Asyik Bermain dan Belajar dengan Kodomo Challenge

Kemarin siang, sebuah paket dari Kodomo Challenge tiba di rumah. Wah, ternyata paket edukasi untuk bulan Juli sudah datang! Padahal bulan Juni-nya kan belum habis, hehehe. Set toko roti lapis yang kami terima ini adalah paket pertama dari paket berlangganan yang akan dikirim setiap bulannya.

Karena Fahira sudah berusia lebih dari dua tahun, jadi saya memilih memesan paket Playgroup yang diperuntukkan bagi anak usia 2 s.d. 3 tahun. Untuk rentang usia ini, Kodomo Challenge menyiapkan paket untuk mengajak anak belajar mandiri dan menanamkan kebiasaan hidup yang baik. Dengan kosa kata yang rata-rata sudah mencapai lebih dari 600 kata, tentu anak usia ini makin jago berekspresi dan mengungkapkan perasaan maupun keingintahuan. Anak juga mulai lebih banyak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, bukan hanya dengan keluarga inti. Pastinya perlu pendampingan dan stimulasi yang tepat dong ya. Bagi anak berumur 1-2 tahun, ada paket Toddler.

Berhubung Fathia sudah bisa membaca, jadinya dia bisa membimbing adiknya bermain juga. Misalnya dengan membacakan petunjuk permainan.

Continue reading

Advertisements

Warna dan Kepribadian Manusia, Memang Ada Hubungannya?

Zaman sekolah dulu, saya suka kuesioner tebak karakter yang ada di majalah. Dari pilihan-pilihan yang diambil, misalnya benda kesukaan atau tindakan yang dilakukan, hasilnya nanti akan mengarah ke kesimpulan mengenai karakter kita. Ketimbang ramalan bintang, kuesioner seperti ini lebih logis. Bahkan jika penyusunannya dilandasi oleh penelitian, hasilnya bisa lebih valid.

Bukan hanya zaman sekolah sih sebenarnya, sampai sekarang pun jika ada kuesioner atau kuis serupa, saya iseng mengisi. Proses mengenali diri sendiri bisa membuat kita terus berkembang, bukan? Karakter yang baik bisa kita pertahankan, sedangkan kekurangan kita bisa menjadi bahan introspeksi agar tidak sampai menimbulkan dampak negatif.

Salah satu situs yang menyediakan kuesioner semacam itu adalah http://www.knowyourcolor.id. Sesuai dengan nama yang dipakai, situs ini mengajak pengunjung untuk memilih jawaban dari serangkaian pertanyaan yang hasilnya adalah warna diri kita. Warna ini kemudian diterjemahkan ke dalam sejumlah sifat, kepribadian, dan kebiasaan seseorang. Saya mencoba dan hasilnya adalah warna biru.

Continue reading

Belajar agar Makin Cerdas dan Cantik lewat #BloggerMuslimahMeetUp

Kotak palet kosmetik telah terbuka di hadapan saya. Apron dan headband terpasang sudah. Saya menghela napas panjang. Akhirnya, setelah selama ini saya menghindari ikut kegiatan-kegiatan beauty class, sampai juga pada saat di mana saya tidak mungkin kabur. Bukan kabur karena serem ya, tapi merasa kikuk banget aja, hehehe. Coba, kalau tahapan materi yang diajarkan nggak maju-maju gara-gara saya seorang yang nggak kunjung benar menggerakkan aplikator misalnya, apa nggak malu-maluin? Berasa menghambat peserta lain dan menyusahkan pengajar, gitu. Padahal di sisi lain sebetulnya saya punya keinginan juga untuk bisa berdandan dengan baik dan benar. Dalam kesempatan istimewa, adakalanya kita dituntut untuk tidak tampil polosan ‘kan, ya.

Trus, kok bisa saya akhirnya mendaftarkan diri ikut acara beauty class? Pertama, kegiatan yang saya peroleh informasinya dari Instagram ini tajuk utamanya adalah #BloggerMuslimatMeetUp, dan beauty class bukan satu-satunya agenda. Terus terang yang membuat saya tertarik ikutan adalah nama para pengisi acara, potensi ketemu para blogger muslimah yang selama ini saya amati saja kegiatannya melalui unggahan di dunia maya, plus lokasinya yang dekat dari rumah. Kedua, mengingat pesertanya adalah para muslimah, saya jadi lebih percaya diri. Minimal, nggak bakal dikasih materi make up menyimpang dari syariat. Panitia pun pastinya sudah mengondisikan agar tidak ada lawan jenis berseliweran di lokasi saat kegiatan berlangsung. Berbeda halnya dengan beauty class cuma-cuma di tengah pusat perbelanjaan atau keramaian lainnya.

