Asyik Bermain dan Belajar dengan Kodomo Challenge

Kemarin siang, sebuah paket dari Kodomo Challenge tiba di rumah. Wah, ternyata paket edukasi untuk bulan Juli sudah datang! Padahal bulan Juni-nya kan belum habis, hehehe. Set toko roti lapis yang kami terima ini adalah paket pertama dari paket berlangganan yang akan dikirim setiap bulannya.

Karena Fahira sudah berusia lebih dari dua tahun, jadi saya memilih memesan paket Playgroup yang diperuntukkan bagi anak usia 2 s.d. 3 tahun. Untuk rentang usia ini, Kodomo Challenge menyiapkan paket untuk mengajak anak belajar mandiri dan menanamkan kebiasaan hidup yang baik. Dengan kosa kata yang rata-rata sudah mencapai lebih dari 600 kata, tentu anak usia ini makin jago berekspresi dan mengungkapkan perasaan maupun keingintahuan. Anak juga mulai lebih banyak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, bukan hanya dengan keluarga inti. Pastinya perlu pendampingan dan stimulasi yang tepat dong ya. Bagi anak berumur 1-2 tahun, ada paket Toddler.

Berhubung Fathia sudah bisa membaca, jadinya dia bisa membimbing adiknya bermain juga. Misalnya dengan membacakan petunjuk permainan.

Paket Dikirim Secara Berkala

Oh ya, paket Kodomo Challenge ini memang dirancang untuk dikirim secara bertahap setiap bulan. Latar belakangnya adalah proses edukasi yang memang sebaiknya bertahap, ada jenjangnya juga. Jadi setiap bulannya orangtua bisa mendampingi anak dengan aktivitas yang fokus. Nanti permainan dan konten VCD maupun buku bergambar yang dikirim setiap bulannya akan berbeda.

Ini nih set lengkap toko roti lapisnya. Di sini Fahira belajar tentang bentuk dan warna sambil memainkan pretend play favoritnya, meracik hidangan. Ada pula boneka matryoshka alias daruma dengan 6 warna yang bisa digunakan untuk memperkenalkan ukuran, urutan, warna, dan ekspresi. Sedangkan DVD yang disertakan untuk edisi Juli ini berisi edukasi mengenal binatang laut. Buku bergambarnya mengajak anak belajar menggunakan toilet sendiri, termasuk mengenakan celana lagi setelahnya.

Mau Berlangganan? Mudah, Kok

Berapa sih, harga paketnya? Paket langganan 12 bulan seharga Rp264.000,00/bulan, totalnya jadi Rp3.168.000,00. Sedangkan paket 6 bulan seharga Rp363.000,00/bulan atau jadi Rp2.178.000,00. Mahal? Relatif ya rasanya, karena paket yang dikirimkan bisa dibilang lengkap dan mengikuti perkembangan anak secara bertahap. Ada buku pedomannya untuk orangtua (Parents’ Guide), pula. Jadi, tidak ada salahnya kita sebagai orangtua berinvestasi di mainan edukatif yang sudah melalui riset seperti rangkaian Kodomo Challenge ini. Opsi pembayaran cicilan juga tersedia, tetapi harus menggunakan kartu kredit.
Pemesanannya pun mudah, bisa melalui website http://www.shimajiro.id. Di website tersebut kita bisa mengenal lebih jauh mengenai program-programnya Kodomo Challenge. Ada juga materi parenting, misalnya tips-tips permainan yang bisa kita praktikkan di rumah bersama anak.
Kodomo Challenge sendiri merupakan layanan edukasi yang sudah dirintis sejak tahun 1988 di Jepang oleh perusahaan Benesse Group. Benesse Group sudah didirikan sejak tahun 1955 dan bergerak di bidang edukasi, bahasa, gaya hidup, serta perawatan lansia. Dari presentasi yang sempat saya simak di sela-sela sebuah acara talkshow, pelanggannya sudah mencapai puluhan bahkan ratusan ribu di negara-negara seperti Korea Selatan, Hong Kong, dan Tiongkok lho. Totalnya sudah mencapai dua juta konsumen lebih yang menikmati paket edukasi ini, sebelum masuk ke Indonesia.

