Kelas Bunda Sayang sesi #7: Semua Anak adalah Bintang

Institut Ibu Profesional

Kelas Bunda Sayang sesi #7

SEMUA ANAK ADALAH BINTANG

Anak-anak yang terlahir ke dunia merupakan anak-anak pilihan, para juara yang membawa bintangnya masing-masing sejak lahir. Namun setelah mereka lahir, kita, orang dewasa yang diamanahi menjaganya, justru lebih sering “membanding-bandingkan” pribadi anak ini dengan pribadi anak yang lain.

BANDINGKANLAH ANAK-ANAK KITA DENGAN DIRINYA SENDIRI, BUKAN DENGAN ANAK ORANG LAIN

Jadi kalimat yang harus sering anda keluarkan adalah,

✅ “Apa bedanya kakak 1 tahun yang lalu dengan kakak yang sekarang?”

bukan dengan kalimat

 ❌ “Mengapa kamu tidak seperti si A, yang nilai raportnya selalu bagus?”

❌ ”Mengapa kamu tidak seperti adikmu?”

Kita, orang dewasa yang dipercaya untuk melejitkan “ mental jawara” anak, justru lebih sering memperlakukan mereka menjadi anak rata-rata, yang harus sama dengan yang lainnya.

MEMBUAT GUNUNG, BUKAN MERATAKAN LEMBAH

Ikan itu jago berenang, jangan habiskan hari-harinya dengan belajar terbang dan berharap terbangnya sepintar burung.

Seringkali kalau ada anak-anak yang tidak menyukai matematika, kita paksakan anak untuk ikut pelajaran tambahan matematika agar nilainya sama dengan anak-anak yang sangat menyukai matematika. Ini namanya meratakan lembah. Anak akan menjadi anak yang rata-rata.

Burung itu jago terbang, apabila sebagian besar waktunya habis untuk belajar terbang, maka dalam beberapa waktu ia akan menjadi maestro terbang.

Anak yang terlihat berbinar-binar mempelajari sesuatu, kemudian orangtuanya mengijinkan anak tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mempelajari hal tersebut, maka kita sedang mengijinkan lahirnya maestro baru. Ini namanya membuat gunung. Anak akan memahami misi spesifiknya untuk hidup di muka bumi ini.

Continue reading

Aliran Rasa Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak)

Aliran Rasa Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak)

Pada tantangan level 6 ini kembali saya sempat bingung. Kalau untuk tantangan sebelumnya (aliran rasanya bisa dibaca di sini), baca buku kan ‘tinggal baca’, barangnya sudah ada (banyak, malah), kebiasaan sudah ada, tinggal melaporkan saja. Tapi kali ini kembali harus lebih kreatif merancang kegiatan. Walaupun katanya bisa yang simpel-simpel saja, yang memang sedang dikerjakan di rumah seperti sambil masak, tapi justru di situ kendalanya bagi saya. Dan saya sempat mentok di penjumlahan pengurangan saja, paling-paling variasinya perbandingan ukuran. Padahal sudah ada contoh tentang menimbang dan pengelompokan warna tapi rasanya kok ‘masih kurang matematika’ bagi saya, hehehe. Akhirnya ya lebih banyak menerapkan yang sudah disebutkan di materi (utama maupun cemilan). Malah kadang terjebak juga kegiatannya pakai media yang sudah ada seperti (lagi-lagi) video dan buku yang sudah ada instruksinya jelas, yang mungkin kurang konkret jadinya.

Alhamdulillah bisa juga terkumpul 12 hari, sempat kesal sendiri karena hari-hari awal luput dilaporkan karena agenda kegiatan sedang padat dan sampai rumah sudah malam trus ketiduran sambil ngelonin anak-anak. Hari ke-13 juga tidak sempat lapor, jadi mau lanjut bikin laporan hari ke-14 ragu-ragu, takut dihitung dilompati. Ya sudah, yang penting semoga tetap terjaga semangat untuk saya belajar dan mengajak belajar anak-anak logika matematika, dengan berbagai kegiatan yang menyenangkan :).

