Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 12, 3 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bermain Busy Bag El Hana. Sudah cukup lama disimpan, sih. Fathia memainkan kartu bergambar ulat dengan badan berupa bulatan warna-warni plus kancing berwarna sama yang mengajarkan logika urutan. Ada selang satu ganti warna, ada juga yang dua-dua, ada yang satu-dua. Saya jadi ingat soal-soal dalam psikotes yang sering menyelipkan masalah sekuens.


 Sedangkan Fahira main stik es krim warna-warni yang bisa membentuk beraneka bangun datar mulai dari segitiga, persegi, hingga belah ketupat. Saya mengawasi saja apa yang terbentuk sambil memberikan penjelasan dan gambaran tentang hasilnya.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 11, 2 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) merapikan buku di ruang keluarga bersama ayah mereka. Tumpukannya memang sudah lumayan tidak beraturan. Dari situ mereka belajar tentang mengatur buku-buku  agar berdiri sejajar, termasuk mengurutkan dari yang tinggi/besar ke yang pendek/kecil. Karena akan ditata dalam dua tumpukan, jadi kalau tidak beraturan dari segi tingginya maka akan kelihatan berantakan.
IMG-20170803-WA0074

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 10

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 10, 1 Agustus 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) saya dampingi bermain Mouse Cheese Stack, hadiah kuis yang saya dapatkan beberapa waktu yang lalu. Permainan ini idealnya dimainkan oleh dua orang secara bergantian. Jadi pemain pertama meletakkan dua mainan tikus lalu menaruh lembaran ‘keju’ di atas kedua tikus tersebut. Pemain berikutnya melakukan hal yang sama secara bergantian. Masing-masing pemain berusaha agar pada gilirannya tumpukan tidak jatuh. Kalau sampai jatuh, pemain tersebut mendapatkan koin yang jika sudah terkumpul sampai sekian maka permainan berakhir. Ada ajaran untuk mempersulit lawan sih kalau di petunjuk permainannya, tapi kami tidak menerapkan sampai ke situ. Bahkan sampai penerapan pemberian koin pun tidak (sebelumnya sih pernah saya dan Fathia mainkan dengan aturan koin ini). Kali ini saya fokus mengajarkan keseimbangan jumlah. Jika jumlah tikus di kanan dan kiri seimbang, maka bangunan keju juga lebih kokoh dan mantap, tidak mudah bergoyang apalagi roboh. Jumlah dua tikus jadinya bisa berubah, juga ditambah dengan koin, untuk memberikan variasi kelipatan dan penjumlahan. Tidak terlalu lama sih, karena saya juga sudah keburu ngantuk selepas diklat seharian dan masih ada tanggungan pekerjaan kantor yang harus dikerjakan di rumah.

(sementara pakai foto lama dulu)

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Flona 2017, Bukan Sekadar Pameran Bunga dan Satwa

Pameran Flora dan Fauna (Flona) di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, adalah gelaran tahunan yang jarang kami lewatkan. Apalagi sejak kembali bertugas di Jakarta dengan status sebagai orangtua, tepatnya tahun 2012. Selain karena lokasinya yang pasti dilewati kalau pulang kantor sehingga kami jarang ketinggalan informasi kapan dimulainya pameran, pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis, tema pamerannya sendiri juga menarik untuk sekeluarga. Sepanjang penyelenggaraannya yang biasanya selama sebulan penuh (kadang diperpanjang), minimal satu kali kami mampir ke sana. Tahun ini penyelenggaraan Flona kembali berawal di bulan Juli, tepatnya tanggal 21 Juli s.d. 21 Agustus 2017, setelah tahun-tahun sebelumnya sempat mundur sampai September-Oktober.
Dalam pameran yang sudah diadakan oleh Pemprov DKI Jakarta sejak tahun 1973 ini, sesuai tajuknya, banyak penjual tanaman hias, tanaman buah, maupun hewan peliharaan. Tentu beserta pelengkapnya seperti pupuk, insektisida, alat berkebun, pot, hiasan taman, makanan hewan, kandang, dll. Saya jarang beli sih, biasanya yang belanja anggrek atau tanaman lainnya adalah eyang uti anak-anak jika beliau kebetulan sedang berkunjung ke sini. Saya, suami, dan anak-anak lebih cenderung menikmati saja suasananya, sambil foto-foto tentunya. Sekalian mengenalkan ke anak-anak nama-nama bunga dan buah yang ada di pohonnya. Fathia dan Fahira sih pastinya gembira bisa melihat dan menyentuh (kalau memungkinkan) beragam hewan peliharaan, dari kelinci (favorit, nih), kucing, unggas, tupai, musang, kelomang, reptil, sampai ikan. Kadang ada juga wahana permainan berbayar yang menarik minat mereka seperti inflatable castle, flying fox, ataupun becak mini, selain permainan ayunan, panjat-panjatan, dan jungkat-jungkit yang memang permanen ada di Lapangan Banteng.

