Review Materi Membangun Keluarga Literasi

Review Materi Bunda Sayang Institut Ibu Profesional sesi #5

📚 *MEMBANGUN KELUARGA LITERASI* 📚

Selamat untuk Anda para bunda di kelas Bunda Sayang yang sudah berhasil menyelesaikan tantangan game level 5.

Banyak kreasi literasi yang muncul, mulai dari pohon literasi, pesawat literasi, galaksi literasi, dll. Semua yang sudah Bunda kerjakan di tantangan kali ini sesungguhnya bukan hanya melatih anak-anak dan seluruh anggota keluarga untuk SUKA MEMBACA, melainkan melatih diri kita sendiri agar mau berubah.

Seperti tagline yang kita gunakan di tantangan level 5 kali ini, yang menyatakan “for things to CHANGE, I must CHANGE FIRST.”

Sebagaimana yang kita ketahui, tantangan abad 21, tidak cukup hanya membuat anak sekadar bisa membaca, menulis dan berhitung, melainkan kita dan anak-anak dituntut untuk memiliki kemampuan membaca, menulis, berhitung, berbicara, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga, dan masyarakat di sekitar kita. Kemampuan inilah yang saat ini sering disebut literasi (National Institute for Literacy, 1998)

Institut Ibu Profesional akan mendorong munculnya gerakan literasi yang nyata yaitu mulai dari dalam keluarga kita. Apabila seluruh keluarga Ibu Profesional sudah menjalankan gerakan literasi ini maka akan muncul rumah literasi, muncul kampung literasi, dan insya Allah negara kita dipenuhi masyarakat yang literat. Tidak gampang mempercayai dan menyebarkan berita yang baik tapi belum tentu benar, makin memperkuat struktur berpikir kita, sehingga selalu mengutamakan “berpikir terlebih dahulu, sebelum berbicara, menulis, dan menyebar berita ke banyak pihak”

KOMPONEN LITERASI

☘ Literasi Dini (Early Literacy)
Kemampuan untuk menyimak, memahami bahasa lisan, dan berkomunikasi melalui gambar dan lisan yang dibentuk oleh pengalamannya berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di rumah. Pengalaman anak-anak dalam berkomunikasi dengan bahasa ibu menjadi fondasi perkembangan literasi dasar.

☘ Literasi Dasar (Basic Literacy)
Kemampuan untuk mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung (counting) berkaitan dengan kemampuan analisis untuk memperhitungkan (calculating), mempersepsikan informasi (perceiving), mengkomunikasikan, serta menggambarkan informasi (drawing) berdasarkan pemahaman dan pengambilan kesimpulan pribadi.

☘ Literasi Perpustakaan (Library Literacy)
Kemampuan memberikan pemahaman cara membedakan bacaan fiksi dan nonfiksi, memanfaatkan koleksi referensi dan periodikal, memahami Dewey Decimal System sebagai klasifikasi pengetahuan yang memudahkan dalam menggunakan perpustakaan, memahami penggunaan katalog dan pengindeksan, hingga memiliki pengetahuan dalam memahami informasi ketika sedang menyelesaikan sebuah tulisan, penelitian, pekerjaan, atau mengatasi masalah.

☘ Literasi Media (Media Literacy)
Kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.

☘ Literasi Teknologi (Technology Literacy)
Kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi. Kemampuan dalam memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet.

☘ Literasi Visual (Visual Literacy)
Pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, dengan memanfaatkan materi visual dan audio-visual secara kritis dan bermartabat.

 

Keluarga hebat adalah keluarga yang terlibat

Maka libatkanlah diri kita dalam gerakan literasi di dalam keluarga terlebih dahulu.

Pahami komponen-komponen literasi, dan lakukan perubahan yang paling mungkin kita kerjakan secepatnya.

Pohon literasi janganlah berhenti hanya sampai di tantangan materi kali ini saja. Mari kita lanjutkan sehingga gerakan ini akan membawa dampak bagi keluarga dan masyarakat sekitar kita.

Salam Ibu Profesional

Tim Fasilitator Bunda Sayang

📚Sumber bacaan:

http://dikdas.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/2016/03/Desain-Induk-Gerakan-Literasi-Sekolah1.pdf

Clay dan Ferguson (www.bibliotech.us/pdfs/InfoLit.pdf) 2001

Beers, dkk, A Principal’s Guide to Literacy Instruction, 2009

National Institute for Literacy, 1998.