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12, 3 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bermain Busy Bag El Hana. Sudah cukup lama disimpan, sih. Fathia memainkan kartu bergambar ulat dengan badan berupa bulatan warna-warni plus kancing berwarna sama yang mengajarkan logika urutan. Ada selang satu ganti warna, ada juga yang dua-dua, ada yang satu-dua. Saya jadi ingat soal-soal dalam psikotes yang sering menyelipkan masalah sekuens.


 Sedangkan Fahira main stik es krim warna-warni yang bisa membentuk beraneka bangun datar mulai dari segitiga, persegi, hingga belah ketupat. Saya mengawasi saja apa yang terbentuk sambil memberikan penjelasan dan gambaran tentang hasilnya.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11, 2 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) merapikan buku di ruang keluarga bersama ayah mereka. Tumpukannya memang sudah lumayan tidak beraturan. Dari situ mereka belajar tentang mengatur buku-buku  agar berdiri sejajar, termasuk mengurutkan dari yang tinggi/besar ke yang pendek/kecil. Karena akan ditata dalam dua tumpukan, jadi kalau tidak beraturan dari segi tingginya maka akan kelihatan berantakan.
IMG-20170803-WA0074

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 10

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 10, 1 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) saya dampingi bermain Mouse Cheese Stack, hadiah kuis yang saya dapatkan beberapa waktu yang lalu. Permainan ini idealnya dimainkan oleh dua orang secara bergantian. Jadi pemain pertama meletakkan dua mainan tikus lalu menaruh lembaran ‘keju’ di atas kedua tikus tersebut. Pemain berikutnya melakukan hal yang sama secara bergantian. Masing-masing pemain berusaha agar pada gilirannya tumpukan tidak jatuh. Kalau sampai jatuh, pemain tersebut mendapatkan koin yang jika sudah terkumpul sampai sekian maka permainan berakhir. Ada ajaran untuk mempersulit lawan sih kalau di petunjuk permainannya, tapi kami tidak menerapkan sampai ke situ. Bahkan sampai penerapan pemberian koin pun tidak (sebelumnya sih pernah saya dan Fathia mainkan dengan aturan koin ini). Kali ini saya fokus mengajarkan keseimbangan jumlah. Jika jumlah tikus di kanan dan kiri seimbang, maka bangunan keju juga lebih kokoh dan mantap, tidak mudah bergoyang apalagi roboh. Jumlah dua tikus jadinya bisa berubah, juga ditambah dengan koin, untuk memberikan variasi kelipatan dan penjumlahan. Tidak terlalu lama sih, karena saya juga sudah keburu ngantuk selepas diklat seharian dan masih ada tanggungan pekerjaan kantor yang harus dikerjakan di rumah.

(sementara pakai foto lama dulu)

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 9

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 9, 31 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) ikut beli susu kedelai favorit mereka bersama ayah sepulang sholat di masjid. Dari situ, mereka belajar nilai uang secara sederhana. Harga perbungkusnya Rp2.000,00, kami beli 3 bungkus dan uang yang dibayarkan Rp10.000. Maka kembaliannya adalah…? Anak-anak diminta menghitungnya.

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 8

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 8, 30 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bersama-sama menyanyikan lagu Anak Bebek yang diajarkan di sekolah Fathia.

Berikut ini liriknya:

Empat anak bebek pergi berenang

naik gunung dan menghilang

Induk bebek memanggil wek-wek

hilang satu tinggallah tiga

Saya sebetulnya kurang suka karena jadinya kok sedih, tapi belakangan saya melihat video versi berbahasa Inggris yang menampilkan lagu dengan jalan cerita nyaris serupa (Five Little Ducks), kemudian di akhir cerita ternyata anak-anak bebek muncul dari persembunyian setelah dipanggil ayah bebek yang melihat induk bebek pulang sendirian dengan ekspresi muram.

Mirip lagu tek kotek kotek itu sih ya, di mana jumlah anak ayamnya berkurang terus seiring berlanjutnya lagu. Setidaknya untuk versi bebek ini tidak disebutkan kata ‘mati’, jadi anggap saja anak-anak bebek itu lagi main petak umpet aja ya :D. 

Agar tidak terlalu abstrak, sambil menyanyi bisa digunakan alat bantu mulai dari jari, stik es krim, sampai boneka.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs