Aplikasi PRIMA untuk Generasi Prima

Masih dari Seminar Sehari All About Vaccination, di antara presentasi soal vaksinasi ada sesi khusus pengenalan aplikasi digital PRIMA untuk pantau tumbuh kembang anak oleh dr. Bernie Endyarni Medise, Sp.A.(K), MPH. Dokter Bernie ini adalah salah satu dokter dari IDAI yang mencetuskan ide lahirnya aplikasi tersebut. Saya sudah pernah membaca-baca mengenai aplikasi tersebut di blog beberapa teman pasca-peluncurannya pada hari anak nasional 23 Juli tahun lalu, tapi belum sempat memasangnya di hp.

Dokter Bernie mengingatkan bahwa ada yang disebut dengan 1000 hari pertama kehidupan yaitu 270 hari masa gestasi (kandungan) ditambah dengan 730 hari pascaanak dilahirkan, di mana terjadi perkembangan fisik dan otak yang sangat pesat. Hal-hal seperti malnutrisi, cedera, prematuritas, infeksi, gangguan hormonal, kelainan kongenital, dan faktor lingkungan bisa mengganggu optimalisasi 1000 hari pertama kehidupan.

Kondisi kesehatan anak Indonesia masih memprihatinkan, hasil Riskesdas 2013 cakupan imunisasi dasar lengkap masih kurang (baru 58,9%), dan banyak terjadi anak stunting/pendek (prevalensinya mencapai 37,2%, peringkat kelima di dunia) karena gizi yang tidak terpenuhi dengan baik (balita dengan gizi kurang dan gizi buruk mencapai 19,6%). Nah, di sini saya jadi ingat pidato ibu Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sebuah kegiatan sosialisasi awal Maret lalu, ternyata kasus stunting juga menjadi perhatian beliau. Kasus gangguan tumbuh kembang salah satunya bisa diatasi dengan bantuan tenaga kesehatan. Namun, rasio dokter anak dengan penduduk usia 0-19 tahun adalah 1 : 24.078. Kita tentu berharapnya jumlah sebanyak itu sehat semua, tetapi jika ada masalah atau untuk keperluan imunisasi saja misalnya, sepertinya jumlah dokter tersebut belum mencukupi. Belum lagi masalah jarak dan keterbatasan waktu.

Sebetulnya, monitoring dan pemantauan tumbuh kembang anak bukan hanya tugas tenaga kesehatan, tapi paling utama harus dilakukan oleh orangtua sendiri. Salah satu solusi praktis adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi. Di internet sudah begitu banyak informasi bermanfaat terkait kesehatan keluarga, walaupun perlu kejelian juga untuk memilahnya. Dalam kegiatan lain kemarin, saya mendapatkan tips bahwa salah satu tanda website tepercaya adalah yang dimiliki oleh organisasi kesehatan resmi, misalnya Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Situs IDAI banyak memuat artikel yang bagus dengan penyampaian yang mudah dipahami, termasuk untuk hal-hal yang kerapkali meresahkan orangtua.

Tak cukup hanya di situ, tahun kemarin IDAI kemudian melangkah lebih jauh dengan meluncurkan aplikasi PRIMA (Program IDAI untuk Membangun Anak Indonesia). Tujuannya, untuk membantu memantau tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak usia 0-18 tahun demi terwujudnya generasi prima. Aplikasinya tersedia dalam versi untuk dokter anak maupun orangtua/awam dan menggunakan platform android maupun iOS.

Apa saja yang ada di dalam aplikasi ini? Aplikasi PRIMA memuat di antaranya:

  1. Jadwal imunisasi versi IDAI, agar orangtua lebih mudah mengecek kapan waktu untuk vaksinasi berikutnya (saya pernah menulis tentang inijuga di blog, bisa dibaca di https://ceritaleila.wordpress.com/2017/04/02/jadwal-imunisasi-idai-terbaru/)
  2. Kurva pertumbuhan WHO maupun CDC. Sering nih baca curhatan ibu-ibu kalau anaknya kurus, ASI kurang dst, nah salah satu hal penting untuk memastikan apa betul ada gangguan pertumbuhan adalah dengan menggunakan alat growth chart atau kurva pertumbuhan ini. Tentunya dengan syarat ada datanya ya, alias harus rajin menimbang berat badan dan mengukur panjang atau tinggi badan bayi/anak. Adanya aplikasi ini semoga menyemangati juga untuk rutin melakukan pengukuran, karena hasilnya bisa jelas terlihat di kurva, tidak perlu terlalu rumit memikirkan cara plot dan penafsirannya.
  3. Tahapan perkembangan anak, apa saja yang seharusnya sudah bisa dilakukan di usia tertentu (tentu, semua anak unik, tetapi tetap ada standarnya, bukan hanya dibandingkan dengan dua-tiga anak di sekitar), dan bagaimana menstimulasinya.
  4. Kuesioner kunjungan ke dokter, ini membantu khususnya mengenai apa saja yang perlu ditanyakan ke dokter.
  5. Materi edukasi untuk orangtua.
  6. Skrining, termasuk KPSP (kuesioner praskrining perkembangan anak) dan skrining kesehatan.

Aplikasi yang all-in begini diharapkan akan mempermudah orangtua dalam memantau tumbuh kembang anak, agar ketika ada hal-hal yang meragukan bisa segera disampaikan ke dokter untuk mendapatkan tindak lanjut. Bagaimana pun, yang sehari-hari bertemu dengan anak adalah orangtua masing-masing. Jadwal imunisasi yang ada di dalamnya juga moga-moga mengurangi potensi ada vaksinasi yang terlewat karena lupa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s