Aliran Rasa Tantangan Level 5: Menstimulasi Anak Suka Membaca

Tantangan untuk Level 5 Kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional adalah terkait Menstimulasi Anak Suka Membaca. Bisa dibilang tantangan ini adalah yang paling membuat saya bersemangat sepanjang mengikuti perkuliahan online IIP sejak kelas Matrikulasi hingga Bunda Sayang, soalnya ‘saya banget’. Tentu, kemudian muncul juga kendala seperti pengelolaan waktu untuk benar-benar rutin membaca bersama setiap harinya, khususnya karena tantangan ini dilaksanakan pada bulan Ramadhan sehingga kadang terbersit rasa, duh, sayang nggak nih waktunya buat bikin beginian alih-alih mengejar target tilawah, misalnya. Sebetulnya pada bulan Ramadhan jam kerja lebih pendek, tapi tetap saja saya paling cepat sampai di rumah sesaat sebelum adzan maghrib dan sesudahnya langsung disibukkan dengan buka puasa diteruskan dengan tarawih sampai setidaknya pukul setengah sembilan malam.

Kalau membacakan saja sebetulnya sudah menjadi rutinitas sehari-hari dan kebersamaan berkualitas dengan keluarga semoga bernilai ibadah, terbantu juga oleh suami yang sedang libur kuliah cukup panjang (tapi biasanya judul yang dibacakan oleh suami pada pagi/siang hari –ketika saya di kantor– tidak saya setorkan sih, karena seringnya lupa juga :D), menulis hasil/laporannya blog juga saya sukai, tapi ketentuan baru/khusus dalam tantangan ini, di antaranya pembuatan pohon literasi (ini sebetulnya karena saya suka merasa minder duluan kalau bikin beginian yang saya anggap bentuk kerajinan tangan yang tak kunjung saya kuasai, padahal kan bikinnya nggak harus nyeni juga ya) dan mekanisme setor link yang sekarang harus melalui dua saluran yaitu google form dan grup facebook saya rasakan cukup memakan waktu. Anak-anak sih sebetulnya suka membantu bikin pohon literasi, terutama di awal. Fathia pun semangat menulis sendiri judul-judul buku yang kami baca bersama. Saya saja yang tidak berupaya sepenuhnya menjaga semangat itu hingga akhir.

Kendala lainnya adalah pendokumentasian foto untuk melengkapi setoran, sebab waktu membaca bersama biasanya adalah menjelang tidur, agak susah menangkap adegan kami yang layak tayang :D. Terus terang saya menggunakan beberapa trik seperti membuat draft blog sejak awal tantangan diumumkan, istilahnya bikin rumah dulu lah, dengan format judul, tag, dan nama anak yang baku, sampai sepuluh lebih draft untuk mengakomodasi minimal hari tantangan, sehingga pada hari-H masing-masing saya bisa langsung mengeditnya tanpa perlu mulai lagi dari awal. Tab laman pengumpulan tugas di google forms dan facebook juga saya biarkan terbuka di peramban web ponsel, jadi tidak harus mencari ulang. Kalau memang tidak sempat mendokumentasikan dengan memadai pada saat pelaksanaan kegiatan baca bersama, akhirnya saya minta anak-anak berpose dengan buku pada hari berikutnya atau bahkan hanya memotret sampul bukunya. Rangkaian tagar saat penyetoran tautan blog di grup facebook meski terlihat sepele tapi bisa repot kalau baru sempat setor menjelang tengah malam dan berpotensi bikin setoran jadi lewat hari, maka saya menyalinnya dulu ke note di ponsel agar mudah ditempelkan pada postingan setiap harinya.

 

Tapi secara keseluruhan saya tetap suka dengan tantangan yang ini karena menyemangati untuk kembali rajin membuat ulasan buku-buku yang telah dibaca. Sepanjang tahun 2008, sebelum hamil pertama, saya sempat cukup konsisten membuat ulasan dan rekapitulasi buku-buku yang dibaca setiap bulannya. Ingin sekali meneruskan kebiasaan itu sekarang, agar ada arsip yang memadai dan juga siapa tahu bisa dijadikan referensi untuk memudahkan para calon pembaca/orangtua lain dalam memilih bacaan.

Daan, untuk pertama kalinya sepanjang mengikuti penugasan Kelas Bunda Sayang, di level ini saya memperoleh badge Outstanding Performance. Sebelumnya mah boro-boro, bisa setoran konsisten selama sepuluh hari berturut-turut saja sudah berasa alhamdulillah daripada nggak sama sekali (pernah juga begini soalnya).

 

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 14

Hari keempatbelas, 20 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) bersama-sama dibacakan buku dari seri Ayo Merawat Tubuh, yang berjudul Gigiku Kuat, Gigiku Sehat dan Mengapa Rambutku Kusam? (Fitri Restiana, penerbit Gema Insani). Kedua buku cerita bergambar ini mengisahkan perlunya sikat gigi walaupun tidak makan yang manis-manis, juga bahwa shampo harus dipakai sesuai dengan peruntukan usianya.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 13

Hari ketigabelas, 19 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) minta dibacakan buku (Kalau Besar Nanti, Aku Ingin Menjadi) Dokter (penerbit BIP/Bhuana Ilmu Populer). Fathia suka buku ini karena ia juga ingin jadi dokter. Bayangan kita mungkin kalau buku tentang cita-cita menjadi dokter akan merinci apa saja yang perlu dilakukan (untuk buku anak akan menyebutkan tentang harus rajin belajar dan seterusnya), dan apa saja pekerjaan mulia yang dilakoni seorang dokter. Tetapi buku terjemahan dari Prancis ini mengambil sudut pandang yang agak lain. Ada kisah kebohongan seorang anak yang merasa dia tidak kalah pintar dari dokter yang memeriksa adiknya, sampai perlunya kasih sayang dalam penanganan pasien, jadi bukan hanya diobati. Sebelumnya, Fathia juga sempat mengambil buku lama yang berjudul Pohon Yang Paling Tinggi (Orin, penerbit GIP/Gema Insani Press). Yang paling melekat di ingatannya dan bikin ia ingin membaca lagi dan lagi adalah cerita bahwa ada manusia yang melakukan pemujaan terhadap pohon. Inti ceritanya sih sebenarnya kesombongan dari sebuah pohon, si tokoh utama, yang merasa begitu hebat dan memberi banyak manfat.


Fahira (2 tahun 6 bulan) membuka-buka beberapa buku lama, di antaranya Setan? Siapa Takut? (Fadila Hanum, penerbit GIP). Buku ini menurut saya temanya unik, memperkenalkan ke anak-anak bahwa memang ada setan yang sukanya menggoda manusia, disertakan pula tips menghadapi godaan tersebut.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 12

Hari keduabelas, 18 Juni 2017

Cukup banyak yang dibaca kemarin. Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan), dibuat daftarnya saja ya supaya jelas.

1.Eid (Maria MiGo, penerbit Muslim Children’s Books UK). Buku ini berbahasa Inggris, narasinya singkat, ilustrasinya menurut saya agak kurang ceria, mungkin karena terbiasa dengan ilustrasi ala sini yang penuh warna-warni ya, apalagi ketika menggambarkan peristiwa hari raya. Tapi bagus sih, membingkai hal-hal yang biasa terjadi menjelang dan pada hari-H Idul Fitri.

2. The Rainbow Fish (Marcus Pfister, penerbit North-South Books). Isinya dongeng yang pernah kami simak bersama dibawakan oleh storyteller India di Festival Dongeng tahun kemarin, tentang menyenangkannya berbagi.

3. Dear Zoo (Rod Campbell, penerbit MacMillan), buku lift-the-flap dengan cerita pendek tentang hewan-hewan yang ingin dimiliki oleh seorang anak dengan cara memintanya ke kebun binatang. Sepertinya bisa untuk pengenalan nama beberapa hewan ya, sekaligus merangkum khayalan umum anak-anak yang biasanya punya keinginan agak ajaib seperti mau pelihara gajah di rumah (ya, Fathia pun tahun lalu bilang kepengin begini :D).

4. Hands Are Not for Hitting (Martine Agassi, penerbit Free Spirit Publishing). Buku ini kelihatannya simpel, menjelaskan “tangan sebetulnya buat apa saja, sih?” di tiap halamannya disertai ilustrasi yang detil sederhananya menarik. Di bagian belakang ada tips untuk orangtua agar dapat menangani emosi anak-anak (yang kadang disalurkan lewat memukul misalnya) dengan tepat.

5. Kue Coklat Alfil (mba Orin, penerbit GIP), buku lama dari zaman Fathia batita yang masih seru dibaca lagi. Ada hikmah serunya berbagi dengan teman-teman.

6. Landak, si Imut yang Berduri Tajam (Arfan Alfayyad, penerbit Gurita-Zikrul), memperkenalkan tentang hewan landak dengan ilustrasi yang lucu meskipun kayaknya akan lebih seru kalau jalan ceritanya linier ya.

7. Aku Tidak Suka Sombong (Ratna Puji Lestari, penerbit DAR!), anak diajak agar tidak meniru kesombongan si tokoh utama, yang berbuah kerugian pada dirinya sendiri.

8. Kata Siapa Tidak Boleh Marah? (Zhizhi Siregar & arrahmanrendi, penerbit Bestari-Zikrul), teksnya cukup banyak dan kalimatnya agak rumit, mungkin lebih sesuai untuk anak yang lebih besar, atau bisa juga sih untuk anak TK asal orangtua menjelaskan dengan bahasa yang lebih sederhana. Konsepnya bagus, mengingatkan bahwa marah itu wajar tapi harus dikelola dengan baik, tapi ya itu tadi, padat sekali yang mau disampaikan.

9. Atur Waktumu dengan Baik (Athirah Mustajab, ilustrasi Hanani Dissy Ladiba, penerbit Pinisi Samudra Ilmu), saya suka karena sebetulnya isinya pengingat untuk segala usia. Bahwa kita dianugerahi waktu oleh Allah dan seharusnya diisi dengan sebaik-baiknya dengan kegiatan bermanfaat dari waktu ke waktu.

10. Seri Aku Berhati-hati: Tamu Tak Dikenal (Lia Herliana, penerbit Tiga Ananda), bagus untuk mengingatkan lagi perlunya waspada pada orang tak dikenal, apalagi yang mengetuk pintu. Deskripsinya cukup jelas tanpa berlebihan, disertai gambar yang besar-besar, jadi mudah untuk menceritakannya kembali ke anak.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 11

Hari 11, 17 Juni 2017

Fathia (5 tahun 7 bulan) dan Fahira (2 tahun 6 bulan) minta dibacakan paket buku The When I’m Feeling Collections (Trace Moroney) yang baru tiba. Isinya ada delapan buku, masing-masing berjudul When I’m Feeling Sad, Lonely, Happy, Angry, Kind, Scared, Jealous, dan Loved. Meski berbahasa Inggris tapi penggambaran dalam bukunya universal dengan ilustrasi yang menarik, mencakup perumpamaan perasaan yang dialami, situasi apa saja yang biasa memicunya, bagaimana mengatasinya, dan apa yang sebaiknya dilakukan mumpung perasaan sedang positif atau sebaliknya agar perasaan negatif tak sampai merugikan.

Fahira kemudian masih minta dibacakan beberapa buku lagi, di antaranya Seri Aku Berhati-hati: Di Dapur Mama (Lia Herliana, penerbit Tiga Ananda) serta Seri Hewan Halal dalam Al-Qur’an dan Hadis: Unta si Kapal Padang Pasir dan Domba si Pabrik Wol (Zikrul Kids). Ia juga masih sempat membuka-buka fold-up book Our Favourite Colours (Richard Scarry, Five Miles Press) yang ia raih sendiri dari tumpukan buku. Fathia lebih asyik dengan board game el Hana yang juga baru dibeli, menjelang tidur ia baru minta dibacakan buku The Twins Two by Two, tapi terseling Fahira yang rewel minta dikelonin. Berhubung suami lagi i’tikaf, nggak ada tandem deh sementara…dan akhirnya Fathia keburu hilang minat, malah lalu semangat bercerita.

Oh ya, ini pohon literasi anak-anak sampai dengan hari ini. Sempat bingung mau bikin yang kayak apa, akhirnya bikin begini sih. Sebagian Fathia tulis sendiri, lebih banyak saya yang menuliskan.

Tantangan Level 5 (Menstimulasi Anak Suka Membaca) Hari 10

Hari kesepuluh, 16 Juni 2017

Kata orang, kalau balita nggak kedengaran suaranya, malah mencurigakan tuh. Jangan-jangan lagi berbuat suatu keisengan, hehehe. Tapi semalam ketika saya mengecek, ternyata Fahira (2 tahun 6 bulan) sedang membuka-buka dan memainkan sendiri fitur tarik/putar/geser dalam buku HOP! (Rabbit Hole). Kalau digerakkan, beberapa bagian dari ilustrasi akan bergerak ke adegan berikutnya atau berganti tokoh cerita dari perempuan menjadi laki-laki/sebaliknya.

Menjelang tidur, Fathia (5 tahun 7 bulan) saya ajak membaca ulang salah satu buku dari seri Widya Wiyata Pertama yang berjudul Ulah Binatang. Bagian favorit kami semua di buku ini adalah foto seekor ulat jeruk yang penampilannya bikin gemas sekaligus geli. Cuma dapat kira-kira setengah dari keseluruhan buku sih, soalnya tebal juga ya.