Anak Batuk Pilek, Imunisasi Jalan Terus

“Anak saya batuk pilek nih Bun, jadwal imunisasi besok, boleh lanjut atau tunda aja dulu, ya?”

Pertanyaan di atas cukup sering terlontar di grup atau forum ibu-ibu. Cukup bisa dimengerti bahwa ada kekhawatiran mengimunisasi anak saat kondisinya sedang tidak fit. Biasanya sih ortu takut sesudah disuntik vaksin anak atau bayinya jadi demam (sebagai efek atau lebih tepatnya kejadian ikutan pascaimunisasi/KIPI) yang bikin tambah rewel. Atau ada juga yang mendapatkan informasi bahwa vaksinasi saat anak kurang sehat akan berpengaruh pada respon tubuh terhadap vaksin yang diberikan, semacam jadi tidak optimal bekerjanya. Yang lain menyebutkan bahwa adanya demam sesudah imunisasi bisa membuat rancu apakah demamnya demam KIPI atau karena batuk pilek yang sedang dialami, ini sehubungan dengan tindakan selanjutnya yang perlu diambil.

Baca juga: Jadwal Imunisasi IDAI 2017

Setelah baca sana-sini, diawali dari bacaan di Milis Sehat, saya termasuk yang sering menjawab pertanyaan tadi (kalau ada yang nanya, karena saya aktif di beberapa grup) dengan “batuk pilek bukan penghalang imunisasi”. Fathia dulu mendapatkan suntikan MMR (yang di antaranya mengandung vaksin campak, yang salah satu KIPI yang umum terjadi adalah demam sekitar 8-12 hari pasca-imunisasi) saat sedang batuk pilek, dan alhamdulillah batuk pileknya tidak bertambah parah setelahnya. Dokter keluarga kami malah yang menyarankan waktu itu. Ya, kata kuncinya memang konsultasikan dengan dokter, dengan kita juga berbekal informasi valid dulu tentunya. Beberapa lembaga maupun organisasi resmi sudah mengeluarkan pernyataan seputar bolehnya imunisasi ketika batuk pilek, yaitu:

  1. IDAI: Bayi/anak sedang pilek batuk bolehkah diimunisasi? Boleh. Batuk pilek ringan tanpa demam boleh diimunisasi, kecuali bila bayi sangat rewel, imunisasi dapat ditunda 1 – 2 minggu kemudian.
  2. Kementerian Kesehatan melalui iklan layanan masyarakat yang beberapa tahun yang lalu sering diputar di televisi: Imunisasi aman bagi anak yang sedang demam atau batuk pilek. (video: https://www.youtube.com/watch?v=7VH7Fj2LgxY).
  3. Publikasi resmi dari CDC (Centers for Disease Control and Prevention)Vaccines When Your Child Is Sick: anak masih bisa tetap diimunisasi ketika ia dalam kondisi demam ringan (101 F/38,3 C), pilek, meler, atau batuk, infeksi telinga bagian tengah (otitis media), dan diare ringan. Tidak ada manfaat secara kesehatan dengan menunda imunisasi ketika anak sedang sakit ringan sebagaimana disebutkan di atas. Penting untuk tetap mengimunisasi anak tepat waktu meskipun mungkin sedang tidak enak badan, guna melindungi mereka dari penyakit berbahaya. Dokter anak bisa membantu menentukan apakah tetap imunisasi saat itu atau ditunda ketika anak sedang sakit ringan. Sistem kekebalan tubuh anak mampu merespon jutaan antigen (bakteri, virus dll yang membuat tubuh anak memproduksi antibodi untuk melawan), sedangkan vaksin antigennya hanya sebagian kecil dari yang biasa dihadapi anak secara alami sehari-harinya. Jadi, sistem imun mampu menangani vaksin yang diberikan untuk kemudian membentuk kekebalan terhadap penyakit spesifiknya, sekaligus melawan penyakit ringan yang sedang diderita secara bersamaan. Vaksin juga tidak memperburuk gejala penyakit, walaupun memang bisa ada efek samping ringan seperti demam ringan atau rasa nyeri atau bengkak di lokasi suntikan. Efek samping ini bisa dibantu dinyamankan dengan kompres sejuk di area suntikan atau berkonsultasi dulu dengan dokter kalau mau memberikan obat pereda nyeri (biasanya juga membantu meredakan demam). Sakit ringan tidak memengaruhi seberapa baik tubuh merespon vaksin. Vaksin tetap membangun kekebalan pada anak yang sedang sakit ringan sebagaimana pada anak yang sehat. Tetapi memang ada beberapa kondisi kesehatan serius yang membuat pemberian vaksin bisa ditunda, seperti kanker, masalah kekebalan tubuh misalnya setelah transplantasi, sedang menjalani kemoterapi, sedang mengonsumsi antivirus, atau memiliki alergi terhadap bahan dalam vaksin tertentu. Diskusikan dengan dokter untuk hal ini.

Tambahan: secara umum sebenarnya memang tidak ada larangan untuk mengimunisasi anak dalam keadaan batuk pilek, sudah ada pernyataan dari Kemenkes juga. Hanya saja, khusus program MR tahun ini, Kemenkes mengeluarkan pernyataan berbeda sbb:

Disebutkan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr HM Subuh MPPM, anak dengan kondisi demam, batuk, pilek, mencret, ruam dan gangguan kesehatan lainnya tidak boleh disuntik. Tenaga medis harus mengecek supaya pemberian vaksin tidak sia-sia.

“Kalau anak mau diimunisasi yang pertama dia jangan sampai sakit. Pastikan anak tidak demam, batuk, flu dan mengalami gejala lainnya,” ujar Subuh saat ditemui di Kantor Kementerian Kesehatan RI, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (15/8/2017).

Sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/2017/08/15/481/1756469/catat-anak-dengan-kondisi-seperti-ini-harus-tunda-imunisasi-mr

Semoga sih kalaupun ada yang ditolak dapat imunisasi ini karena sedang batuk pilek, segera dapat memperolehnya dalam waktu dekat ya. Soalnya bermanfaat banget kan imunisasi Measles Rubella ini. Gratis pula, di saat vaksin MMR sedang langka (meskipun minus komponen Mumps/gondongannya). Bahkan beberapa ortu sampai bela-belain ke negara tetangga demi bisa imunisasi MMR. Cukup makan biaya, kan.

Oh ya, di klinik langganan, bulan lalu saat menunggu giliran bayar imunisasi influenza anak-anak, saya dengar pengantre di depan saya membayar untuk vaksin MMR. Wah, di sini ada ya, ternyata, pikir saya. Memang kadang ada vaksin langka seperti varicella pada masanya (sekarang juga masih ya kayaknya, tapi nggak selangka MMR) yang tersedia di sini, dan sempat saya ambil untuk anak kedua. Tapi ketika saya tanya petugasnya, katanya MMR yang tersedia baru untuk dewasa, kalau untuk anak masuk daftar tunggu dulu. Harganya pun sudah lima kali lipat dari ketika saya ambil imunisasi MMR sebelum merencanakan kehamilan anak kedua (sudah tiga tahun berlalu juga sih, ya). Saya kejar, lha, bukannya vaksin MMR dewasa dan anak sama, nggak seperti vaksin influenza atau hepatitis yang beda dosis anak dan dewasa, jawabannya belibet, katanya karena belum biasa dipakai di Indonesia, kemudian arahnya sepertinya diprioritaskan untuk yang butuh buru-buru karena mau bepergian ke luar negeri dan menjadi syarat untuk memasuki negara tertentu. Jadinya saya penasaran dong, apa mungkin soal perizinan pemakaian vaksin ini (disebutkan dengan inisial merk P) pada anak-anak? Tapi katanya sih nggak.

Ya, sudahlah, masih alhamdulillah anak-anak sudah sempat dapat imunisasi MMR sekali, nanti tinggal ikut program MR dari pemerintah. Semoga ketika saatnya tiba mereka dalam keadaan sehat agar nakesnya juga tidak ragu menyuntik đŸ™‚ (kalau dulu anak pertama justru disuntik MMR ketika sedang batuk sudah seminggu, atas saran dokternya dengan pertimbangan seperti bahan bacaan yang saya sebutkan di awal tulisan, dan alhamdulillah tidak tambah parah kok sakitnya).

Advertisements

2 thoughts on “Anak Batuk Pilek, Imunisasi Jalan Terus

    • Nah kalau ini mungkin termasuk poin ‘konsultasikan dengan dokter’, ya… Kalau dulu sebenernya juga bukan mau menyengaja, malah awalnya periksain buat batpilnya yang udah agak lama, dan malah ditawarin imunisasi MMR sekalian yang jadwalnya memang udah deket banget :D.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s