Kali ini tema yang diusung adalah ‘Jadikan Jakarta Sahabat Alam Kita’, dengan subtema Carnaval di Hutan. Maka dekorasinya pun menyesuaikan, misalnya keberadaan sejumlah tiruan hewan yang menyambut pengunjung di pintu masuk. Terdapat pula stand Kebun Binatang Ragunan yang menampilkan hewan-hewan yang sudah diawetkan, sayang kami hanya sempat sebentar ke stand ini karena hari sudah semakin siang. Ya, menghabiskan waktu di sini rasanya memang mengasyikkan, sampai tidak terasa beberapa jam sudah berlalu. Jadi ada baiknya juga mempersiapkan bekal yang cukup, walaupun ada juga stand makanan dan minuman atau food truck di sana. Oh ya, salah satu makanan yang khas dan bikin kangen dalam festival-festival di Lapangan Banteng adalah kerak telor Betawi yang banyak dijual di antara stand-stand pameran.

Hari Minggu (23/07) kemarin saat kami ke Flona, anak-anak senang sekali karena ternyata banyak stand, khususnya milik pemkot-pemkot di DKI, yang menyediakan aktivitas menantang bagi mereka, bukan cuma perosotan atau ayunan seperti biasanya. Ada jembatan dengan beragam bentuk mulai dari jaring-jaring tali hingga jembatan goyang, kapal-kapal yang bagian atasnya bisa dicapai dengan tangga maupun semacam papan dengan tumpuan panjatan, tempat main pasir pantai, juga rumah pohon. Seru! Sekilas lihat ada wahana khusus kelinci yang pasti juga disukai anak-anak, tapi waktu itu masih belum dibuka. Di salah satu sisi lapangan, sedang digelar kontes burung berkicau yang cukup ramai. Rasanya sih kemarin itu lebih teduh dan sejuk dibandingkan dengan sebelumnya, selain karena mendung juga memang lebih banyak pohon didatangkan untuk mendukung subtema hutan. Bawa payung tetap tidak ada salahnya ya, selain untuk menahan terik matahari juga berjaga-jaga siapa tahu mendadak hujan angin seperti Minggu siang kemarin itu (kami sih sudah tiba di rumah saat mulai gerimis). Ingin juga datang lagi ke sini di sore hari seperti pernah kami lakukan tahun lalu, untuk menikmati suasana lain yang dihasilkan oleh lampu-lampu hias di area pameran.

Kami lebih suka mendatangi Flona di hari-hari awal karena biasanya fasilitas masih lengkap, termasuk tanaman berikut bunganya yang digunakan untuk mendekor spot-spot cantik incaran untuk berfoto juga masih segar. Namun, kalau berniat menambah koleksi tanaman atau peliharaan, berkunjung di hari-hari terakhir bisa menjadi pilihan karena seringkali para penjual ‘banting harga’. Yuk, main juga ke Flona, mumpung masih cukup lama nih waktunya.

(versi sedikit direvisi dari yang dimuat di TheUrbanMama.com)

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 9

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 9, 31 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) ikut beli susu kedelai favorit mereka bersama ayah sepulang sholat di masjid. Dari situ, mereka belajar nilai uang secara sederhana. Harga perbungkusnya Rp2.000,00, kami beli 3 bungkus dan uang yang dibayarkan Rp10.000. Maka kembaliannya adalah…? Anak-anak diminta menghitungnya.

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 8

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 8, 30 Juli 2017

Fathia (5 tahun 10 bulan) dan Fahira (2 tahun 7 bulan) bersama-sama menyanyikan lagu Anak Bebek yang diajarkan di sekolah Fathia.

Berikut ini liriknya:

Empat anak bebek pergi berenang

naik gunung dan menghilang

Induk bebek memanggil wek-wek

hilang satu tinggallah tiga

Saya sebetulnya kurang suka karena jadinya kok sedih, tapi belakangan saya melihat video versi berbahasa Inggris yang menampilkan lagu dengan jalan cerita nyaris serupa (Five Little Ducks), kemudian di akhir cerita ternyata anak-anak bebek muncul dari persembunyian setelah dipanggil ayah bebek yang melihat induk bebek pulang sendirian dengan ekspresi muram.

Mirip lagu tek kotek kotek itu sih ya, di mana jumlah anak ayamnya berkurang terus seiring berlanjutnya lagu. Setidaknya untuk versi bebek ini tidak disebutkan kata ‘mati’, jadi anggap saja anak-anak bebek itu lagi main petak umpet aja ya :D. 

Agar tidak terlalu abstrak, sambil menyanyi bisa digunakan alat bantu mulai dari jari, stik es krim, sampai boneka.

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 7

Tantangan Level 6 (Menstimulus Matematika Logis pada Anak) Hari 7, 29 Juli 2017

Sambil menunggu persiapan berangkat pergi ke Ragunan (walaupun akhirnya tidak jadi), Fathia (5 tahun 10 bulan dan Fahira (2 tahun 7 bulan) nonton video Diva yang memperlihatkan praktik menghitung pengurangan dan penjumlahan. Mengikuti video tersebut, kami pun memakai objek terdekat untuk dihitung: kaos kaki yang baru diambil dari lemari. Kalau Fathia pegang dua lembar, lalu ditambah dua lembar kaos kaki, jadi Fathia punya empat. Fahira dibagi satu, Fathia jadi tinggal punya tiga.

 

#Tantangan10Hari
#Level6
#KuliahBunsayIIP
#ILoveMath

#MathAroundUs