled, cuci tangan itu wajib. Air yang mengalir akan membantu ‘menggelontor’ kotoran dan kuman yang mungkin sempat hinggap. Untuk sabun tentunya perlu juga pilih yang terbaik agar perlindungan terhadap kuman juga maksimal, misalnya yang mengandung ActivSilver.

Lantas, setelah kita tahu manfaat cuci tangan, berapa kali nih idealnya kita mencuci tangan dalam sehari? Benarkah sesering mungkin? Dr. Ariani menjawab, tidak harus juga dipatok frekuensinya. Yang penting ajak anak untuk memahami mengapa dan kapan ia harus cuci tangan. Lifebuoy mengajak untuk memperhatikan 5 waktu penting untuk cuci tangan sesuai kampanye yang sudah mendapatkan akreditasi dari Royal Society for Public Health, yaitu sebelum makan pagi, sebelum makan siang, sebelum makan malam, setelah menggunakan toilet, dan saat mandi. Bisa ditambahkan sesudah makan, setelah main kotor-kotoran, dan sebelum tidur. Di sini pak Evan menambahkan kalau dari pengalamannya, membentuk kebiasaan baik itu tidak instan. Perlu waktu, ketelatenan, dan contoh dari orangtua, dan meskipun mungkin agak repot tapi kita kelak akan memetik buahnya yang manis. ActivSilver berbuah ActivFamily, bukan begitu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s