Lantas, bagaimana kesan-kesan saya setelah betulan memulaskan perona pipi, bedak, dan lipstik? Saya tuliskan belakangan yaa, biar lebih runut ceritanya. Jadi, Meet Up ini bukan sekadar ketemuan biasa, karena peserta juga diajak berpartisipasi aktif dalam Literacy Class dan Beauty Class. Sebagaimana yang tertera di banner publikasi acara, kegiatan diselenggarakan pada hari Ahad tanggal 27 Agustus lalu di lantai 2 Nutrifood Inspiring Center, Apartemen Menteng Square, daerah Matraman, Jakarta Timur. Melihat rundown acara ternyata lumayan padat juga, karena acara dimulai dari pukul 09.00 dan baru usai kira-kira ketika azan Asar berkumandang.

Tiba di lokasi, setelah registrasi saya mencoba berbaur. Pembawaan saya yang aslinya introvert kerapkali jadi kendala untuk urusan berkenalan seperti ini, tapi syukurlah keramahan para peserta lain mengenyahkan kecanggungan saya. Beberapa nama ternyata sudah cukup familiar bagi saya. Ada yang pernah saya baca blognya atau minimal terlihat tautan update blognya berseliweran di grup-grup blogger (mba Liswanti Pertiwi, Ophi Ziadah, Lita Chan Lai, Shine Fikri, Laura Ariestiyanty (d/h Laura Khalida), dll), saya ikuti akun media sosialnya (mba Amallia Sarah), bahkan saya miliki buku karyanya (mba Anisa Widiyarti yang produktif menulis buku, khususnya buku anak).

Mba Liswanti yang hari itu bertugas menjadi pembawa acara membuka kegiatan dan meminta kami semua memperkenalkan diri secara singkat. Kemudian, mengawali rangkaian materi, uni Novia Syahidah Rais selaku founder BM mengenalkan latar belakang, tujuan, dan kegiatan-kegiatan komunitas Blogger Muslimah.

Sesuai cerita uni Novia, komunitas ini resminya berdiri tanggal 1 Desember 2014. Uni Novia sendiri adalah seorang penulis, beberapa karyanya pernah saya baca di majalah Annida atau dalam bentuk buku seperti Putri Kejawen. Sebagai penulis, uni Novia jelas punya banyak teman yang suka menulis. Melalui komunitas Blogger Muslimah, uni Novia ingin menggerakkan lagi para penulis sekaligus mengingatkan bahwa media penulisan bukan hanya buku (yang pengerjaannya memakan waktu cukup lama). Bukan asal tulis tentunya. Skill menulis perlu terus ditingkatkan, dan ini bisa diupayakan melalui belajar bersama. Blogger Muslimah memfasilitasi sejumlah kegiatan untuk mengasah keterampilan para anggotanya, contohnya melalui edu-visit ke redaksi majalah Ummi.

Salah satu motivasi utama saya untuk mengikuti acara ini adalah kehadiran mba Rahmadiyanti ‘Dee’ Rusdi, yang dulu saya kenal ketika sama-sama memanfaatkan jasa penyedia layanan blog semi-medsos Multiply. Mantan redaktur majalah Annida yang kemudian bekerja di penerbit Noura Books (dulu CEO Lingkar Pena Publishing House, sebelum dilebur dengan lini lain menjadi Noura) ini menyajikan materi seputar penerbitan buku.┬áKata mba Dee, blogger selaku pemilik konten juga bisa punya peluang menerbitkan buku. Raditya Dika menjadi salah satu contoh suksesnya. Maka penerbit pun bisa mencari blogger atau seleb medsos untuk diterbitkan karyanya atau dibantu membuat buku, karena biasanya mereka sudah punya basis penggemar/pengikut sendiri. Namun, soal hasil belum jaminan juga bahwa buku seorang selebgram pasti akan laris manis di pasaran.

Continue reading

Indahnya Berbagi dengan Para Nenek dan Kakek di Bulan Ramadhan

Sebuah undangan masuk ke grup whatsapp. Salah satu komunitas yang saya ikuti akan menyelenggarakan kegiatan buka puasa bersama sekaligus berbagi di sebuah panti werdha atau biasa disebut juga dengan panti jompo. Mau tak mau ingatan saya melayang ke sekitar sepuluh tahun yang lalu. Waktu itu milis sebuah majalah juga menggelar aksi sosial di panti werdha. Saya kira tempatnya sama, tetapi setelah dicek lagi ternyata berbeda, walaupun sama-sama di Jakarta Timur. Masih terbayang keceriaan para opa dan oma di panti werdha dulu ketika beberapa kawan mengajak beliau-beliau semua menyanyi bersama. Usai acara, sempat pula kami berkeliling sekilas, menengok sebagian penghuni yang tidak bisa beranjak keluar dari kamar dan bergabung di aula karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Jika dulu acara bernuansa riang gembira, kali itu, tanggal 11 Juni, ketika saya, suami dan anak-anak tiba di lokasi, suasananya cenderung mellow. Maklum hari sudah beranjak menjelang senja, dan gerimis pun turun. Alih-alih menyanyi bersama, para peserta sedang menyimak tausiyah dari Coach Sulis. Saat kami mulai ikut mendengarkan, Coach sedang membahas sabar dan syukur sebagai penolong. Coach Sulis mengingatkan bahwa pada keadaan tinggal bersama teman-teman sebaya yang sama-sama sudah sepuh, konflik seringkali tidak bisa dihindarkan. Sebagian peserta ikut menanggapi dengan menceritakan pengalaman mereka. Ada yang adu mulut karena giliran ke kamar mandi, ada juga yang terlibat benturan fisik gara-gara ketidaksengajaan.

Continue reading

Rasa Nyaman dan Manajemen Jempolan, Langkah Awal untuk Jadi Apa Pun Yang Dimau

Pekan lalu saya mengikuti kegiatan blogger gathering yang diselenggarakan oleh Lactacyd bekerja sama dengan Female Daily Network di Tanamera Coffee, Kebayoran Baru. Mba Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si., atau yang lebih akrab dipanggil Mba Nina, psikolog anak dan keluarga, juga Donita, celebrity mom brand ambassador Lactacyd ikut hadir. Kegiatan ini dilaksanakan bukan hanya untuk memperkenalkan varian terbaru Lactacyd yaitu Lactacyd Herbal dengan ekstrak alami susu, daun sirih, dan mawar. Tetapi juga untuk berbagi ilmu dan pengalaman agar wanita dapat tampil penuh percaya diri dan menjadi apa pun yang ia mau. Because women are special, be everything that you want.

Mba Affi Assegaf (Editorial Director FDN), pak Benyamin Wuisan (Category Head Consumer Healthcare PT Sanofi Indonesia -produsen Lactacyd), dan mba Debi Widiani (Brand Manager Consumer Health Care PT Sanofi Indonesia) menyambut para blogger di awal acara. Di antara topik yang disampaikan mba Affi, pak Benyamin, dan mba Debi dalam pembukaan adalah bahwa sebagai wanita pastinya ingin tampil percaya diri dan siap untuk bertemu dengan siapa saja. Salah satu hal yang menunjang percaya diri adalah kebersihan, termasuk kebersihan area V. Jadi memang perlu perhatian khusus, bukan hanya wajah dan kulit (yang umumnya tampak dari luar) yang butuh dirawat. Dan bukan hanya yang sudah menikah ya yang perlu merawat area V, karena setiap wanita berhak mendapatkan kenyamanan yang merupakan buah dari perawatan yang dilakukan. Lactacyd memahami kebutuhan akan hal tersebut dan menyediakan produk yang sudah teruji keamanan serta khasiatnya.

Continue reading

Hadiah Spesial untuk Orang Yang Spesial

Buku Long Distance Love yang terbit tahun 2008

Status yang kami berdua sandang mulai pertengahan tahun lalu mengingatkan saya pada judul sebuah buku: Long Distance Love. Ya, kami tinggal terpisah untuk beberapa waktu ke depan karena suami sedang menjalani tugas belajar di provinsi lain. Menjalani hubungan jarak jauh dengan status sudah punya anak dua ternyata tak sama dengan episode beda kota sebelumnya. Sekitar 9 tahun yang lalu kami juga sempat mendapatkan penugasan di kantor pada pulau yang berbeda, dan pengalaman selama melewatinya menjadi inspirasi saya menyusun sebuah tulisan yang akhirnya dimuat dalam buku antologi Long Distance Love. Ada berbagai kisah kocak sampai mengharukan selama tujuh bulan kami berjauhan sejak usia pernikahan baru hitungan minggu.

Mungkin itu dia salah satu segi positif dari episode yang meskipun mungkin bukan hal aneh lagi apalagi di masa sekarang, tetapi tetaplah bukan kondisi ideal di mata kebanyakan orang, ketika tidak setiap hari bahkan tidak setiap minggu bisa bertemu muka: ada momen-momen unik yang bisa dijadikan tulisan. Bukan berarti semua hal diceritakan secara terbuka ya, tapi ada hal-hal yang bisa dijadikan inspirasi atau digali lebih jauh. Apalagi kota tempat tinggal kami waktu itu, Jakarta, Tanjungpandan (Belitung), dan Pangkalpinang (Bangka), punya kekhasan masing-masing termasuk banyaknya tempat wisata dan kekayaan kuliner. Saya memang suka menulis, dan suami saya tahu betul akan hal itu. Suami memahami ketika saya sedang asyik menulis, meskipun sering juga mengingatkan kalau saya sudah lupa waktu akibat terlalu serius di depan notebook. Dari aktivitas menulis saya selama di sana, beberapa tulisan telah terbit dalam buku-buku antologi.

Continue reading

Easy Gembira, Nyuci Enteng Berbonus Me Time Berkualitas

Beberapa waktu yang lalu dokter keluarga kami yang aktif melakukan edukasi tentang diet dan olahraga yang baik dan benar sempat menjawab pertanyaan seseorang di media sosial terkait apakah aktivitas yang biasa dilakukan ibu-ibu bisa digolongkan sebagai olahraga. Misalnya mencuci, menyapu, dan mengepel. Jawaban beliau, kegiatan seperti itu termasuk aktivitas fisik, dan untuk tahu apakah bisa dihitung sebagai olahraga maka kita bisa cek apakah kita mudah lelah atau tidak, bagaimana lingkar pinggang, juga berapa kadar gula darah dan kolesterol kita. Jika badan terasa kurang fit apalagi nilai tes gula darah dan kolesterol di luar batas normal, bisa jadi aktivitas kita masih belum mencukupi untuk disebut sebagai olahraga.

Masalahnya, ibu-ibu pada umumnya mengeluhkan minimnya waktu yang tersedia. Yang di rumah sibuk dengan pekerjaan rumah yang tidak ada habisnya, yang kerja kantoran mungkin berangkat gelap pulang juga sudah gelap plus waktunya sepertinya lebih asyik dihabiskan untuk quality time dengan keluarga. Jadi boro-boro me time deh, termasuk menyisihkan waktu khusus untuk olahraga.

Nah, bagaimana kalau ada yang bisa menolong memenuhi beragam kebutuhan para ibu ini? Easy, deterjen unggulan asal Jepang persembahan PT Kao Indonesia melalui produk-produknya hadir dengan solusi cerdas. Urusan cuci pakaian bisa lebih mudah dan mudah dan cepat terselesaikan, baik menggunakan tangan maupun mesin cuci. Dengan inovasi terbaru Easy yaitu satu kali kucek yang setara dengan sepuluh kali kucek deterjen lain dan satu kali bilas yang setara dengan tiga kali bilas deterjen lain, mencuci pakaian jadinya serasa dibantu oleh kekuatan 10 tangan. Efeknya, urusan mencuci bisa selesai dengan lebih mudah dan cepat. Kalau PR yang itu sudah selesai, artinya ada waktu luang yang lebih lapang yang bisa dimanfaatkan untuk me time, termasuk mengaktualisasikan diri dan menjaga kebugaran melalui olahraga. Bonusnya, tubuh lebih bugar dan semangat untuk beraktivitas sehari-hari juga lebih terpompa, kan? Bukan cuma untuk para ibu sih ya sebetulnya, hanya saja kampanye Easy yang dimulai pada bulan Maret 2017 ini memang fokus bertujuan agar kaum wanita dapat memanfaatkan waktu luangnya di tengah banyaknya tanggung-jawab rumah tangga yang dilakukan sehari-hari, sebagai kelanjutan dari kampanye tahun lalu yang berfokus pada pemberdayaan wanita.

Continue reading