Tahun 2013, kami sempat berkenalan dengan Kodomo Challenge versi terdahulu, bentuknya seperti ini. Waktu itu saya memesan paket toddler dilanjutkan dengan paket kindergarten untuk Fathia. Bus balok bermain lucunya membantu memperkenalkan bentuk, warna, dan mengasah ketelitian memasangkan ke lubang yang sesuai. Jam imut berwarna biru di paket kindergarten menolong mengajarkan hitungan waktu, rutinitas, juga bisa difungsikan sebagai timer. Lagu-lagu di VCD-nya mudah diingat dan diulang. Kami juga sempat memenangkan hadiah merchandise kaos dan jam weker Shimajiro untuk salah satu kuisnya.

Sayang, belakangan paket ini tidak berlanjut lagi. Jadi, saya senang sekali ketika tahun lalu promosi Kodomo Challenge mulai mengemuka. Ada trial kit yang bisa dikirimkan ke rumah jika kita mendaftarkan diri melalui website-nya maupun petugas yang menawarkan di mal-mal ataupun pameran. Trial kit yang kami terima seperti ini, nih…

Lucu ya, anak-anak suka aktivitas menempel stiker dan memasang-masangkannya.

Dari Special Launch Promo Set yang kami pesan, kami memperoleh boneka tangan Shimajiro beserta tasnya yang dikirim lebih awal mendahului set bulan Juli. Jadi sekarang ada dua Shimajiro di rumah.

Shimajiro si Teman Bermain

Tokoh utama Kodomo Challenge yang sekaligus berperan sebagai learning buddy anak, Shimajiro, juga rajin berkeliling mengadakan acara di sejumlah mall maupun event. Anak-anak yang sudah familiar dengan tokoh harimau imut ini pun girang ketika mereka akhirnya bisa menyimak live show Shimajiro di Grand Indonesia Oktober lalu.
Di Indonesia Maternity, Baby & Kids Expo (IMBEX) Desember 2017 kemarin, saya juga sengaja mengatur waktu kunjungan agar anak-anak bisa sekalian melihat Shimajiro Show.

Menonton Cerita Shimajiro, Keluarga, dan Teman-temannya

Selanjutnya, tayangan Shimajiro di kanal resmi Youtube-nya pun tak luput mereka konsumsi. Materi di film ceritanya sendiri meski berlatar belakang budaya Jepang tetapi secara keseluruhan masih cocok untuk disimak di sini. Tentunya tetap dengan pendampingan dari saya ya, sebab ada bagian-bagian yang perlu penjelasan juga. Gemas rasanya menonton tingkah laku Shimajiro Shimano dengan teman-temannya seperti Mimi-Lynne yang feminin, Flappie yang ceriwis dan kadang konyol, Nikki (kadang disebut Nyakki) yang lincah, serta Tamasaburo, artis cilik yang menjadi murid baru di TK Challenge tempat Shimajiro dan kawan-kawan bersekolah.
Interaksi Shimajiro di rumah dengan ayah, ibu, dan Hannah/Hana adiknya juga menarik dicermati, karena selalu ada pelajaran yang bisa diambil. Bersama Fathia dan Fahira, saya ikut tertawa menyaksikan Hannah ngotot ingin sekolah menggantikan kakaknya yang sakit, turut merenung melihat Shimajiro kesal ketika tahu para ibu suka membicarakan anak-anak di belakang mereka, tersentuh saat pak Shimano berupaya menunjukkan bahwa ia ayah yang patut dibanggakan, juga terharu ketika sekeluarga Shimano saling bercerita momen-momen yang membuat mereka menitikkan air mata.
Nah, video ini selain bisa diputar di YouTube, sebagian tersedia juga di website. Di TV juga ada program rutinnya. Ketika jalan-jalan ke Yogyakarta pekan lalu anak-anak sempat menonton Shimajiro melalui televisi untuk pertama kalinya (karena kami memang amat jarang menyalakan televisi sehari-hari di rumah). Ini jadwal lengkap tayangan Shimajiro di TV:
MNC Kids Channel setiap hari Sabtu pukul 10.00 WIB. Tayang ulang setiap hari Minggu 10.00 WIB serta Senin – Jumat 17.30 WIB.
Dunia Anak Transvision setiap hari Minggu pukul 08.20 WIB. Tayang ulang pada hari Rabu & Jumat 5.50, 11.40, dan 15:25 WIB serta hari Sabtu 12:30 WIB.

