Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 14

Hari keempatbelas, 20 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) bersama-sama dibacakan buku dari seri Ayo Merawat Tubuh, yang berjudul Gigiku Kuat, Gigiku Sehat dan Mengapa Rambutku Kusam? (Fitri Restiana, penerbit Gema Insani). Kedua buku cerita bergambar ini mengisahkan perlunya sikat gigi walaupun tidak makan yang manis-manis, juga bahwa shampo harus dipakai sesuai dengan peruntukan usianya.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 13

Hari ketigabelas, 19 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) minta dibacakan buku (Kalau Besar Nanti, Aku Ingin Menjadi) Dokter (penerbit BIP/Bhuana Ilmu Populer). Fathia suka buku ini karena ia juga ingin jadi dokter. Bayangan kita mungkin kalau buku tentang cita-cita menjadi dokter akan merinci apa saja yang perlu dilakukan (untuk buku anak akan menyebutkan tentang harus rajin belajar dan seterusnya), dan apa saja pekerjaan mulia yang dilakoni seorang dokter. Tetapi buku terjemahan dari Prancis ini mengambil sudut pandang yang agak lain. Ada kisah kebohongan seorang anak yang merasa dia tidak kalah pintar dari dokter yang memeriksa adiknya, sampai perlunya kasih sayang dalam penanganan pasien, jadi bukan hanya diobati. Sebelumnya, Fathia juga sempat mengambil buku lama yang berjudul Pohon Yang Paling Tinggi (Orin, penerbit GIP/Gema Insani Press). Yang paling melekat di ingatannya dan bikin ia ingin membaca lagi dan lagi adalah cerita bahwa ada manusia yang melakukan pemujaan terhadap pohon. Inti ceritanya sih sebenarnya kesombongan dari sebuah pohon, si tokoh utama, yang merasa begitu hebat dan memberi banyak manfat.


Fahira (2 tahun 6 bulan) membuka-buka beberapa buku lama, di antaranya Setan? Siapa Takut? (Fadila Hanum, penerbit GIP). Buku ini menurut saya temanya unik, memperkenalkan ke anak-anak bahwa memang ada setan yang sukanya menggoda manusia, disertakan pula tips menghadapi godaan tersebut.

Generation Gap di Kantor, Generasi Y Yang Terjepit

Tantangan dari sebuah komunitas di Instagram (padahal cuma tahu selintasan sih, boro-boro terlibat secara aktif di situ) beberapa bulan yang lalu membuat saya bersemangat untuk menuliskan suatu cerita singkat. Kebetulan, momennya pas sekali dengan syarat yang diminta, tulisan yang terinspirasi oleh lagu. Saat itu saya sedang suka dengan sebuah lagu dan setelah mencari tahu tentang penjelasan lebih lanjut mengenai lagu itu jadi tertarik menggali lebih dalam, lalu menuliskannya. Hasilnya sih nggak dalam-dalam amat, tapi lumayanlah dapat hadiah buku sebagai salah satu tulisan terbaik bulan itu.

Sebagai bahan untuk tulisan tadi, yang hasilnya bisa dibaca di sini, https://semestaliterasicom.wordpress.com/2017/04/04/bersenang-senang-di-paris-dengan-generasi-z/, saya jadi membaca ulang mengenai pembagian generasi yang diberi nama dengan huruf-huruf dari rangkaian alfabet. Di masa ABG saya, saya cukup akrab dengan istilah generasi X, yang bahkan sempat dijadikan judul serial remaja waktu itu. Generasi X, yang biasanya dideskripsikan sebagai generasi kelahiran tahun 1970-an awal sampai 1980, juga kerap dijuluki generasi MTV. MTV atau saluran televisi Music Television seolah jadi panduan gaya hidup di masa itu. Saya sendiri masuk ke generasi setelah generasi Y, karena lahir pada pertengahan dekade ’80-an. Generasi Y sering juga disebut sebagai generasi milenial (millennialls), karena umumnya menyaksikan pergantian milenium di masa ABG atau remaja. Setelahnya menyusul generasi Z, dan konon akan berlanjut lagi ke generasi Alpha.

Continue reading

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 12

Hari keduabelas, 18 Juni 2017

Cukup banyak yang dibaca kemarin. Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan), dibuat daftarnya saja ya supaya jelas.

1.Eid (Maria MiGo, penerbit Muslim Children’s Books UK). Buku ini berbahasa Inggris, narasinya singkat, ilustrasinya menurut saya agak kurang ceria, mungkin karena terbiasa dengan ilustrasi ala sini yang penuh warna-warni ya, apalagi ketika menggambarkan peristiwa hari raya. Tapi bagus sih, membingkai hal-hal yang biasa terjadi menjelang dan pada hari-H Idul Fitri.

2. The Rainbow Fish (Marcus Pfister, penerbit North-South Books). Isinya dongeng yang pernah kami simak bersama dibawakan oleh storyteller India di Festival Dongeng tahun kemarin, tentang menyenangkannya berbagi.

3. Dear Zoo (Rod Campbell, penerbit MacMillan), buku lift-the-flap dengan cerita pendek tentang hewan-hewan yang ingin dimiliki oleh seorang anak dengan cara memintanya ke kebun binatang. Sepertinya bisa untuk pengenalan nama beberapa hewan ya, sekaligus merangkum khayalan umum anak-anak yang biasanya punya keinginan agak ajaib seperti mau pelihara gajah di rumah (ya, Fathia pun tahun lalu bilang kepengin begini :D).

4. Hands Are Not for Hitting (Martine Agassi, penerbit Free Spirit Publishing). Buku ini kelihatannya simpel, menjelaskan “tangan sebetulnya buat apa saja, sih?” di tiap halamannya disertai ilustrasi yang detil sederhananya menarik. Di bagian belakang ada tips untuk orangtua agar dapat menangani emosi anak-anak (yang kadang disalurkan lewat memukul misalnya) dengan tepat.

5. Kue Coklat Alfil (mba Orin, penerbit GIP), buku lama dari zaman Fathia batita yang masih seru dibaca lagi. Ada hikmah serunya berbagi dengan teman-teman.

6. Landak, si Imut yang Berduri Tajam (Arfan Alfayyad, penerbit Gurita-Zikrul), memperkenalkan tentang hewan landak dengan ilustrasi yang lucu meskipun kayaknya akan lebih seru kalau jalan ceritanya linier ya.

7. Aku Tidak Suka Sombong (Ratna Puji Lestari, penerbit DAR!), anak diajak agar tidak meniru kesombongan si tokoh utama, yang berbuah kerugian pada dirinya sendiri.

8. Kata Siapa Tidak Boleh Marah? (Zhizhi Siregar & arrahmanrendi, penerbit Bestari-Zikrul), teksnya cukup banyak dan kalimatnya agak rumit, mungkin lebih sesuai untuk anak yang lebih besar, atau bisa juga sih untuk anak TK asal orangtua menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana. Konsepnya bagus, mengingatkan bahwa marah itu wajar tapi harus dikelola dengan baik, tapi ya itu tadi, padat sekali yang mau disampaikan.

9. Atur Waktumu dengan Baik (Athirah Mustajab, ilustrasi Hanani Dissy Ladiba, penerbit Pinisi Samudra Ilmu), saya suka karena sebetulnya isinya pengingat untuk segala usia. Bahwa kita dianugerahi waktu oleh Allah dan seharusnya diisi dengan sebaik-baiknya dengan kegiatan bermanfaat dari waktu ke waktu.

10. Seri Aku Berhati-hati: Tamu Tak Dikenal (Lia Herliana, penerbit Tiga Ananda), bagus untuk mengingatkan lagi perlunya waspada pada orang tak dikenal, apalagi yang mengetuk pintu. Deskripsinya cukup jelas tanpa berlebihan, disertai gambar yang besar-besar, jadi mudah untuk menceritakannya kembali ke anak.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 11

Hari 11, 17 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) minta dibacakan paket buku The When I’m Feeling Collections (Trace Moroney) yang baru tiba. Isinya ada delapan buku, masing-masing berjudul When I’m Feeling Sad, Lonely, Happy, Angry, Kind, Scared, Jealous, dan Loved. Meski berbahasa Inggris tapi penggambaran dalam bukunya universal dengan ilustrasi yang menarik, mencakup perumpamaan perasaan yang dialami, situasi apa saja yang biasa memicunya, bagaimana mengatasinya, dan apa yang sebaiknya dilakukan mumpung perasaan sedang positif atau sebaliknya agar perasaan negatif tak sampai merugikan.

Fahira kemudian masih minta dibacakan beberapa buku lagi, di antaranya Seri Aku Berhati-hati: Di Dapur Mama (Lia Herliana, penerbit Tiga Ananda) serta Seri Hewan Halal dalam Al-Qur’an dan Hadis: Unta si Kapal Padang Pasir dan Domba si Pabrik Wol (Zikrul Kids). Ia juga masih sempat membuka-buka fold-up book Our Favourite Colours (Richard Scarry, Five Miles Press) yang ia raih sendiri dari tumpukan buku. Fathia lebih asyik dengan board game el Hana yang juga baru dibeli, menjelang tidur ia baru minta dibacakan buku The Twins Two by Two, tapi terseling Fahira yang rewel minta dikelonin. Berhubung suami lagi i’tikaf, nggak ada tandem deh sementara…dan akhirnya Fathia keburu hilang minat, malah lalu semangat bercerita.

Oh ya, ini pohon literasi anak-anak sampai dengan hari ini. Sempat bingung mau bikin yang kayak apa, akhirnya bikin begini sih. Sebagian Fathia tulis sendiri, lebih banyak saya yang menuliskan.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 10

Hari kesepuluh, 16 Juni 2017

Kata orang, kalau balita nggak kedengaran suaranya, malah mencurigakan tuh. Jangan-jangan lagi berbuat suatu keisengan, hehehe. Tapi semalam ketika saya mengecek, ternyata Fahira (2 tahun 6 bulan) sedang membuka-buka dan memainkan sendiri fitur tarik/putar/geser dalam buku HOP! (Rabbit Hole). Kalau digerakkan, beberapa bagian dari ilustrasi akan bergerak ke adegan berikutnya atau berganti tokoh cerita dari perempuan menjadi laki-laki/sebaliknya.

Menjelang tidur, Fathia (5 tahun 7 bulan) saya ajak membaca ulang salah satu buku dari seri Widya Wiyata Pertama yang berjudul Ulah Binatang. Bagian favorit kami semua di buku ini adalah foto seekor ulat jeruk yang penampilannya bikin gemas sekaligus geli. Cuma dapat kira-kira setengah dari keseluruhan buku sih, soalnya tebal juga ya.

Lailatur Qadar untuk Para Wanita

Setelah 20 hari berlalu, biasanya yang diburu di bulan Ramadhan adalah Lailatul Qodar. Bagaimana dengan para wanita, yang dalam beberapa hal jelas berbeda dengan para pria? Ustadzah Kingkin Anida Jumat lalu memberi tausiyah terkait hal ini di pengajian Dharma Wanita di kantor.

Tak terasa sebentar lagi Ramadhan akan berakhir. Ibarat akan ditinggalkan oleh kekasih, kita akan merasa belum lama bersama, sedih dan belum mau berpisah. Maksimalkan ibadah pada 10 hari terakhir, bukan hanya malam ganjil dan Lailatul Qadar. Salah satu caranya adalah dengan i’tikaf atau berdiam diri dengan memperbanyak ibadah yang bisa dilakukan. Lelaki tentu baiknya di masjid, ada pendapat bahkan minimal harus sehari. Wanita juga bisa di masjid jika memungkinkan, tapi tidak ada minimalnya. Jangan sia-siakan kesempatan ini, persiapkan fisik siang hari untuk malam harinya. Misalkan makanan terbaik, istirahat cukup (sesuai jalan berpikir masing-masing, tidak harus sesuai standar yang dibilang ahli kesehatan). Tambah motivasi pada anggota keluarga: memberi teladan, siapkan reward untuk keluarga yang berangkat i’tikaf (memang baiknya ke masjid karena kalau di rumah hawanya beda, dan banyak yang memperjuangkan hal serupa).


Semakin menjelang akhir Ramadhan, niatkan lebih baik, misal 10 hari khatam lebih banyak, kalau sudah niat akan ada rencana yang lebih tertata, bisa bergantian dengan teman-teman sekelompok. Bisa diseling antata tilawah dengan sedekah, sholat, wirid. Termasuk untuk ibu-ibu yang sudah setengah baya, biarpun usia menjelang senja tapi juga harus punya cita-cita, doakan juga keluarga dekat, keluarga jauh, bangsa dan negara, umat sedunia, bukan hanya diri sendiri. Ikhlaskan maaf pada mereka yang pernah bersalah atau menyakiti kita.

Wanita yang sedang haid tidak boleh i’tikaf bahkan di rumah pun (jika tidak haid, wanita boleh i’tikaf di tempatnya biasa sholat, berdiam di atas sajadah), jadi yang bisa dilakukan antara lain:
1. Bersegera pada ampunan Allah, istighfar sebanyak-banyaknya.
2. Bersedekah, termasuk memberi makanan berbuka puasa dan untuk yang beri’tikaf.
3. Menahan amarah dan memaafkan, misalnya ketika akhirnya jadi harus mengerjakan lebih banyak pekerjaan rumah ketika yang lain bisa i’tikaf, kadang kan tergoda untuk menggerutu.

Ahlul Qur’an akan disertai oleh para malaikat Allah, yang haid bisa berdoa agar Al-Qur’an dikumpulkan di dada.

Ciri-ciri Lailatul Qadar: alam rasanya tenang, matahari cerah bersinar tetapi tidak menyengat. Para penghuni langit turun.

Ketentuan i’tikaf bagi wanita: wudhu, niat (tidak harus dilafalkan nawaitu…), sholat tahiyat masjid, pakaian nyaman syar’i tidak terawang, tidak bau tapi juga tidak berparfum. Kalau mau bawa perlengkapan siapkan juga, misal bantal kecil, agar nyaman dan tidak merepotkan penjaga masjid.

Semoga kita semua bisa berupaya menggapai malam yang lebih baik dari seribu bulan dan berhasil memperolehnya….