Karena muatannya yang memang mendidik dan termasuk mudah dicerna, tayangan Shimajiro memperoleh sejumlah penghargaan seperti Nominee International Emmy Kids Awards 2015 untuk kategori preschool, Finalis Asian Television Award 2014 kategori Preschool Program, serta World Media Festival 2013 Grand Award Winner, Education Gold Award Winner kategori Preschool, Kindergarten.

Kodomo Challenge untuk Usia Selanjutnya

Seiring berjalannya waktu, Kodomo Challenge juga ternyata direncanakan untuk lanjut terus menemani anak-anak Indonesia. Nantinya akan ada Kodomo Challenge Hop di tahun 2019 untuk umur 3-4 tahun, Kodomo Challenge Step tahun 2020 bagi usia 4-5 tahun, hingga Kodomo Challenge Jump tahun 2021 untuk anak berusia 5-6 tahun. Jadi Benesse memang sudah merancang skema besar Kodomo Challenge ini agar lebih menyeluruh dan, sekali lagi, disesuaikan dengan tahapan tumbuh kembang anak.
Agar lebih mantap, di Indonesia Kodomo menggandeng Dr. Sofia Hartati, M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dan Ketua Umum Asosiasi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia dini (APG PAUD) sebagai Planning Supervisor Kodomo Challenge Indonesia. Ibu Sofia menyatakan, pertumbuhan sel otak anak terjadi paling pesat pada usia 0 s.d. 2 tahun.
Pesan ibu Sofia, “Jangan lewatkan kesempatan untuk menanamkan kemampuan berharga untuk masa depannya. Mulailah memberikan anak permainan edukatif sedini mungkin.” Pesan ini sekaligus menepis kekhawatiran apakah tidak terlalu awal untuk memberikan permainan edukatif sejak bayi atau batita. Yang penting, pengalaman belajar dilalui dengan menyenangkan. Jangan lupa, lengkapi juga nutrisi agar periode emas anak dapat dijalani dengan optimal.
Hal senada disampaikan oleh mba Binky Paramitha Iskandar, M.Psi., Psikolog Pendidikan dan Co-Founder Rumah Dandelion. Katanya, “Setiap anak lahir di dunia membutuhkan stimulasi untuk mendukung tumbuh kembangnya. Stimulasi terbaik untuk anak usia dini adalah melalui kegiatan yang konkret dan membuat anak terlibat aktif dalam setiap aktivitasnya.”
Dengan pertimbangan itulah Kodomo Challenge menyediakan mainan, buku bergambar, dan DVD sekaligus dalam setiap paket bulanannya.

Bermain Sambil Belajar

Harapannya, dengan proses bermain sambil belajar yang seru dan menyenangkan didampingi orangtua, anak bisa mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan lingkungan sekitarnya. Dari situ, tumbuhlah karakter yang kuat. Selain itu, dari materi terintegrasi yang diperoleh, anak mendapatkan banyak pengalaman tentang arti “pencapaian’ dalam kesehariannya, sehingga bisa percayaan diri dan termotivasi.
Buku bergambar, mainan, dan video dengan ikon tokoh/benda yang sama tiap bulannya sengaja dibuat demikian untuk menyemangati anak belajar lebih mendalam.
Misalnya boneka matryoshka ini nih, yang muncul di buku dalam trial kit kemudian boneka sungguhannya dikirimkan dalam July Launch Set. Hanya saja pertanyaan Fahira, kok tidak ada boneka yang pink sebagaimana dalam bukunya, ya? Hehehe.
Tak lupa Benesse juga mempertimbangkan aspek keamanan. Ukuran mainan dipastikan tidak bisa tertelan karena lebih besar dari mulut anak. Bahannya pun tidak gampang hancur, tidak rusak walaupun ditarik, kekuatannya dicek dengan teliti. Anak bermain dengan nyaman, orangtua juga tenang, kan?

Mainan Kodomo Challenge ini juga sudah mendapatkan sertifikasi SNI. Tips perawatan mainan, termasuk cara mencuci jika diperlukan, juga disertakan agar pemanfaatan mainan juga lebih maksimal.

Psst, saya sudah intip-intip di website-nya, bakal ada Wonder Pen Hatenanda di bulan Desember, mesin kasir berbicara di bulan Januari, dan set bayi Hana di bulan Mei, lho. Menarik, nih. Jadi nggak sabar, ya, hehehe, tapi tetap harus menunggu sampai saatnya tiba nanti.

Advertisements

2 thoughts on “Asyik Bermain dan Belajar dengan Kodomo Challenge

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s